Dibaca : 22628 x
KhotbahMinggu, 29 Oktober 2017 Lukas 10:1-7 THE ART OF SERVICE

Sahabat-sahabat yang yang terkasih dalam Kristus Yesus
Pelayanan itu sebuah seni sebab yang dilayani adalah Seniman Agung yang mengahadirkan karya-karya megah - magnifico. Pelayanan itu sebuah seni sebab kehidupan adalah gerak yang berlangsung aktif dan meletup-letup dengan hasrat mencapai kebahagiaan. Dalam pelayanan yang demikian maka keberadaan seorang pelayana perlu berjiwa terbuka terhadap kreatifitas yang mencairkan kebekuan.
Kristus Yesus dalam perpektif Injil Lukas memang menonjolkan semangat untuk ‘keluar’ dari kebekuan yang didasari sentimen primordial. Kristus Yesus tampil dengan semangat menggebu-gebu untuk menembus tembok yang memisahkan umat yang beribadah dan umat yang berperilaku ibadah (band. orang Samaria di ayat 25 dst).
Melalui kisah pengutusan ini hendak dikemukakan seni dari pengutusan yang akan mempertebal perilaku pengutusan dan bukan sekedar ritual pengutusan. Sebuah pengutusan yang cerdas dan taat azas ditunjukkan melalui pengutusan berdua-dua mendahului-Nya. Bukankah ini taat azas sebab pengutusan berdua hendak menunjukkan adanya kesaksian sebuah karya yang sah dan bukan berita palsu (hoax). Melalui kisah pengutusan ini hendak diperlihatkan bahwa yang atas nama kerohanian namun dalam perilaku yang buruk akan merendahkan berita pengutusan itu sendiri. Sapiens est qui prospicit - orang yang beijaksana adalah orang yang melihat jauh kedepan adalah jiwa dari sebuah pengtusan. Maka ketika Yesus mengutus ke-70 murid, Ia sedang memandang jauh kedepan bahwa tuaian memang banyak tetapi pekerja yang kurang (ayat 2). Ketika Ia memandang jauh kedepan memperlihatkan bahwa tuaian itu bukanlah milik murid tetapi milik si Pengutus yang mempercayakan milik-Nya kepada para murid.
Sahabat-sahabat yang terkasih,
Melalui kisah pengutusan tujuh puluh murid ini dapat kita temui pesan-pesan rohani yang melengkapi kita semua sebagai murid. Pertama, kita semua diutus memberitakan kabar baik dan kabar baik itu harus memiliki legitimasi. Kabar baik itu harus bisa dipertanggungawabkan sehingga tidak menjadi kabar hoax. Kabar baik yang bisa dipertanggungjawabkan adalah kabar yang disertai saksi. Ada saksi yang melihat bahwa kabar baik itu diberitakan. Saksi yang menyaksikan bahwa sebuah rumah pantas menerima damai-sejahtera (ayat 5).
Kedua, kabar baik itu kita beritakan dalam keyakinan bahwa kita pantas untuk menerima upah (ayat 7). Upah itu bisa hadir dalam beragam bentuk namun dalam konteks ini adalah hasil dari kerja keras dan usaha. Mereka yang bekerja keras dan berusaha patut mendapat upah dalam karya mereka sebagai utusan Allah di pabrik, di kantor, di bisnis apapun. Mereka yang bekerja keras dan berusaha mereka pantas untuk mendapat damai sejahtera. Mereka pantas untuk merasakan sukacita ketika menjadi bidan dan membantu terjadinya persalinan di pos-pos pelkes. Karena itu Yesus tidak merendahkan upah yang diperoleh dengan kerja dan pantas. Para murid harus kerja keras dan usaha dan bukan hanya berdoa dan menanti berkat dari pasukan langit.
Ketiga, para murid yang diutus adalah perlu kerja keras dan usaha yang akan menghasilkan kreatifitas dalam meneruskan kabar baik. di samping itu para murid akan berhadapan dengan medan yang sulit juga manusia yang dengan perilaku jahat. Para murid diutus ke tengah-tengah keadaan yang demikian menakutkan untuk apa? do nothing. Hadir di tengah-tengah serigala bukanlah alasan untuk berkonfrontir sebab kita hanya domba. Namun Sang Pengutus tidak akan berdiam diri. Dialah yang akan membela kita di tengah keadaan yang sulit. Dialah yang akan menjaga kita bagai seorang gembala yang tidak berdiam diri.
Maka seni dari pelayanan adalah: kita bukan pemilik pelayanan maka jangan melayani seperti kitalah sang pemilik. Perintah Paulus demikian: Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kol. 3:23). Pelayanan yang kita lakukan adalah pengutusan yang dapat dipertanggungjawabkan dan pengutusan yang disaksikan. Artinya pengutusan kita adalah pengutusan dalam karya yang turut dirasakan oleh banyak orng sehingga setiap mulut akan mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan.
Selamat memasuki medang pengutusan dengan kualitas seni Avant-Garde.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|