Dibaca : 19102 x
Catatan RefleksiRabu, 12 Desember 2018 Filipi 1: 1-11 TINDAKAN NYATA DAN BENAR
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Surat kepada jemaat di Filipi merupakan surat yang bernada sukacita dari Paulus. Semangat sukacita ini menjadi penting sebab sukacita telah menjadi komoditas pada saat ini. Sukacita menjadi penting sebab dalam segala pergumulan diperlukan sukacita untuk bisa mengalami pemulihan. Artinya sukacita menjadi berita sukacita yang menggemakan kasih Allah kepada manusia. Paulus menyatakan bahwa dirinya bersukacita karena sekalipun berada dalam penjara Roma, namun ia mampu untuk menyampaikan sukacita yang dimilikinya. Sukacita tersebut memiliki pondasi utama yakni pengenalan akan Kristus.
Sebagai hamba, Paulus mengutarakan dengan jelas dan transparan bahwa tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan. Pengakuan inilah yang memberi penjelasan bahwa semangat pelayanan Paulus dibangun berdasarkan hubungannya yang akrab dan dekat dengan Tuhan dan sekaligus dalam relasi yang hangat dengan Timotius. Melalui persekutuan mereka yang akrab maka Paulus dapat bertahan sekalipun mendekam dalam belenggu peniadaan dan terbatas. Itulah sebabnya Paulus memberi penekanan perlunya mengalami sukacita dalam segala hal (Fil. 4:4). Sukacita Paulus bukanlah sukacita emosional yang sifatnya sesaat serta ditebarkan karena memperoleh sesuatu (ini namanya sukacita sebagai komoditas) namun karena ia MENDENGAR keadaan jemaat di Filipi yang tetap bersekutu dalam Berita Injil (ayat 5).
Maka pengajaran pertama yang didapatkan melalui ayat 1-2 ialah sebagai hamba Yesus Kristus, ia menyapa jemaat dengan hangat. Sebagai hamba yang merdeka dan penuh dengan sukacita sekalipun menderita, tidak mengurangi sapaan hangatnya pada jemaat. Berita ini penting sebab pendekatan kepada warga jemaat adalah pendekatan sebagai hamba dan bukan sebagai tuan. Pendekatan ini penting sebab dalam relasi hamba dengan Yesus Kristus relasi yang sama juga terjadi dengan umat.
Gereja, khususnya para pelayan firman dan sakramen bukanlah tuan atas umat melainkan hamba yang mengalami sukacita bersama umat. Sukacita disini adalah sukacita kolektif dalam pemahaman bahwa sukacita tersebut bukanlah komoditas yang dilandasi pendekatan transaksional.
Dewasa ini sukacita menjadi barang mewah sebab manusia sedang mengalami penderitaan yang akut sebab tercerabut dari lahan berita Injil. Warga gereja perlu menjaga diri untuk tidak terseret dalam model sukacita yang berpusat pada menghalalkan segala cara. Warga gereja perlu menjaga dan merawat sukacita kolektif yang melibatkan dirinya berdasarkan relasi yang terjaga dengan sesama.
Sahabat-sahabat terkasih
Di sisi lain Paulus mendorong agar jemaat di Filipi memiliki pengetahuan yang benar dan pengertian yang baik. Pengetahuan yang benar dan pengertian yang baik akan memberi makna pada setiap pilihan (ayat 9-10). Ini berarti sebuah pilihan yang didasarkan pada sikap hati-hati. Kata memilih (dokimazein) artinya mencoba, menyelidiki sehingga setiap pilihan dilakukan dengan arif berdasarkan pengetahuan dan pengertian.
Melalui ungkapan syukur Paulus kepada Allah, Paulus sedang mengajar umat di Filipi untuk juga melakukan hal yang sama yakni bersyukur. Mengucap syukur dalam kehidupan yang suci yang dihasilkan dari pilihan yang tepat berdasarkan pada pengetahuan dan pengertian (band. Kol. 1:9).
Pernyataan ini dengan tegas memberi pemahaman bahwa sukacita dalam pengetahuan dan pengertian adalah sukacita yang berujung pengucapan syukur kepada Allah. Sukacita yang tidak didasarkan pada kehebatan diri sendiri tetapi didasarkan pada pengakuan bahwa Allah bertindak menjaga dan memelihara umat. Sehingga penderitaan yang dialami oleh Paulus adalah peristiwa yang tidak dapat mereduksi makna sukacita sebaliknya semakin meneguhkan Paulus untuk menatap dengan keyakinan menerima kemuliaan dari Yesus Kristus.
Maka kita diundang memasuki sebuah ruang berpengetahuan dan pengertian untuk melengkapi setiap warga jemaat saat ini. Pengetahuan dan pengertian yang berpusat pada Firman Tuhan akan memberi perspektif yang terang tentang masa depan yakni masa depan yang tidak mengecewakan ( Roma 5:5).
Maju terus bersama TuhanYesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya sukacita kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Catatan Refleksi:Selasa 7 April 2026 RUANG RINDU (Letto)Jumat, 16 Agustus 2024 MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKASelasa, 21 Februari 2023 SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHASabtu, 24 Desember 2022 DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTASabtu, 04 Juni 2022 GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKESJumat, 31 Desember 2021 PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUNRabu, 07 Juli 2021 KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA Rabu, 22 April 2020 NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPANRabu, 13 Nopember 2019 HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIANSelasa, 29 Oktober 2019 TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)Arsip Catatan Refleksi..
Last Searches:
Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2) |