Dibaca : 23857 x
KhotbahSabtu, 25 Nopember 2017 Imamat 10:1-7 MELAYANI ALLAH HARUS KUDUS

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Istilah pelayanan kepada Tuhan dewasa ini semakin mengalami kekeringan makna sebab dikemas dengan berbagai keinginan yang palsu dan hipokrit. Istilah pelayanan kepada Tuhan lalu menjadi genting ketika atas nama pelayanan kepada Tuhan, disiplin rohani ditiadakan, perenungan diabaikan, bahkan soal ke-kudus-an bisa disingkirkan. Pertobatan tidak lagi menjadi yang hakiki sebab urusan ‘melayani Tuhn’ diatas semua.
Dewasa ini segala sesuatu dikatakan dengan istilah pelayanan, namun pada dasarnya adalah melayani diri sendiri agar nampak cemerlang dimata manusia. Pelayanan seperti ini adalah pelayanan palsu yang berujung kematian sebab didasarkan pada rencana dan kehendak sendiri dengan mengabaikan ketetapan Allah.
Persembahan adalah tindakan umat sebgai jawaban atas karya Allah maka ketika persembahan diberikan kepada Allah hal itu bukan karena Allah berkekurangan. Persembahan adalah sebuah jawaban kongkrit atas pengakuan bahwa Allah bertindak nyata/kongkrit dalam kehidupan umat. Maka mempermainkan pelayanan dan persembahan merupakan pemberontakan pada Allah, sekalipun dengan tampilan dan kemasan yang nampak rohani.
Sahabat-sahabat yang Tuhan kasihi,
Perisitiwa Nadab dan Abihu adalah peristiwa yang menolong kita untuk menilisik kembali diri sendiri. Apakah pelayanan saya adalah pelayanan yang hidup, yang kudus dan berkenan kepada Allah (Roma 12:1). Apakah pelayanan yang kita lakukan justru sedang memadamkan api semangat, api pertobatan, api pembaruan, dari umat yang kita layani?
Hal yang perlu dikemukakan kepada kita semua adalah selalu mawas diri sebagaimana pemazmur, "Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari"~Maz. 25:4-5
Maka peristiwa Nadab dan Anihu adalah peringatan bahwa memilih untuk melakukan pelayanan yang kudus artinya menghadirkan pelayanan yang menghidupkan dan bukan mematikan. Ketika pelayanan dilangsungkan tanpa pertimbangan-pertimbangan yang menghidupkan maka pelayanan itu tidak berkenan kepada Allah. Pelayanan yang menghidupkan harus dimulai dari keluarga. Pelayanan yang menghidupkan adalah pilihan untuk setia pada ketetapan-Nya. Pelayananyang menghidupkan adalah pilihan dan pilihan itu punya kuasa yang besar.
Marilah kita semakin tunduk di hadapan Allah sebab kita semua adalah alat ditangan Tuhan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan baik. Berikan yang terbaik bagi Tuhan tetapi harus dengan motivasi yang kudus, jangan main-main dengan pekerjaan-Nya. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|