Dibaca : 27366 x
KhotbahMinggu, 23 Juli 2017 Amsal 22:1-6 PEMUDA YANG BIJAKSANA

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi.
Sadar atau tidak setiap hari kita harus bersaing dengan apa yang paling berpengaruh dengan anak-anak kita. Kuasa dari pengaruh demikian besar sehingga apabila tidak kita tanggapi kehidupan kita menjadi terganggu, keluarga menjadi lebih bermasalah, relasi suami-istri menjadi lebih rumit dan melelahkan.
Hari ini kita diminta untuk membaca dan merenungkan apa yang disampaikan dalam Amsal 22: 1-6. Sang penasihat memberi arahan yang bersifat praktis dan mudah dicerna, mudah dimengerti namun sangat sulit untuk diwujudkan. Kita berada dimasa yang sukar untuk terus menggenggam Firman Tuhan sebab pada saat yang sama ada kuasa yang juga besar hendak memengaruhi kita untuk meninggalkan Tuhan. Ketika nilai hubugan manusia dengan Tuhan begitu rendah dan nilai hubungan dengan ke-duniawi-an begitu tinggi sehingga segala yang baik dan benar menjadi tidak berarti. Misalnya berapa banyak orang yang akan memilih reputasi (nama baik) yang tidak didapatkan dalam waktu singkat dibandingkan dengan kekayaan. Berapa banyak orang yang akan memilih kaya dan berapa banyak orang yag akan memilih reputasi? Ini bukan hal yang sederhana sebab kita berada dimasa BERKUASANYA PENGARUH. Budaya modern dengan K-Pop, kemajuan tehnologi informasi yang begitu hebat menghadirkan pengaruh yang tidak sederhana bagi genarasi anak-anak kita dan bahkan diri kita sendiri sebagai orangtua. Mari kita perhatikan bagian bacaan Amsal 22: 1-6 yang memberi pengajaran dengan jitu.
A. Ayat 1-5 Nama baik lebih berharga dari kekayaan besar (great riches). Nama baik yang disandingkan dengan kekayaan besar menunjukkan bahwa nama baik sangat berharga. Nama baik bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja namun melewati sebuah perjalanan panjang yang didalamnya seseorang mau untuk belajar. Dengan demikian maka nama baik tidak sekedar slogan yang umum dipercakapkan namun merupakan gaya hidup yang berpengaruh. Sang pengajar memberi NILAI YANG TINGGI pada nama baik kenapa? Sebab nama baik berhubungan manusia lain. Nama baik TIDAK DITENTUKAN oleh harta sebab harta tidak bisa memberi respon hanya manusia yang bisa. Itu sebabnya Paulus menasihati Timotius, akar segala kejahatan adalah cinta uang (1 Tim. 6:10). Orang yang mencintai benda mati adalah orang yang abnormal sebab benda mati tidak bisa memberi respons manusia yang bisa. Maka dalam konteks masa kini pengajaran tentang NILAI yang ditempatkan dalam hubungan dengan Yesus menentukan tindakan dan kreatifitas setiap orang percaya khususnya para PEMUDA.
Menjadi bijak dalam menjalani kehidupan merupakan hal penting sebab kekacauan yang dihasilkan oleh dunia sungguh hebat dan memeiliki daya rusak yang tinggi sehingga manusia tidak lagi diperhatikan sebagai mahluk Tuhan tetapi sangat ditentukan oleh nilai yang rendah yang ditempatkan dalam relasi tersebut. Maka diperlukan sebua usaha yang serius untuk dapat dengan biak menjalani kehidupan.
1. Mengenal Diri Sendiri. Siapakah engkau? Seseorang yang tidak mengenal dirinya sendiri akan memberi nilai yang rendah terhadap dirinya dan mengambil keputusan bunuh diri tidak menunggu waktu yang lama seperti Chester Benningtons (Linkin Parks- i"m holding on why is everything so heavy?). Dengan mengenal diri sendiri dan memberi nilai diri yang tinggi pada diri sendiri akan menentukan sikap kita terhadap diri kita sendiri. Kalau nilai diri rendah maka yang terjadi merusak diri sendiri.
2. Memainkan kunci yang tepat pada irama kehidupan membtuhkan sikap belajar untuk terus menerus mengubah pola pikir. Irama kehidupan memerlukan penyesuaian tentang siapa diri kita dan siapa Allah kita sehingga kita tidak kehidlangan identitas diri kita. Mereka yang menjadi generasi muda merupakan generasi yang berubah dan karena itu irama diri kitapun memerlukan penyesuaian. Yesus tidak mengecilkan permasalahan ketika diperhadapkan dengan 5000 orang sebab Ia memberi nilai yang tinggi terhadap lima roti dan dua ikan (Mark 6: 38) dan hasilnya adalah mujizat besar.
3. Menerima diri sendiri. Merupakan sikap terbuka terhadap kenyataan dan tidak menyesali kenapa saya lahir berkulit hitam, kenapa saya lahir di tengah keluarga miskin. Kenapa, kenapa. Menerima diri sendiri memperlihatkan kearifan dan kebajikan yang perlu ditanamkan sebagai bibit yang kecil dan nampak sederhana. Menerima diri sendiri adalah sikap setiap pada perkara kecil. Setiap pada penugasan yang diberikan oleh Allah dalam bentuk yang kecil.
Maka menjadi pemuda yang berhikmat diperlukan suatu medan pelatihan yang memadai, tanah yang subur agar benih dapat tumbuh dengan baik. Untuk itu semua sebagai orangtua kita melatih mereka (train up) dengan penyesuaian jaman yang terus bergerak dan meyakini bahwa hidup anak-anak tetap terjaga oleh Allah sebab Ia mengasihi mereka. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelahmu tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|