Dibaca : 21913 x
KhotbahSabtu, 03 Maret 2018 Keluaran 13: 17-22 KADANGKALA JALAN KITA TIDAK LURUS TAPI HARUS MEMUTAR

Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Tuhan Yesus
Peristiwa Israel keluar dari Mesir adalah peristiwa yang penting dalam kehidupan umat sebagai umat Allah. Peristiwa keluar dari Mesir diimani sebagai keterlibatan Allah yang aktif membawa perubahan bagi umat. Sebuah perubahan yan menyeluruh sebab bukan saja pembebasan secara fisik tetapi lebih dari itu pembebasan dalam cara berpikir mereka (band ayat 14...dengan kekuatan tangan-Nya Tuhan telah membawa kita keluar dari Mesir, dari rumah perbudakan-house of bondage). Sebuah peringatan yang mengusung baik nilai historis maupun teologis bahwa umat mengalami pembebasan secara utuh.
Peristiwa keluarnya Israel dari Mesir memberi makna penting bagi umat dalam perjalanan mereka ke masa depan. Israel perlu memahami keadaan mereka yang terbatas sebagaimana tulang-tulang Yusuf (ayat 19) agar menyadari bahwa keterlibatan Allah bersifat mutlak. Kekuatan pemahaman tentang penyertaan Allah memperlihatkan bahwa kematian tidak memisahkan umat dengan Allah. Tulang belulang Yusuf memberi penegasan tentang masa depan yang terjamin dan perjalanan hidup Yusuf tidak berakhir sia-sia. Perjalanan Israel dengan pemahaman demikian akan menegaskan kebutuhan mereka pada keterlibatan Allah yang bertolak dari tindakan Allah yang membebaskan. kehadiran mereka sebagai umat disertai Allah sekaligus sebagai umat pembelajar yakni belajar dari pengalaman iman selama 40 tahun. Menjadi umat yang bebasa tidak menempatkan umat dengan hak istimewa sebab justru dalam kebebasan itu umat terikat kepada Allah.
Di sisi lain peristiwa pembebasan bukanlah peristiwa individual tetapi kolektif sebab yang dibebaskan oeh Allah adalah keluarga. Pembebasan-Nya melingkupi juga keutuhan sebuah keluarga untuk menempatkan keluarga dalam perjalanan pemenuhan janji Allah. Setiap anggota keluarga terikat dalam relasi yang membebaskan sehingga satu dengan lain saling menopang dan mendukung. Keluarga memiliki ikatan batiniah yang kuat dalam naik atau turunnya perjalanan mereka. Keluarga mengindikasikan adanya pertalian hubungan yang tidak didasari hubungan darah tetapi hubungan kesetiaan. Perjalanan ke Kanaan adalah pembelajaran tentang pentingnya memahami keterlibatan Allah. Dalam konteks demikian maka persoalan dan tantangan yang dialami oleh umat bukan saja sebagai bagian dari perjalanan tetapi sekaligus sebagai sebuah ruang dimana mereka dilengkapi. Ketika umat memahami keterikatan mereka dan menghayati ruang pembelajaran maka keunikan penyertaan Allah semakn mendewasakan mereka. Empat puluh tahun lalu bukanlah tanpa makna sebaliknya dalam empat puluh tahun terkandung pembentukan kualitas umat dan kualitas penyertaan Allah. Umat memahami siapa diri mereka secara individu maupun kolektif dan sekaligus belajar mengenal Allah yang menyertai mereka.
Sahabat-sahabat yang terkasih,
Jalan kehidupan kita kadang berkelok, menukik, menanjak atau bahkan terkesan membosankan. Jalan pembelajaran tentang makna pembebasan kadangkala membuat kita bertanya ‘bagaimana cara Tuhan menolong saya? sebab betapa berat perjalanan ini.
Kadangkala perhatian kita lebih tertuju kepada susahnya perjalanan yang harus ditempuh sehingga cara Allah menyertai kita dengan cara yang unik nampak samar. Jalan kehidupan kita memang berliku namun bukan berarti tanpa arti sebab didalam berlikunya kehidupan kita penyertaan-Nya tetap kuat. Ia mau mendidik kita sebagaimana Ia mendidik Israel agar didapatkan pengertian yang utuh tentang penyertaan Allah.
Di minggu pra-Paskah ini kita diundang menghayati keterlibatan-Nya yang dahsyat di tengah dahsyatnya perjalanan hidup kita. Penyertaan Allah yang dahsyat sekaligus hendak ‘mencabut’ gagasan yang keliru tentang peran Allah dari pemikiran kita yang dangkal. Jalan hidup kita mungkin memutar namun tujuan hidup kita tidak berubah yakni menjadi berarti bagi sesama. Jalan hidup ini bisa saja memutar agar kita menyadari bahwa kendali hidup kita terletak ditangan yang tepat yakni tangan Tuhan.
Di ayat 21 dikemukakan bahwa jalan itu memutar tetapi yang utama Tuhan berjalan di depan dengan cara yang unik dan tidak terduga (Band. Mazmur 145: 3, unsearchable). Hal ini menjadi kekuatan bagi kita dalam kehidupan keluarga. Kita merenungkan kembali kuasa penyertaan Allah dalam karya keselamatan Yesus Kristus yang membebaskan. Kita disertai-Nya untuk memahami bahwa jalan kita bisa memutar tetapi yang utama Ia menyertai kita dijalan yang memutar itu. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|