Dibaca : 23071 x
KhotbahMinggu, 10 Desember 2017 Daniel 5:1-13 KUASA ALLAH YANG BERKUASA

Sahabat-sahabat yang Tuha Yesus kasihi,
Belsyazar adalah symbol kekuasaan yang memperlihatkan hegemoni kekuasaan itu melalui pesta yang menistakan perkakas Bait Allah. Sikap Belsyazar adalah sikap yang mau menjelaskan dominasi kekuasaan manusia atas dirinya sendiri dan melupakan dominasi yang sesungguhnya dari Allah. Manusia yang meninggikan diri di hadapan manusia lain bahkan meninggikan diri di hadapan Allah menunjukkan bahwa sedang terjadi kelumpuhan nurani, etika yang rendah. Dalam konteks ini Belsyazar sedang menari di panggung keberhasilan dalam tafsir tunggal sebagai raja. Ia dapat bertindak apa saja dan menunjukkan kuasa yang tanpa batas sehingga dominasi kekuasaan menjadi penting baginya.
Kekuasaan yang dimaknai dalam kemabukan anggur (ayat 2) adalah kekuasaan yang kerap dilakukan di luar nalar. Kekuasaan yang kepemilikannya bersifat tunggal adalah sebuah malapetakan kerohanian sebab artinya menafikan pemegang kekuasaan yang sebenarnya. Dalam perspektif demikian nampak bahwa kepongahan manusia yang mengangkat derajat dirinya melalui praktek kekuasaan merupakan aib yang pasti ditundukkan Allah.
Di sisi lain kalau kita perhatikan Daniel seolah ‘tersembunyi’ dan muncul disaat yang tepat. Ia hadir sebagai ‘solution maker’ dalam kewarasan yang tidak dimiliki oleh Belsyazar. Daniel menunjukkan bahwa kekuasaan yang hakiki bisa saja tersembunyi digempitanya kekuasaan palsu yang dipertontonkan manusia. Kekuasaan yang dihadirkan Daniel adalah kekuasaan yang membawa nasihat dan membangun. Kekuasaan yang tidak destruktif apalagi merancang kejahatan kepada pihak lain. Kata omnipotent atau mahakuasa berasal dari kata omni- yang berarti “seluruhnya,” dan potent yang berarti “kuasa”. Bersama dengan sifat mahakuasa dan mahahadir, atribut ini mengikuti sifat Allah yang tidak terbatas. Jika Ia berkuasa, maka Ia juga Mahakuasa. Ia memiliki segala kuasa di atas segalanya, di setiap waktu dan dalam berbagai cara. Daniel mewakili hadirnya kemahakuasaan Allah yang ‘mengukir’ kehidupan manusia hanya dengan satu tangan. Bahwa sungguh Belsyazar yang merendahkan Allah akan direndahkan.
Sahabat-sahabat terkasih
Soal kekuasaan yang menghadirkan sihir ketenaran dan hegemoni adalah kekuasaan yang terus dipamerkan hingga kini. Ketika manusia mengagungkan kekuasaan sebagai jurus pemuas dahaga yang serakah dan tidak pernah puas maka hadirlah dominasi yang mencemaskan dan berbahaya. Kemabukan akan kekuasaan dapat menjerumuskan manusia pada kehancuran yang paling dalam sebab dibangun dengan tafsir dangkal dalam kemabukan. Bahwa manusia menjadi penuasa tunggal atas dirinya sendiri dengan kuasa yang dimilikinya merupakan kecelakaan. Disinilah manusia perlu mengalami koreksi.
Sebaliknya dibalik omnipotent Allah hadir kekuasaan yang menumbuhkan kesadaran untuk terus bersykur. Tulisan mene, mene tekel ufarsin hendak mengingatkan manusia bahwa dominasi kekuasaannya terbatas dan rapuh (fragile). Allah memberi kekuasaan kepada manusia untuk mewujudkan damai sejahtera dan bukan dalam perspektif mabuk kuasa.
Sahabat-sahabat terkasih,
Marilah kita mengagungkan Allah dalam kuasa-Nya yang besar dan memberi pemaknaan yang tepat dan benar soal kuasa. Di minggu Adven ini kita semua diingatkan untuk terus mawas diri sebagaimana dikemukakan Paulus. Paulus berkata, “Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku” (2 Kor 12:9b). Kuasa Allah dimuliakan dalam kita terutama dalam kelemahan karena Ia “dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita” (Ef 3:20). Kuasa Allah yang bekerja memelihara kita demi kemuliaan, terlepas dari dosa kita (2 Tim 1:12), dan oleh kuasa-Nya kita tidak tersandung (Yudas 1:24).
Hadirkan kuasa-Nya yang membangun, menasihati, dan bertumbuh dalam kebenaran. amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|