Dibaca : 22944 x
KhotbahMinggu, 17 Desember 2017 Yesaya 11:1-5 KUASA KEBENARAN DAN KESETIAAN
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Ketika kuasa kejahatan diwujudkan dengan sistematis, sistemik dan menyeluruh maka hasilnya adalah kerusakan disemua bidang. Ketika kuasa kejahatan diberi peluang untuk melakukan ekspansi maka dapat dipastikan akan terwujud masyarakat yang hidup dalam ketidakpastian masa kini apalagi masa depan. Kehidupan yang dilumuri oleh kejahatan berarti menyangkal kemurnian kebenaran yang bermuara pada kedangkalan makna hidup. Maka kuasa kejahatan bukanlah sebuah kesederhaan pemikiran tetapi dibangun dengan perilaku zig-zag menghindari kebenaran dalam kemasan yang nampak heroik nampak substantif namun sebenarnya adalah pisau yang menghujam dengan ketajaman yang mengoyak berbagai ikatan.
Hal ini nampak dalam kehidupan sekarang dimana kejahatan seringkali tampil dengan pesona yang mencengangkan di ruang keluarga, ruang pengadilan, ruang publik dan ruang ibadah. Semua ruang yang seharusnya menampilkan kebeningan olah pikir dan rasa yang bertolak dari takut akan Tuhan kini menjadi instrumen atau alat yang menampilkan wajah beringas dalam alunan musik rohani maupun ketukan palu dan kekerasan.
Nabi Yesaya yang bernubuat dalam pasal 11 bacaan kita saat ini menunjukkan bahwa umat Allah bagaikan tunggul atau sisa tebangan masih tertanam. Keluarga umat Allah yang direpresentasikan oleh keluarga Isai kini menjadi keluarga yang ditebang oleh karena kejahatan mereka sendiri (Yes. 10:1-4). Ketika para pejabat dan imam bersekongkol (Yesaya 1: 10-13) mewujudkan kejahatan dengan tingkat yang merusak, ketika ibadah menjadi etalase kemunafikan. Hanya tunggul yang tersisa, hanya yang tidak berdaya dan tidak berarti.
Disinilah kisah yang mengharukan dan menghentak nalar dimulai, yakni ketika dari tunggul Isai akan tumbuh tunas, akan tumbuh taruk yakni tunas tumbuhan yang tumbuh pada cabang dahan atau batang kayu (KBBI). Ketika kejahatan dengan kuasanya yang merusak meninggalkan jejak-jejak kepedihan dan kesengsaraan bagi mereka yang lemah Allah memperlihatkan kuasa-Nya yang memulihkan. Ketika kejahatan meninggalkan alur kepedihan dan dalam skala kecil maupun besar merobek dan mengoyak ikatan disitulah Ia hadir dengan janji-Nya yang mencengangkan.
Mengejutkan sebab Ia menyatakan daya pemulihan yang kuat dengan hadir di tengah-tengah manusia (band. Yoh. 1:14), Ia hadir dengan kepenuhan pikiran dan perasaan (band. Fil. 2:5). Pikiran dan perasaan-Nya terhadap umat tidak berubah sebab ia tidak dapat mengingkari janji-Nya sendiri.
Semua rencana-Nya terjelma didalam Mesias yang menarik semua debu kejahatan dan akibatnya yang merusak sehingga menghujam diri-Nya agar kehidupan sebagaimana digambarkan dalam ayat 5-8 bukanlah sebuah gagasan yang utopis melainkan diperjuangkan bagai panji-panji bagi bangsa lain.
Ketidakadilan dan kejahatan yang tadinya nampak perkasa dan berkuasa akan dilenyapkan oleh keadilan dan kebenaran. Kuasa kejahatan yang mematikan agar bergeser oleh kuasa kebajikan yang menghidupan. Maka melalui Mesias diwartakan berita sukacita, bahwa sekalipun awan kejahatan hitam pekat dan badai ketidakadilan bergelora namun kebenaran dan kebaikan-Nya tinggal tetap.
Sahabat-sahabat yang terkasih,
Firman Tuhan hari ini hendak memberi pengajaran kepada kita bahwa mata kita harus tertuju kepada Mesias agar kita menyambutnya dengan kebenaran dan keadilan. Menyongsong Natal artinya kita perlu peka untuk tidak menjadi etalase konsumerisme lalu memakai kata kasih sebagai topeng kejahatan. Kita memasuki minggu yang penuh sukacita sebab bisa saja gelapnya awan duka sedang menanungi kita namun terang penyertaan-Nya membawa pengharapan. Kita memasuki minggu sukacita sekalipun kejahatan kita alami, ketidakadilan seolah berkuasa, namun kepenuhan pikiran dan perasaan Allah tidak berubah untuk mewujudkan pembebasan.
Firman Tuhan hari ini bahkan menyatakan bahwa tindakan Allah sungguh tidak terduga ketika Ia menjadi manusia di tengah-tengah sesaknya kehidupan oleh berbagai prahara. Ia memulihkan kehidupan keluarga yang terkoyak oleh konflik, Ia menghempaskan kejahatan dan digantinya dengan kebenaran. Ia meruntuhkan semangat pengkhianatan dengan kuasa kesetiaan (ayat 5).
Jika demikian besar dan perkasanya karya Allah, haruskah kita tertunduk dalam keputusasaan? angkatlah mukamu menatap masa depan baru bersama Mesias. Sekalipun kini hanya tunggul kayu yang tidak berdaya, namun Tunas yang akan muncul dari keluarga, dari pekerjaan, dari pelayanan adalah Tunas penyertaan-Nya. Itulah Immanuel. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|