aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 22633 x

Khotbah
Minggu, 12 Nopember 2017
Ezra 2: 59-63
MEREKA BUKAN KELOMPOK KITA?

MEREKA BUKAN KELOMPOK KITA?
MEREKA BUKAN KELOMPOK KITA?

Ezra 2: 59-63

--------------------------------------------------------

Minggu, 12 November 2017



Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,



Menjadi bagian dari kelompok yang kembali dari pembuangan di Babel merupakan hal penting sebab bukankah dalam kelompok terbentuk solidaritas? Perjalanan pulang ke Yerusalem rupanya bukan hal sederhana bagi sekelompok orang yang tidak terdaftar dalam silsilah (ayat 62). Ketika nama mereka tidak terdaftar maka identitas mereka diabaikan sehingga ada yang dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam (ayat 62). Nama mereka yakni bani Habaya, Hakos, Barzilai adalah nama yang tidak tercantum, tidak tercatat yang dengan demikian menurunkan nilai kehadiran mereka. Mereka hadir di tengah umat tetapi tidak hadir dalam arti sebenarnya. Mereka berinterkasi dengan umat tetapi status mereka menjelaskan bahwa mereka bukan bagian dari umat.



Ezra memang hadir dengan semangat besar untuk memperlihatkan bahwa kehadiran Allah di tengah-tengah umat adalah kehadiran untuk umat dan bukan mereka yang tidak terdaftar namanya. Proses pembangunan Bait Suci hanya diperuntukkan bagi mereka yang namanya terdaftar dalam silsilah yang ada. Mereka yang tidak terdaftar sekalipun hadir di tengah-tengah umat statusnya tetap sebagai yang tidak terdaftar.

Nama yang terdaftar lalu menjadi elemen penting untuk terlibat dalam karya pembangunan Bait Suci. Nama yang terdaftar lalu menjadi petunjuk yang melegitimasi seseorang dalam perannya di tengah umat. Sebagai umat milik Allah mereka menghayati betul status mereka yang istimewa (band. Yes. 43:1). Persekutuan sebagai umat sekaligus memikul batasan yang sangat kuat antara aku dan kau. Nama adalah salah satu bentuk pernyataan terbatasnya sebuah korelasi. Terbatasnya sebuah komunikasi, sebab ada yang tidak tertulis namanya.



Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,



Kembali dari pembuangan yang diwarnai euforia spiritual adalah kepulangan yang berdampak pada meninggalkan segala sesuatu di Babel dan memasuki ketidaknyamanan di Yerusalem. Mereka yang pulang adalah mereka yang mengimani bahwa status mereka sebagai umat Allah artinya harus ada tanah perjanjian. Maka mereka yang tidak punya nama dalam silsilah adalah mereka yang memikul beban ganda yakni: tidak dapat terlibat dalam komunitas umat dan tanah perjanjian bukanlah tanah mereka.



Kita dapat membayangkan bagaimana persoalan yang dialami oleh umat menjadi demikian pelik. Karena nama yang tidak terdaftar dalam silsilah berujung pada persoalan yang mereka tanggung seumur hidup.



Sahabat-sahabat terkasih,



Inilah yang kemudian diperlihatkan oleh Kristus Yesus dalam perjumpaan dengan umat. Ia tidak terpaku pada nama yang ada dalam silsilah atau tidak. Jika Ia hanya mempedulikan mereka yang namanya ada dalam silsilah maka Ia akan menolak perempuan yang sakit pendarahan, Ia akan mengabaikan perempuan pelacur, Ia tidak akan memasuki rumah Zakheus, sebab bukankah mereka semua masuk dalam kelompok yang tidak memiliki nama dalam silsilah?



Yesus yang hadir di tengah umat memberi nama yang baru bagi mereka yakni nama yang lebih memulihkan keberadaan mereka. Ia tidak menanyakan siapakah namamu tetapi pertanyaan-Nya selalu apa yang harus Kuperbuat bagimu (Mark 10: 36)



Sahabat-sahabat yang terkasih,



Firman Tuhan memberi pengarahan kepada kita agar tidak menjadi persekutuan dengan sifat elite, hanya kelompok tertentu, membangun tembok-tembok pemisah. Firman Tuhan mengarahkan kita untuk menjadi gereja yang tanpa nama sehingga setiap nama dapat berpartipasi. Keselamatan dari Allah adalah keselamatan bagi setiap mereka dengan nama masing-masing. Jika pada jaman Ezra nama menjadi penting tetapi Tuhan mau menunjukkan bahwa Ia bisa berkarya melalui Koresh yang pasti namanya tidak terdaftar dalam silsilah. Maka gereja yang mengagungkan nama adalah manusia yang gagal dalam memahami kehadirannya sebagai umat tanpa nama.



Nama lalu menjadi identitas nilai yang mau menunjukkan bahwa Tuhan tahu siapa nama kita dan Ia memanggil kita dalam relasi yang dekat dan hangat melalui nama. Sungguh ironis kalau persekutuan gereja masih tumbuh subur pengelompokkan karena ‘nama kepentingan sama’ dan menganggap yang lain ‘tidak bernama’. Sungguh memalukan jika warga gereja masih hidup dengan pengkotak-kotakan atas nama dalil suci.



Sudah waktunya kita hadir dan berperan dalam kekuatan nir-nama, sebab setiap karya kita tidak ditentukan oleh nama. Ada yang nama Petrus tapi pelaku kejahatan, lalu masihkan identitas primordial, delusi akut sebagai umat dan ilusi kebenaran firman terus dipertahankan. Warga gereja tidak boleh bersifat individualistis, tetapi warga gereja juga tidak boleh membangun sekat dalam persekutuan karena dapat meruntuhkan nilai kebenaran yang seharusnya diperlihatkan yakni ‘kebenaran tanpa nama’ sebab kebenaran untuk semua nama. Beribadalah dengan sungguh-sungguh dan kita akan disambut dunia untuk mewujdukan ibadah sejati, ibadah tanpa nama. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518