aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 21287 x

Khotbah
Sabtu, 18 Mei 2019
1 Korintus 6:12-20
MULIAKAN ALLAH DENGAN TUBUHMU

MULIAKAN ALLAH DENGAN TUBUHMU




Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus Kasihi,



Pertama-tama gagasan Paulus dalam pemikiran teologisnya adalah soal memiliki pikiran yang SEHAT dan BERGUNA. Artinya ketika pikiran yang SEHAT dan BERGUNA menjadi pemahaman yang kuat maka dengan pikiran yang SEHAT dan BERGUNA akan mengkristal dalam tindakan yang mengapresiasi TUBUH sebagai karya Allah yang paling mutakhir. Manusia yang diciptakan Allah adalah manusia dengan segala kerumitan yang melekat padanya namun bergerak dalam ritme yang teratur dan terstruktur. Sekalipun manusia diciptakan Allah dengan segala keistimewaannya namun manusia tetap memiliki pemahaman yang sama secara teologis bahwa manusia sudah ditebus oleh Allah dengan lunas (ayat 20).



Dalam perikop ini Paulus hendak menunjukkan kebenaran yang hakiki bahwa `culture� waktu itu yang menganggap semua halal, namun bagi Paulus belum tentu semua `berguna� (ayat 12). Pemahaman ini menukik pada tindakan yang didasari kesadaran bahw halal saja tidak cukup, tetapi diperlukan pemikiran yang melampaui halal yakni berguna. Firman Tuhan memberi pemahaman kepada kita bahwa jika tubuh telah ditebus oleh Allah melalui Yesus maka tubuh ini perlu dirawat dengan yang halal tetapi sekaligus berguna. Kesatuan halal dan berguna adalah gagasan yang mempertemukan antara kenyataan dan nilai yang melekat pada tubuh. Pertanyaan di ayat 19 dan dijawab sendiri di ayat 20 menegaskan bahwa tubuh tidak sekedar kumpulan yang dimakan dan faktor genetik yang dimiliknya tetapi TUBUH adalah milik Allah dan karena itu berkarya dengan baik tanpa kehilangan nilai utama yang melekat pada tubuh yakni MILIK ALLAH.



Saudara-saudara yang Tuhan Yesus kasihi,

Pemahaman diaas lalu menjelma dalam ajaran yang dikemukakan secara eksplisit kepada jemaat di Korintus bahwa:



1. Jangan pernah mencemari TUBUH dengan makanan yakni menjadi tubuh yang tidak arif dalam hubungan dengan makanan. Hal ini menunjukkan bahwa tubuh yang hidup bukan saja dengan makanan tetapi dengan kesediaan untuk dituntun oleh kebenaran. Tubuh yang hidup perlu mendapat makanan yang berguna dan halal karena dengan demikian maka tubuh tidak dikuasai oleh makanan. Hal ini menunjukkan bahwa pikiran tidak terlepas dari tubuh dan sebaliknya sehingga dalam kesatuan yang demikian manusia menemukan kebahagiaan yakni kebersatuan anatar tubuh dan pikiran.



Hal ini berarti bahwa segala pola berpikir yang hanya halal bagi kehidupan Kristiani tidaklah cukup sebab ke-Kristen-an bukan hanya soal halal (teori) tetapi soal implementasi (berguna). Corak berpikiran yang utuh seperti di atas akan memudahkan kita mengurai keruwetan yang terjadi di sekitar kita sehingga kita bisa berkarya dengan baik. Setiap warga gereja tidak memberi dirinya untuk dikendalikan oleh lingkungan tetapi memberi pengaruh berguna bagi lingkungan.



2. Jangan pernah mencemari TUBUH dengan perilaku amoral (ayat 16). Cara berpikir jemaat di Korintus yang lama dan dikuasai oleh konsep tubuh ini berdosa dan akan hancur pada kematian maka tubuh ini tidak berarti sehingga dapat dipergunakan untuk kesenangan apa saja tanpa mempedulikan niali-nilai moral yang ditanamkan Allah dalam hati melalui karya Roh Kudus. Ketika pencemaran terhadap tubuh terjadi maka kesatuan dengan sumber pencemaran akan mengakibatkan terjadinya kesatuan yang berdosa. Bukankah manusia yang percaya kepada Yesus perlu memiliki kesatuan dengan-Nya dalam kesatuan yang terjaga dan terawat sehingga hidup bukan hanya soal halal tetapi soal berguna.



Umat dengan perilaku yang halal dan berguna akan mengatakan `ya� kepada Allah dan tidak sekedar berkata `tidak� terhadap dosa. Manusia yang berpotensi besar karena diciptakan Allah adalah manusia yang perlu mengalami ikatan dalam kesatuan dengan Allah. Maka setiap percabulan adalah tindakan melepas ikatan dengan Allah dan menjadi hamba perbuatan amoral. Kita perlu memahami betapa bernilainya tubuh kita dan tindakan amoral yang bertolak dari pikiran yang dikuasai kejahatan akan berujung pada kebinasaan.



Kita tidak boleh berhenti hanya pada gagasan moral yang baik tetapi seharusnya terbentuk dalam tindakan yang berguna. Inilah yang akan terwujud dalam kesatuan dengan Yesus yang akan bermura pada pernyataan bahwa murid Yesus haruslah berbuah lebat (band. Yoh. 15:8) Dengan pemahaman yang demikian baik laki-laki atau perempuan perlu menjaga nilai mahal pada dirinya sendiri.



Maka kehadiran selaku warga gereja dewasa ini perlu semakin mengalami pertumbuhan dalam kualitas yakni tidak sekedar halal tetapi bermanfaat. Pencemaran bukan saja oleh perempuan tetapi juga oleh laki-laki sehingga baik laki-laki atau perempuan perlu terus menjaga nilai diri yang mahal sebab Tuhan mau setiap warga gereja selalu bertindak mempermuliakan nama Tuhan dengan menjaga pikiran yang baik (band Fil. 4: 8) dan selalu bertindak secara menyatakan kebajikan Allah.

Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518