Dibaca : 23448 x
KhotbahMinggu, 22 Oktober 2017 1TAWARIKH 6: 31-47 HIDUP ADALAH PUJIAN BAGI ALLAH

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Memuji Allah dalam sebuah persekutuan yang beribadah merupakan respons terhadap karya Allah yang perlu diwujudkan dengan serius. Kenapa serius? sebab Allah yang dipuji lewat nyanyian adalah Allah yang hidup dan telah berkarya dalam sejarah kehidupan umat. Pujian umat sekaligus memberi gambaran yang istimewa bahwa hidup bisa saja ‘up and down’ seperti not setiap lagu namun ketika diletakan dalam pemahaman memuji Allah maka ‘up-and down’ kehidupan memperkaya umat.
Memuji Allah lalu menemukan bentuk yang istimewa sebab didalam nyanyian terungkap keyakinan tentang karya Allah yang tidak berubahdan didalam pelayanan hendak diteguhkan tentang perjalanan hidup ke masa depan.
Memuji Allah yang salah satu istilah Ibrani bagi "pujian" adalah yadah, yang berarti "memuji, bersyukur, atau mengaku." Satu istilah lain yang diterjemahkan sebagai "pujian" dalam Perjanjian Lama adalah zamar, "menyanyikan pujian." Kata ketiga yang diterjemahkan sebagai "pujian" adalah halal (akar kata haleluyah), yang berarti "memuji, menghormati, atau menghargai." Ketiganya menyampaikan ide memanjatkan syukur dan hormat bagi Dia yang layak dipuji. Maka memuji Allah yang dilakukan dengan penuh hormat menunjukkan bahwa umat mengakui kedaulatan Allah
Di sisi lain memuji Allah menjadi penting karena dalam pujian ada pengakuan bahwa umat adalah umat yang terbatas dan Allah adalah Allah yang tidak terbatas dan tidak bisa dibatasi ruang geraknya. Allah yang tidak terbata itu menyatakan diri-Nya sebagai pembebas. Jika raja Daud menata seluruhpenyanyi dengan nama mereka dan posisi mereka, Daud hendak menunjukkan bahwa setiap orang bertanggung jawab sesuai dengan nama dan posisinya. artinya dalam keberagaman nama dan posisi itu mereka terikat secara harmoni menjadi satu di hadapan Allah. Allah yang menjadi muara dari persekutuan adalah Allah yang mencintai kerukunan (band Maz. 133: 1-3). Berkat dinyatakan ketika umat hidup dalam suasana rukun sekalipun umat adalah umat yang memuji Allah dalam keberagaman.
Apakah yang dapat kita pelajari dari firman Tuhan ini adalah:
1. Memuji Allah itu penting dan berbuah adalah salah satu bentuk pujian kepada Allah (Yohanes 15:8). Salah satu cara untuk memuliakan Allah adalah dengan berbuah untuk menunjukkan bahwa pujian kepada Allah selalu hadir dalam karya nyata. Karya iman yang memperlihatkan diri kita yang terbatas di hdapan-Nya yang tidak terbatas.
Pujian itu perlu dilakukan dengan serius dan serius juga kehidupan ini dijalani sebagai bentuk pujian kepada Allah. Seringkali kalau urusan di luar kerja orang bisa sangat serius tetapi untuk yang berhubungan dengan pelayanan gereja orang bisa berlaku semaunya. Melayani Tuhan ketika dipahami hanya dalam bingkai normatif maka yang terjadi adalah peujian kepada Allah yang indah namun tidak hidup dalam keseharian.
2. Memuji Allah itu penting dan memuji-Nya dalam keberagaman menjadi pelajaran yang kuat bahwa setiap orang tidak sama namanya dan posisinya. Namun ketika diletakan dalam kepentingan memuji Tuhan maka setiap orang perlu memberi yang terbaik namun tidak menjadi rival bagi sesamanya. Pujian yang dikumandangkan dalam suara yang harmoni menunjukkan bahwa kebersamaan itu penting dalam upaya menghadirkan persekutuan yang berkualitas.
Memuji Allah menjadi pengikat yang menentukan persekutuan itu adalah perskutuan yang hidup melayani atau persekutuan yang hanya bersaing dalam pelayanan. Memuji Allah menjadi wadah yang menundukkan egoisme dan individualisme seseorang dan memberi diri menjadi bagian dari persekutuan yang saling bahu membahu dalam pelayanan.
Dengan demikian maka memuji Tuhan tidak hanya pada masa kini tetapi sekaligus menunjukkan ada perjalanan ke masa depan. Masukilah masa depan pelayanan sebagai diaken-penatua, sebagai paduan suara dan sebagai persekutuan yang mengakui bahwa segala kemuliaan hanya untuk Tuhan lewat nyanyian dan lewat karya iman.
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelahmu tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|