aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 20583 x

Catatan Refleksi
Minggu, 23 Juni 2019
Amsal 23: 15-23
KELUARGA YANG BIJAKSANA

KELUARGA YANG BIJAKSANA

Jemaat yang Tuhan Yesus kasihi


Hidup yang bijaksana merupakan kebutuhan sebab hidup yang bijaksana selalu menawarkan rekonsialisi yang berujung pada kebaijkan bersama. Artinya kebijaksanaan dapat menuntun seseorang dalam MELIHAT dunia APA ADANYA dan yang kedua adalah BERSIKAP SESUAI KEADAAN (Reza Wattimena). Maka kebijaksanaan bukanlah sebuah diskusi diawan-awan tetapi sebuah diskursus yang membumi. Hidup bijaksana dalam kehidupan yang menjaga keseimbangan adalah kehidupan yang senantiasa diwarnai kebajikan yang berlangsung secara terus menerus.

Pembacaan kita saat ini mengemukakan hal yang penting dalam kehidupan keluarga yakni KEBIJAKSANAAN. Keluarga yang terbentuk dalam perjalanan hidup yang dinamis memerlukan kebijaksanaan yang dapat terus menuntun kehadiran setiap anggota keluarga. Ketika keluarga dapat mewujudkan kebijaksanaan mereka maka mereka akan menjadi keluarga yang mampu melihat keluarga mereka sendiri tanpa membandingkannya dengan keluarga yang lain dan mampu bersikap sesuai dengan keadaan mereka. Dengan pemahaman demikian maka perlu kita perhatikan hal di bawah ini:


1. Ayat 15-18. Jagalah Hati. Allah memperhatikan hati seperti kata Firman Tuhan di 1 Samuel 16:7, "....Tuhan melihat hati`. Artinya soal penampilan fisik dapat menggoda dan mengelabui manusia sebab manusia tidak memiliki kemampuan melihat hati sebaliknya Allah mampu melihat hati. Hal ini menunjukkan bahwa kebijaksanaan bermula dari kesadaran manusia bahwa tidak ada yang tersembunyi di hadapan Allah. Kesadaran ini akan menuntun manusia memasuki relasi yang hidup dengan Allah. Artinya manusia mengakui bahwa seluruh tindakan kebijaksanaan diketahui oleh Allah.

Dalam kehidupan suami-istri yang dinamis diperlukan kesadaran bahwa Allah tahu hati mereka dan Ia bersukacita dengan manusia. Semuanya berawal dari HATI YANG BIJAK` dan kebijaksanaan itu menuntun manusia mengenal dirinya sendiri dan baru kemudian orang lain. Semua bertolak dari sikap anggota keluarga yang selalu menjaga HATI sebab itulah yang dikehendaki-Nya. Matius 22: 35-38, "kasihilah Tuhan Allah-mu dengan segenap HATIMU. Ketika hati mampu mempertimbangkan mana yang baik dan yang tidak baik itulah hati yang bijak. Sebab ketika kita mencari Tuhan dengan segenap hati kita akan dijumpai-Nya (Yer. 29:13).


2. Ayat 20-21 Jangan ada diantara pemalas. Keluarga yang berkemenangan ditandai dari sikap yang SESUAI DENGAN KEADAAN yakni kemauan untuk terus bertumbuh dalam kebenaran. Sesuai dengan keadaan bukan berarti permisif tetapi ia tahu bagaiamana menggunakan kemampuan yang dimiliki. Kapan ia harus diam dan kapan ia harus bicara. Dengan begitu setiap anggota keluarga menjadi tahu dengan siapa ia harus bergaul sebab bukankah pergaulan yang buruk akan membawa petaka. Dalam Amsal 13:20 dikemukakan "siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang`.


Melalui nasihat ini nampak jelas bahwa pergaulan yang buruk di luar rumah dapat membawa bencana ketika dihadirkan dalam rumah. Rumah tidak lagi menjadi wadah kebersamaan anggota keluarga tetapi tempat persinggahan sejenak. Keluarga yang menjadi prioritas akan menolong kita untuk terus menjalani kehidupan dengan penuh harapan. Kejhidpan yang demikian selalu membawa makna masa depan dimasa kini. Itulah yang R. Paulus jelaskan dalam 1 Korintus 15:33) bahwa pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Kebiasaan yang baik adalah kemampuan untuk bertindak sesuai dengan keadaan.


3. Ayat 22-23 Hikmat, Didikan dan Pengertian. Tidak semua orang beruntung merasakan kehangatan ayah dan ibu. Anaka-anak di panti asuhan adalah mereka yang sulit merasakan kehanagatan kasih ayah dan ibu. Keluarga yang bijaksana adalah anak-anak yang hormat kepada orangtua dan merasakan kehangatan kasih orangtua.


Keluarga yang bijaksana selalu diwarnai dengan kemauan untuk terus mencari kebenaran (ayat 23). Dengan begitu keluarga yang bijaksana adalah keluarga yang berkemenangan sebab hidup dalam tiga pilar kehidupan yakni HIKMAT, DIDIKAN DAN PENGERTIAN.


Hari-hari ini keluarga yang berkemanangan tidak ditentukan oleh segala sesuatu yang melekat pada dirinya tetapi apa yang melakat pada HATInya. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin







Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Catatan Refleksi:

Selasa 7 April 2026
RUANG RINDU (Letto)

Jumat, 16 Agustus 2024
MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKA

Selasa, 21 Februari 2023
SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHA

Sabtu, 24 Desember 2022
DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTA

Sabtu, 04 Juni 2022
GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKES

Jumat, 31 Desember 2021
PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUN

Rabu, 07 Juli 2021
KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA

Rabu, 22 April 2020
NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPAN

Rabu, 13 Nopember 2019
HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIAN

Selasa, 29 Oktober 2019
TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)

Arsip Catatan Refleksi..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2)