Dibaca : 24985 x
KhotbahMinggu, 09 Juli 2017 Mazmur 118: 1-8 FIRMAN TUHAN SEBAGAI DAYA BATIN

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Terdapat perbedaan yang tajam antara kebahagiaan yang semu dan kebahagiaan yang substansial. Kebahagiaan semu bagaikan seseorang yang menggaruk tubuhnya dan terasa menyenangkan namun sifatnya temporer. Kebahagiaan yang substansial adalah sebuah penataan terhadap hasrat dan keinginan yang berkecemamuk dalam pikiran seseorang dan dapat diarahkan kepada kebajikan (Plato). Rumusan kebahagiaan demikian dapat berjumpa dengan kedalaman pemahaman yang hakiki tentang makna hidup seseorang. Artinya kebahagiaan lalu tidak dipahami sebagai sebuah property yang dapat diperjualbelikan.
Pemazmur menyatakan hal yang mendasar tentang kebahagiaan bahwa mereka yang berbahagia adalah mereka yang diberkati. Mereka yang berbahagia dalam perspektif berkat adalah mereka yang mampu mengolah berkat itu menjadi energy untuk terus terus menyatakan kebenaran. Kebenaran bisa saja menampilkan wajah yang menakutkan namun siapa yang berpegang pada kebenaran akan diberkati, akan bahagia (Maz. 119: 1 NLT- Joyful are people of integrity). Jadi kebahagiaan tidak berhenti pada rasa, namun menghadirkan tindakan yang berguna bagi banyak orang. Amsal 3: 18 bahkan secara eksplisit menyatakan bahwa setiap orang yang berpegang kepadanya akan disebut bahagia, yakni ia yang mendapat hikmat dan memeproleh kepandaian (Amsal 3:13).Maka kebahagiaan lalu bukanlah sebuah rasa yang murahan dan tidak berkelas namun sebuah karya yang terbaik dalam hubungannya dengan Allah dan sesama.
Sahabat-sahabat yang terkasih,
Dunia menawarkan model kebahagiaan yang berbeda dengan gagasan kebahagiaan yang dikemukakan Firman Tuhan. Sebab kebahagiaan yang sifatnya sesaat selalu terpaku pada hal-hal besar. Sebaliknya firman Tuhan mengarahkan kita pada kebahagiaan yang bersifat detail, kecil. Artinya berkat yang membahagiakan adalah dalam memperhatikan karya Allah yang sekalipun nampak biasa namun berujung pada berkat bagi sesame.
Firman Tuhan hari ini mengarahkan kita pada bagian yang paling esensial dalam kehidupan yakni bagaimana memahami diri sendiri dalam perspektif berkat Tuhan.
1. Ayat 1-3, mereka yang diberkati adalah mereka yang berpatokan pada Firman Allah. Mereka yang antusias untuk menerjemahkan Firman Tuhan tersebut dalam kehidupan. Respon yang akan muncul adalah hidup yang tidak bercela (integrity). Tentu ada perbedaan yang mendasar antara mereka yang hidup menurut ajaran Firman Tuhan dan mereka yang tidak. Perbedaannya nampak pada tanggapan, respons atas berbagai peristiwa. Mereka yang belajar dari Firman Tuhan akan terus menerus diperbarui (Roma 12:2 … renewing his mind). Dalam terjemahan Living Bible dikemukakan sebagai rejecting compromise with evil etc (v.3) yang menunjukkan bahwa kebahagiaan hakiki adalah bertahan dalam kebenaran yang diterangi Firman Tuhan.
Firman Tuhan menjadi energy untuk tetap menyatakan ketangguhan dalam bergumul dengan berbagai persoalan. Hal ini diawali dengan pembaruan akal budi yang dituntun oleh Firman Tuhan sehingga setiap orang yang memberi diri dituntun oleh Firman Tuhan akan memiliki komitmen dan berintegritas. Dengan kepercayaan inilah setiap orang dimungkinkan berjumpa dengan kebahagiaan yang hakiki.
2. Ayat 4-8 memperlihatkan sikap pemazmur untuk terus belajar pada Firman Tuhan sehingga mengalami perbaikan / koreksi. Mereka yang hidup dalam keterbukaan untuk dikoreksi oleh Tuhan adalah mereka yang menempatkan diri dalam kesediaan untuk mengalami kesakitan. Sakit sebab yang buruk hendak dikikis habis, sakit sebab yang jahat hendak ditundukkan.
Pemazmur menjelaskan bahwa kehadiran yang bermakna selalu ada kesediaan untuk terus belajar dan berharap agar tidak mengulang dosa lagi.
Don’t let me slip back into sin again (v 8 Living Bible).
Firman Tuhan yang menjadi daya untuk tidak jatuh kembali dalam dosa merupakan pengajaran yang indah. Sehingga kita semua dapat terus berupaya menjadi yang terbaik sekalipun dalam hal yang kecil yang dipercayakan Tuhan kepada kita.
Sahabat-sahabat yang terkasih
Dalam Perjamuan Kudus saat ini kita dituntun untuk menghayati pengajaran Tuhan dalam Firman-Nya. Kita diarahkan untuk melihat bahwa hidup yang Tuhan anugerahkan adalah hidup yang berharga. Demikian berharganya kita sehingga Ia berkenan untuk memberi yang terbaik bagi kita. Belajarlah Firman Tuhan, teunlah didalamnya dan hidupkan dalam kehidupan sehari-hari. dengan begitu maka kebahagiaan kita bukanlah benda yang bisa diperjualbelikan. Sekaligus bukan emosi yang berubah-ubah tetapi kebenaran yang hakiki dalam hidup berdasarkan kehendak-Nya. Disitulah terletak bahagia yang sejati. maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|