aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 19133 x

Catatan Refleksi
Senin, 24 Desember 2018
Lukas 1: 26-38
NATAL MEMANG MAHAL

NATAL MEMANG MAHAL

Sahabat-sahabat yang terkasih,


Menyambut Natal memerlukan kesiapan diri secara utuh sebab jika tidak demikian maka Natal hanyalah selebrasi temporal yang nirmakna. Menyambut Natal memerlukan tekad kuat untuk melihat kedalam dan keluar sebab sejatinya Natal adalah soal Allah yang berinisiatif menjumpai manusia. Gabriel menjumpai Maria di lokasi yang terpencil di desa Nazareth sebelah utara Yerusalem. Sebuah perjumpaan yang akan mengubah seluruh jalan hidup Maria dan Yusuf. Sebuah perubahan yang meruntuhkan semua hegemoni demonik yang merendahkan dan menghina martabat kemanusiaan ciptaan Allah. Natal adalah peristiwa dimana tuntutan terhadap perubahan bersifat menyeluruh dan bukan parsial dikeadaan tertentu.


Gabriel yang menjumpai Maria adalah titik awal dari terbentuknya suatu pemerintahan Allah yang menyatakan damai sejahtera kepada segala mahluk. Maka peristiwa Gabriel menjumpai Maria menohok kemapanan manusia yang dibangun diatas puing-puing kesedihan mereka yang tersingkir dan disingkirkan. Mereka yang mengalami diskrimansi karena agama, karena ras, karena golongan. Kepada mereka yang mengalami penolakan di lingkungan dan dimanapun, berita Natal ini disampaikan kepada mereka bahwa : ALLAH memperhatikan keadaanmu semua.


Sahabat-sahabat terkasih,


Maka peristiwa Natal yang dimulai dari Nazareth dan bukan Yerusalem adalah pernyataan Allah yang kuat bahwa:


1. Natal harus membawa perubahan dan jika perubahan itu sulit maka janji Allah tetap berlaku yakni "bagi Allah tidak ada yang mustahil (ayat 37). Allah melibatkan manusia untuk menyatakan bahwa untuk kebaikan tidak ada yang mustahil. Maka diperlukan kesediaan hati sebagaiman Maria dengan rendah hati menyatakan "....jadilah padaku menurut perkataanmu itu (ayat 38). Maria terbuka untuk mengalami karya Allah sebab ia memusatkan hidupnya kepada Allah dan bukan dirinya sendiri. Natal tanpa perubahan adalah Natal yang tidak bertanggung jawab dan menihilkan karya Allah yang besar.


2. Natal adalah pesan yang harus diteruskan ke ruang publik, ke lingkungan dimana saudara hadir agar damai sejahtera Natal tidak bersifat eksklusif. Natal adalah kegembiraan yang memberi ruang pengharapan kemasa depan bahwa ada kuasa Allah yang tidak pernah berubah. Dunia memang sedang berubah, tapi hidup kita bersama Allah jangan berubah kearah menjauhi Allah, menjauhi Yesus. Sukacita kita bukanlah suakcita situasional tetapi sukacita yang fundamental karena kita semua seperti Maria dapat berkata " sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu` (ayat 38)


Sahabat-sahabat terkasih selamat Hari Natal, Selamat berjalan dalam kebenaran yang mengubah cara pandang kita terhadap diri kita sendiri, maupun setiap orang di sekitar kita. Awali semuanya dari keluarga. Maju terus bersama Tuhan Yesus, sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita memberitakan Natal tidak pernah sia-sia. Amin.








Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Catatan Refleksi:

Selasa 7 April 2026
RUANG RINDU (Letto)

Jumat, 16 Agustus 2024
MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKA

Selasa, 21 Februari 2023
SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHA

Sabtu, 24 Desember 2022
DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTA

Sabtu, 04 Juni 2022
GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKES

Jumat, 31 Desember 2021
PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUN

Rabu, 07 Juli 2021
KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA

Rabu, 22 April 2020
NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPAN

Rabu, 13 Nopember 2019
HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIAN

Selasa, 29 Oktober 2019
TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)

Arsip Catatan Refleksi..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2)