aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 19619 x

Khotbah
Minggu, 21 Juli 2019
Ulangan 5: 1-10
DENGARLAH DAN INGATLAH

DENGARLAH DAN INGATLAH


Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi



Mendengar dan mengingat adalah aktifitas yang diperlukan dalam sebuah perjalanan pembelajaran sebab didalamnya terkandung upaya serius mencermati konteks. Mendengar dan menginat adalah awal terbentuknya sebuah masyarakat yang menghayati setiap setiap peristiwa sebagai simbol yang memberi makna penting. Maka mendengar dan mengingat menjadi ruang pembelajaran yang berujung pada terbentuknya karakter baru, karakter yang secara rohani memberi kontribusi penting dari setiap individu. Secara kolektif mendengar dan mengingat merupakan gerak bersama namun dalam keberagaman yang saling terkait dan terikat. Dalam keadaan demikian dibutuhkan recall memory (pengeluaran kembali pengetahuan) yang bertujuan untuk selalu melekatkan individu dalam kolektifitas dan sebaliknya. Dengan begitu kelupaan secara kolektif dapat dihindari dan setiap individu mampu merekatkan pengalaman mereka sebagai memory kolektif baik secara sadar mamupun tidak sadar.



Inilah yang terjadi dengan Musa ketika ia memanggil umat sebagai umat Allah yang secara individu mamupun kolektif telah menempuh empat puluh tahun perjalanan di gurun. Gurun berfungsi sebagai simbol kolektif yang menyarankan kualitas ingatan. Musa hendak mengajarkan kepada umat tentang hal mendasar dalam keberadaan mereka sebagai sebuah kumpulan individu. Musa hendak menunjukkan bahwa ingatan kolektif mereka sebagai umat Allah harus terus bergema dalam gerak kehidupan yang dinamis. Umat Israel bukan hanya sekedar individu tetapi sekaligus adalah persekutuan yang memiliki ingatan kolektifitas sebagai bangsa jajahan di Mesir. Maka mereka juga perlu mengingat abhwa mereka adalah bangsa yang merdeka di tanah perjanjian.

Musa merumuskan ingatan kolektif sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah dengan dua hal utama yakni:



1. Hubungan Perjanjian (ayat 2)

Di Horeb hubungan perjanjian dengan umat diteguhkan sehingga perjalanan mereka baik secara individu maupun kolektif adalah perjalanan perjanjian. Perjalanan perjanjian itulah yang akan terus diingatkan sehingga timbul pemikiran kolektif dari satu generasi kepada generasi yang lain (band. ayat 3). Hubungan perjanjian yang melintasi waktu memberi petunjuk yang penting bagi umat bahwa Allah adalah Allah yang setia pada janji-Nya. Ia tidak dapat dibantah dalam kesetiaan pada janji-Nya. Ia berperan aktif dalam menjaga dan merawat janji tersebut (band. Yeremia 31: 31-33). Hubunga perjanjian yang akan terus dingatkan sebab ingat kolektif yang cair dapat menghasilkan perubahan atau pergeseran makna tentang karya Allah. Manusia tidak pernah mampu untuk secara teguh merawat hubungan perjanjian maka diperlukan seruan sebagaimana Musa memanggil umat.



Dalam konteks inilah kita perlu memahami kehadiran kita yang tidak hanya bersifat individual namun sekaligus kolektif sebagai umat Allah. Interaksi kolektif inilah yang harus terus dijaga dan dirawat agar terhindar dari berbagai intervensi yang destruktif. Umat yang memasuki tanah perjanjian adalah umat perjanjian dan mereka dituntun Allah yang setia pada janji-Nya. Inilah alasan kuat untuk mempertegas ranah berpikir kolektif bahwa setiap individu dalam sebuah komunitas adalah individu yang tidak bertindak demi diri sendiri namun selalu ditempatkan dalam hubungan kolektif.







Setiap orang perlu menggali semua pontensi dirinya sender agar dal am hubungan kolektif menjadi persekutuan yang kaya dan terdidik karena recall memory yang terawat. `it is easy to built, it is easy to destroy, but the most extremely difficult is to maintain�. Maka dal am hal ini selaku warga pelkat PKB setiap bapak tidal nadir secara individual tetapi dal am kolektifitas sebagai umat Allah. Rawatlah hubungan perjanjian itu secara kolektif agar dapat menjadi berkat dimanapun berada.



2. Loyalitas Kolektif (ayat 9-10)



Pada ayat ini diperlihatkan bahwa Allah perjanjian adalah Allah yang kasih setia-Nya melampaui pikiran manusia. Allah yang demikian menempatkan umat pada keadaan yang baik diakhir perjalanan mereka. Allah yang demikian adalah Allah yang tidak dibatas oleh generasi dan waktu. Dalam narasi di kitab Wahyu disebut dengan Allah yang Alfa dan Omega (band. Yesaya 44: 6, Wahyu 21:6). Allah menunjukkan jatidiri-Nya yang menghidupkan karena itu segala yang `mati� hendaknya tidak disembah ( ayat 7 dan ayat 8).



Ketika hal ini dikemukakan oleh Musa maka hendak ditegaskan bahwa umat perjanjian adalah umat yang dituntuh oleh Allah yang Hidup maka perjnajian-Nya juga adalah perjanjian yang hidup. Kesetiaan kolektif seperti ini perlu dibangun agar kehadiran setiap individu tidak `mematikan� satu sama lain tetapi menghidupkan sebab semua hidup oleh karena Allah. Jika kta percaya bahwa Allah itu hidup maka segala tindakan kita dalam kehidupan ini haruslah tindakan yang menghidupkan.

Bertolak dari kehadiran umat di tengah bangsa-bangsa yang percaya kepada dewa-dewi yang mati maka percaya kepada Allah yang Hidup tentu merupakan unsur pembeda (band Roma 12: 2). Unsur pembeda adalah pikiran yang menghidupkan dan merdeka dari pikiran yang destruktif satu dengan lain. Inilah loyalitas kolektif yang menghidupkan yang tanpanya akan mereduksi nilai kolektifitas. Allah yang hidup dan menghidupkan adalah Allah yang ditanggapi dengan ciri yang menghidupkan.



Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus,



Maka kehadiran selaku warga jemaat adalah kehadiran yang bertumpu pada dua aspek penting tadi yakni: hubungan perjanjian dan loyalitas kolektif. Pemaknaan tentang kehidupan yang terus berlangsung dalam cairnya hubungan persekutuan tentu memerlukan petunjuk dari-Nya, maka Dengarlah dan Ingatlah, siapa anda dan siapa anda di hadapan-Nya.

Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518