Dibaca : 25122 x
KhotbahMinggu 16 Juli 2017 Kejadian 24:1-9 BAPAK YANG MENGASIHI KELUARGA

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Semakin jelas seseorang mengenal dirinya semakin jelas juga apa yang akan didapatnya dimasa depan. Masa depan anda berada didalam diri anda sendiri sehingga apa yang saudara lihat pada diri saudara itulah masa depan. Contohnya biji buah apel. Dari biji buah apel itu akan tumbuh pohon apel dan ada buahnya dan didalam buah apel itu ada lagi biji apel. Agar biji buah apel bertumbuh maka diperlukan tanah yang subur, lingkungan yang baik, pupuk yang baik.
Sikap Abraham dalam rencananya dengan masa depan Ishak sangat ditentukan oleh bagaimana sikap Abraham memahami dirinya sendiri. Abraham sebagai seorang bapak yang sangat dipengaruhi oleh Firman Tuhan adalah bapak yang meyakini masa depan anaknya berada dalam tuntunan Allah. Pengenalan ini penting sehingga Abraham dapat berdiri pada keyakinan yang telah mengubah hidupnya dan berada pada usia lanjut. Maka hal penting yang hendak disampaikan melalui renungan Kejadian pasal 24:1-9 adalah demikian.
1. Pasangan yang sepadan akan merawat masa depan (Ayat 1-5).
Sikap tegas Abraham mengenai pasangan Ishak meruapakan sikap yang tumbuh dari keyakinan Abraham tentang Firman Tuhan. Pemikiran Abraham yang bersumber dari ketaatannya pada Tuhan menjadi hal penting dalam menentukan masa depan anaknya. Keyakinan Abraham adalah biji yang akan tumbuh sebagai pohon dengan akarnya yang kuat. Tanggung jawab Abraham bagi keluarga pertama-tama tidak berdasarkan harta benda. Tanggungjawab itu pertama-tama ditampilkan Abaraham dalam hubungannya dengan Tuhan. Soal harta penting tetapi bukan utama sebaba ketika seseorang yang kaya dalam pikirannya maka ia akan memperkaya dirinya dengan nilai yang tinggi. Abraham menentukan sikapnya berdasarkan hubungan yang dekat dengan Tuhan.
Menjadi seorang bapak dewasa ini bukanlah hal mudah sebab berkaitan dengan beragamnya pengaruh yang sifatnya merusak. Menjadi bapak yang mengasihi keluarga pertama-tama diperlihatkan melalui hubungannya dengan Tuhan. Dalam hubungan dengan Tuhan maka seorang bapak tahu apa yang harus ia lakukan terhadap masa depan anaknya. Dengan pengenalan diri yang kuat terhadap karya Allah dalam hidupnya maka seorang bapak akan menghadirkan pengaruh yang sama bagi masa depan anaknya. Lingkungan yang sehat dalam keluarga menjadi hal penting untuk diwujudkan sehingga melalui tindakan, melalui pikiran, melalui keyakinan yang dimiliki seorang bapak dalam hubungannya dengan Tuhan membuat dirinya berhasil.
2. Berhasil
Ada banyak yang mau menuai tetapi tidak mau menabur. Untuk bisa berhasil diperlukan sebuah kerja keras dan dimulai dengan setia pada hal kecil. Hamba Abraham meyakini bahwa keberhasilannya maka itulah berawal dari suatu sebab. Demikian dengan pernikahan jika kita ingin berhasil maka kita perlu untuk menghayati dasar dari keberhasilan (Amsal 10:22 nkjv). Sukses tanpa kerja kerasa hanya ada dalam kamus dan bukan kenyataan. The true blessing adalah berhasil dan keberhasilan itu tidak menambah penderitaan dikeberhasilan.
Dalam keberhasilan diperlukan nasihat. Nasihat siapakah yang saudara mau dengarkan. Apa saja yang anda dapatkan baik maju atau mundur ditentukan oleh sebuah hubungan. Dalam relasi terkandung langkah penting. Sebuah hubungan dimulai dengan perkenalan (introduksi), kemudian dilanjutkan dengan kontak untuk tahu siapa yang diperkenalkan. Kemudian mulai bergaul dan masuk dalam persahabatan (friendship).
Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa tidak semua perkenalan perlu dilanjutkan pada tingkat persahabatan. Hamba Abraham memperlihatkan bahwa dalam hubungan dengan Tuhan, ia dimungkinkan jeli dalam membangun relasi. Rob Thomson katakan bahwa SEBUAH HUBUNGAN YANG TIDAK MEMBAWA MANFAAT MAKA HUBUNGAN ITU TIDAK PERLU DILANJUTKAN. Kalau saudara merenungkan sebuah keberhasilan maka tidak bisa tidak saudara mulai mempersiapkan. Itulah kekuatan dari sebuah renungan yang berujung pada persiapan diri. Maka sebuah keberhasilan kan ditentukan oleh nasihat, pergaulan dan merenung. Renungkan Firman Tuhan maka akan
Dalam kaitannya dengan HUT Pelkat PKB hendak dikemukakan bahwa jadilah Bapak yang berhasil. Berhasil dalam mewujudkan tanggungjawab di tengah keluarga, pekerjaan dan relasi kita. Berhasil mengenal diri sendiri sehingga berhasil juga mengenalkan Kristus bagi generasi berikut. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|