Dibaca : 18996 x
Catatan RefleksiMinggu, 06 Januari 2019 Matius 9: 27-31 MILIKILAH IMAN SEKALIPUN TIDAK MELIHAT
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi Iman adalah sauh bagi kehidupan orang percaya agar selalu berkaitan dan terhubung dengan janji Tuhan sebagai jaminan. Iman adalah kepastian di tengah beragam ketidakpastian yang menyudutkan orang percaya. Iman adalah kemampuan melihat peristiwa dibalik sebuah peristiwa sehingga mencuat kepatuhan, ketaatan, yang mengena dalam kehidupan setiap hari.
Iman bukanlah soal rasa sehingga berpotensi untuk merendahkan nilai iman itu sendiri. Iman bukan juga soal kemauan sebab kemauan yang keliru bisa saja diimani akan terjadi namun faktanya adalah kekacauan.
Dalam bacaan saat ini dikemukakan tentang dua orang buta yang berseru - seru kepada Yesus memohon kesembuhan. Kedua orang buta memiliki kemauan kuat untuk sembuh tentu berdasarkan pendengaran mereka tentang tokoh yang dapat melakukan penyembuhan. Mereka menyuarakan ketidakberdayaan mereka dalam kungkungan `kegelapan�. Maka tindakan Yesus dalam penyembuhan ini ialah penegasan bahwa Ia mengubah kegelapan menjadi terang. Yesus menunjukkan bahwa Ia mendengar suara yang berseru-seru dan tanggapan-Nya lebih dari sekedar menyembuhkan, Yesus menarik mereka pada sikap tegas untuk PERCAYA.
Apa yang dilakukan Yesus adalah keberpihakan kepada mereka yang lemah dan tidak berdaya oleh kegelapan. Ia menyatakan dalam karya keselamatan bahwa bagi mereka yang lemah dalam kegelapan diperlukan IMAN yang kokoh untuk mengalami penyembuhan. Maka pesan yang hendak disampaikan melalui kisah ini ialah:
1. Yesus melakukan penyembuhan yang bersifat utuh bukan hanya mata tetapi sekaligus adalah mata hati. Yesus tidak membuat dikotomi antara yang rohani dan jasmani tetapi Ia melihat manusia dalam kesatuan yang utuh. Hal ini menjadi penting bagi kita dengan `kegelapan� yang sedang terjadi di sekitar kita. Kegelapan dari berbagai peristiwa memerlukan pemulihan yang tidak bersifat parsial tetapi utuh. Saat itulah saat dimana iman lalu berperan penting sebagai daya yang terus membuat kita berseru kepada Tuhan. Jika kita mengimani karya Tuhan sebagai karya yang utuh maka seruan kita menjadi tidak berarti. Mari perhatikan Roma 10: 17 `JADI, IMAN TIMBUL DARI PENDENGARAN, DAN PENDENGARAN OLEH FIRMAN KRISTUS�. Kedua orang buta memiliki pendengaran rohani yang baik, sebab telinga mereka dengar setiap pernyataan tetapi Iman mereka mampu mengurai mana yang pantas didengar dan mana yang tidak pantas di dengar. Kedua orang buta ini menunjukkan bahwa dikegelapan situasi bukan alasan untuk menyerah tetapi mampu memilah setiap berita yang didengar. Iman berkaitan erat dengan PENGAHARAPAN sehingga dengan imanlah maka pengharapan menjadi kenyataan.
Kita memasuki tahun ini dengan pengharapan dan karena itu diperlukan Iman yang kokoh sehingga kita tidak cepat menyerah untuk mendapat yang terbaik. Kita terus berjuang di tengah kegelapan sosial, ekonomi, dan sebagainya tetapi dalam iman kepada Yesus Tuhan maka kita akan menjumpai terang yang bersumber dari iman kepada-Nya.
2. Iman menggelorakan kepastian untuk meneruskan kabar baik bahwa Yesus adalah pusat kehidupan sehingga mengubah pola pikir dari ke-aku menjadi ke-engkau. Larangan Yesus berkaian dengan pola pikir yang masih sangat gelap yakni kehadiran Yesus hanya untuk melakukan mujisat penyembuhan. Yesus hadir bukan hanya untuk melakukan kesembuhan tetapi untuk menambah NILAI diri seseorang dalam menjalani kehidupan yakni bergerak dari GELAP kepada TERANG.
Dan ketika terang mendominasi kehidupan maka hidup melebur dalam semangat menyatakan kebenaran karya keselamatan. Kegelapan bisa terjadi disemua lini kehidupan, namun dengan NILAI diri sebagai penerima mujizat Tuhan maka kegelapan dapat dijawab dengan perilaku TERANG.
Sahabat-sahabat terkasih,
Maka selaku umat Tuhan saat ini hendaklah kita selalu merawat dan berusaha untuk memberi perhatian besar pada iman. Hanya dengan sikap demikian maka sekalipun kegelapan terjadi di sekitar kita namun terang-Nya selalu mengarahkan kehidupan kita ke masa depan. Memiliki IMAN artinya memiliki PENGHARAPAN. Memiliki PENGHARAPAN� berujung pada memiliki kemenangan. Maka masukilah 2019 dengan IMAN, sebab orang benar hanya hidup dengan Iman. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Catatan Refleksi:Selasa 7 April 2026 RUANG RINDU (Letto)Jumat, 16 Agustus 2024 MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKASelasa, 21 Februari 2023 SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHASabtu, 24 Desember 2022 DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTASabtu, 04 Juni 2022 GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKESJumat, 31 Desember 2021 PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUNRabu, 07 Juli 2021 KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA Rabu, 22 April 2020 NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPANRabu, 13 Nopember 2019 HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIANSelasa, 29 Oktober 2019 TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)Arsip Catatan Refleksi..
Last Searches:
Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2) |