Dibaca : 19144 x
Catatan RefleksiSabtu, 05 Januari 2019 Markus 1: 14-15 WAKTUNYA TAMPIL DI MUKA UMUM
 Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Tuhan Yesus,
Narasi tentang karya Yesus dalam konteks Markus menukik pada tindakan yang berlangsung cepat dan tanpa basa basi. Markus dengan keistimewaan ini memperlihatkan lompatan tindakan Yesus yang berdurasi cepat dalam menanggapi situasi yang berlangsung di sekitar-Nya. Maka perubahan dari situasi padang gurun ( ayat 12-13) ke situasi Galilea di lingkupi dengan semangat kerja cepat.
Situasi dalam keadaan kritis ini memerlukan suatu kemampuan bertindak yang segera meredam keadaan yang destruktif dan memulai gagasan yang damai sejahtera dalam istilah Kerajaan Allah. Situasi yang memerlukan kecepatan inilah yang digambarkan dengan sangat baik oleh Markus untuk memperlihatkan bahwa hal keselamatan bukan sesuatu yang berlambat-lambat tetapi penuh dengan semangat, dinamis, antusias agar karya keselamatan didalam Yesus Kristus segera di beritakan.
Pada bacaan ini dikemukakan bahwa sebuah persiapan matang telah dilakukan oleh Allah bagi Yesus (frasa Roh menuntun ke padang gurun di ayat 12). Memasuki ladang pelayanan yang akan dimasuki oleh Yesus memang memerlukan persiapan yang luar biasa. Persiapan Yesus bukanlah dalam sebuah pesta tetapi persiapan Yesus adalah suasana padang gurun yang menunjukkan bahwa sekalipun di tengah-tengah situasi yang sulit Ia akan di layani oleh para malaikat (ayat 13). Dengan begitu maka perikop bacaan kita pada saat ini dibingkai dengan latar belakang demikian.
Ayat 14. Segera setelah Yohanes ditangkap , Yesus memperlihatkan di Galilea untuk menunjukkan bahwa penangkapan Yohanes tidak memutus durasi pemberitaan Injil. Injl harus terus diberitakan sekalipun dalam situasi yang tidak mantap.
Lingkungan tidak boleh memengaruhi pemberitaaan Injil sebaliknya Injil yang harus memberi dampak pada linkungan. Kabar sukacita yang diberitakan Yesus adalah kabar sukacita tentang kasih Allah bagi manusia. Bahkan harus segera diberitakan kepada kota-kota lain (Mark.1:38). Hal ini menunjukkan bahwa pemberitaan Injil menjadi focus dalam kehidupan Yesus sebab memang untuk itulah " Aku telah datang`. Maka penangkapan Yohanes bukanlah halangan untuk terus memberitakan Injil.
Halangan untuk terus bisa memberitakan Injil bisa muncul dari berbagai lingkungan dengan berbagai versi. Seluruh atribut yang dipakai oleh penentang Injil seringkali mengecoh sebab mereka bisa tampil dengan fasih dalam berargumentasi. Kemampuan para penetang Kabar baik hadir dengan seluruh energinya untuk mengendalikan dan menyudutkan Kabar baik. Maka pertanyaan yang relevan untuk terus diajukan ialah "dapatkah Injil di bendung` jawabnya tegas TIDAK.
Kitalah yang akan meneruskan pemberitaan Injil ke seluruh sudut dunia. Di bahu para pengikut Yesus di letakkan tanggung jawab untuk bersama-sama memberitakan Injil. Kita sudah dipersiapkan oleh Roh Kudus maka sekarang adalah waktunya untuk hadir mengisi kekosongan. Pemberitaan Injil tidak boleh mengalami kevakuman tetapi harus terus berlangsung dalam semangat yang menyala. Dalam memberitakan Injil Allah setiap warga jemaat akan mengalami dukungan Roh Kudus. Roh Kuduslah yang akan menjadi penolong bagi kita untuk terus menyuarakan kebenaran ditengah-tengah riuh rendahnya suara yang mengandung polusi.
Ayat 15. Kabar sukacita yang diberitakan Yesus adalah KERAJAAN ALLAH. Hal kerajaan Allah menjadi sesuatu yang penting sehingga Yesus menyerukan pertobatan. Kerajaan Allah disini bukan terkait dengan wilayah kekuasaan sebab kerajaan Allah adalah soal pemerintahan Allah. Pemerintahan Allah menghadirkan keselamatan bagi setiap orang yang berdosa. Maka pemerintahan Allah dialami oleh mereka yang mengakui bahwa keselamatan menjadi nyata dalam hubungan yang dekat dan intens dengan Allah.
Soal kerajaan Allah yakni soal pemerintahan Allah seperti dinyatakan Yesus memiliki implikasi:
1. Kerendahan hati (Luk.6;20), miskin dihadapan Allah bukanlah miskin secara materi tetapi merasa dihadapan Allah kita tidak memiliki sesuatu yang layak untuk disejajarkan dengan-Nya. Maka dalam kerendahan hati sukacita pemerintahan Allah akan berlaku atas setiap orang percaya.
2. Bersyukur (Mat. 6:33), mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya menunjukkan kemauan kuat untuk terus bersyukur. Bersyukur dalam hal ini sebab kita menyambut sukacita Injil seperti seorang anak kecil yang berbahagia.
Bahwa Kerajaan Allah sudah dekat menunjukkan bahwa Kerajaan Allaha tau pemerintahan Allah tidak terkait dengan masa depan saja tetapi sangat berhunungan erat dengan masa kini dalam relaitas setiap hari yang dijumpai oleh setiap orang percaya. Maka Kerajaan Allah sudah dekat kareana identitik dengan Yesus dan kita yang sudah menerima Yesus hidup dalam pemerintahan Allah. Kita yang menyambut pemerintahan Allah digambarkan oleh Yesus seperti benih yang tumbuh (Mark. 4:26-27). Maka hal Kerajaan Allah ialah kita dimungkinkan menerima berkat dan sekaligus melanjutkan kabar sukacita itu kepada sesama dimanapun kita berada.
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan Yesus jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Catatan Refleksi:Selasa 7 April 2026 RUANG RINDU (Letto)Jumat, 16 Agustus 2024 MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKASelasa, 21 Februari 2023 SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHASabtu, 24 Desember 2022 DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTASabtu, 04 Juni 2022 GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKESJumat, 31 Desember 2021 PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUNRabu, 07 Juli 2021 KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA Rabu, 22 April 2020 NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPANRabu, 13 Nopember 2019 HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIANSelasa, 29 Oktober 2019 TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)Arsip Catatan Refleksi..
Last Searches:
Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2) |