aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 23438 x

Khotbah
Minggu, 13 Agustus 2017
1 Korintus 11:2-12
MENAATI PERATURAN MEMBEBASKAN

MENAATI PERATURAN MEMBEBASKAN

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus Kasihi,



Ke-Kristen-an adalah soal cara hidup sehingga ke-Kristen-an sangat berkaitan dengan kehidupan beribadah yang tidak bersifat ritual saja tetapi adalah ibadah yang bersifat aktual. Dalam pengajaran Paulus hal yang bersifat aktual harus bersumber dari AJARAN KEBENARAN. Kebenaran yang diteguhkan melalui pola hidup yang memuliakan Allah. Ajaran kebenaran itu tidak membuat kehidupan menjadi terbatas, sebaliknya dalam keterbatasan hidup terbentuk pola pikir yang sehat.



Paulus menyatakan bahwa hal yang utama adalah soal KEPALA (ayat 3). Paulus tidak berbiacara tentang hal yang bertentangan antara laki-laki dan perempuan, sebaliknya Paulus mengemukakan tentang pentingnya laki-laki dan perempuan memahami bahwa Yesus Kristus adalah Kepala bagi mereka. Jika Yesus menjadi Kepala maka seluruh alur kehidupan mereka sangat dipengaruhi oleh kemauan untuk dikuasai oleh sang Kepala.



Paulus hendak mengemukakan beberapa hal mendasar dalam kaitannya dengan Kepala:



1. Ayat 1-2 : Paulus memberi penekanan yang kuat terhadap hal menjadi teladan. Jemaat di Korintus memerlukan keteladanan dari seorang yang percaya kepada Yesus. Maka soal keteladanan menjadi penting. Bukankah ibadah menjadi tidak berarti ketika ibadah tersebut hanya menjadi soal ritual dan kehilangan makna aktual. Artinya kewibawaan seorang murid Yesus tidak ditentukan oleh ibadahnya tetapi oleh cara hidupnya agar kewibawaan Yesus tetap terjaga.



Dalam konteks inilah Paulus memberi anjuran yang sehat terkait kebiasaan waktu itu di Korintus dimana kehidupan yang amoral menjadi persoalan sehari-hari. Paulus tidak berbicara tentang fashion tetapi tentang apakah fashion itu dapat mempertegas keteladanan dalam masyarakat. Hal ini nampak dari ayat 13 (pertimbangkanlah sendiri).



Kegembiraan dan sukacita menjadi murid Yesus memang bersumber dari kebenaran bahwa Yesus adalah yang utama dan bukan soal kebiasaan. Dan Yesus adalah Kepala bagi laki-laki dan perempuan maka laki-laki dan perempuan perlu menjaga dan merawat kewibawaan mereka agar melalui perilaku kehidupan mereka Yesus Kristus dimuliakan.



2. Ayat 12-16. Paulus menegaskan bahwa baik perempuan maupun laki-laki memiliki kewajiban yang sama dalam memahami bahwa segala sesuatu adalah berasal dari Allah. Jika segala sesuatu berasal dari Allah maka segala sesuatu itu baik adanya termasuk dalam hal rambut dikepala. Yesus bahkan memakai rambut sebagai gambaran ajaran-Nya (Lukas 21:7). Jadi dalam hal kebiasaan di Korintus, Paulus lebih menkankan makna kehadiran dan kewibawaan Yesus Kristus. Jadi bukan soal cara memakai tudung atau tidak. Hal yang utama haruslah yang dipahami terlebih dahulu.



Ini tidak berarti bahwa orang bisa beribadah dengan sesuka hati dalam hal pakaian. Sebab bukankah yang utama adalah Kristus yang berpengaruh dalam hal penampilan. Penampilan perlu dijaga namun penampilan bathin perlu terus menerus memperoleh perhatian.



Dengan pemahaman demikian maka setiap murid Kristus dapat berpikir panjang dalam melakukan sesuatu. Pikiran panjang apakah kehadirannya senantiasa menjaga kewibawaan Yesus Kristus. Sebab Ia adalah Kepala, dan sebagai Kepala, Ia  selalu menjadi sumber segala yang baik dan berguna. Amin



Sent from my iPad


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518