aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 27623 x

Catatan Refleksi
Jumat, 10 Februari 2017
Ulangan 30: 11-20
HIDUP ADALAH SOAL FOKUS DAN KONSISTEN

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,


Hidup bukanlah hal sederhana sebab berkaitan dengan kehadiran sebagai manusia yang terus berjumpa dengan kenyataan dan juga mengalami perubahan. Setiap perubahan akan menempatkan seseorang pada kegamangan dan membutuhkan penyesuaian yang memadai agar mampu menampilkan keotentikan diri. Dalam perspektif iman Kristen hidup yang dianugerahkan Tuhan adalah hidup dalam kenyataan yang terus berubah dan karena itu memerlukan keyakinan pertumbuhan kearah memahami kehendak-Nya secara sempurna (Kolose 1:9).


Jika hidup dijalani demikian maka dalam pandangan teks kita saat ini nampak beberapa pengajaran utama:


1. Ayat 15-18, soal fokus merupakan hal penting karena berhubungan perubahan secara kuantitas dan kualitas yang memungkinkan hadirnya godaan yang akan mengaburkan makna kehadiran seorang anak Tuhan. Jika kita fokus pada Tuhan maka sikap tersebut akan membuahkan sikap yang jelas dan terarah kepada Tuhan. Apa yang dikemukakan oleh Musa sebelum memasuki tanah perjanjian adalah sebuah usaha untuk mengingatkan. Peringatan Musa berhubungan dengan perubahan yang terjadi dan akan dialami oleh umat. Mereka yang tadinya berpindah-pindah selama 40 tahun kini akan menjadi umat yang menetap. Menjadi umat yang menetap artinya mereka perlu dan harus mengubah cara pandang mereka terhadap kenyataan. Umat sekarang bergumul dengan persoalan yang berbeda karena yang dihadapi bukan masalah militer tetapi masalah yang fundamental yakni masalah Iman. Umat yang berjumpa dengan perubahan memerlukan keteguhan untuk tidak ikut berubah dalam menyembah Allah.


Musa menyatakan bahwa penyembahan Allah merupakan sikap yang tepat dan benar berkaitan dengan masa depan mereka di tanah perjanjian. Berada di tanah perjanjian tidak berarti bahwa persoalan sebagai umat Allah selesai tetapi merupakan tantangan tersendiri karena berada dalam kondisi yang baru, keadaan yang baru dan tantangan yang baru. Seluruh keadaan yang baru ini memerlukan sikap yang tegas. Maka fokus kepada Allah merupakan jawaban atas semua keadaan yang baru tersebut.


Dalam konteks masa kini banyak sekali hal baru telah muncul dan menjadi bagian dari kehidupan setiap hari. Perubahan yang selalu kita temui merupakan kenyataan yang tidak bisa dihindari sebab bukankah kehidupan ini sungguh sangat dinamis. Semua kenyataan ini membutuhkan kejelasan cara pandang kita terhadap kenyataan. Maka fokus kepada Allah bermuara pada kehidupan yang bukan saja secara kuantitas tetapi kualitas. Fokus kepada Allah merupakan tindakan yang tepat karena akan berkaitan dengan makna Perjanjian. Hubungan perjanjian inilah yang menjadi pondasi dari kehadiran mereka di tanah perjanjian.


Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,


Ayat 20, jika fokus sudah terjadi maka seruan Musa adalah undangan memasuki hubungan yang jekas dan bersifat konsisten. Konsistensi ini penting sehingga menjadi orang percaya tidak bersifat temporer apalagi insidentil. Musa dengan tegas menyatakan bahwa kematian akan dialami oleh mereka ketika mereka membelakangi Allah. Kematian disini bukan saja kematian secara fisik tetapi yang pasti adalah kematian secara rohani.


Artinya dalam kehadiran sebagai umat Allah di tanah perjanjian diperlukan ketekunan, diperlukan konsistensi. Umat harus konsisten agar melalui kehidupan yang diwarnai dengan syukur memberi makna bahwa kehidupan selaku umat tetap terjaga dan terpelihara. Di tanah perjanjian umat perlu dengan jelas menyatakan bahwa kehadiran mereka adalah dalam kerangka beribadah kepada Allah. Maka kehadiran sebagai umat yang beribadah adalah sesuatu yang berlangsung secara terus menerus dalam kehidupan nyata (band. Roma 12:1)


Dalam konteks masa kini dapat ditegaskan bahwa setiap bentuk konsistensi adalah sebuah proses yang menentukan. Hal ini penting sebab konsistensi pada masa kini bukanlah hal yang mudah. Dalam bahasa gerejawi konsistensi dapat disebut dengan kesetiaan. Kesetiaan menjadi hal penting karena tanpa kesetiaan kematian akan terjadi. Artinya ketika kesetiaan tetap terjaga dan terawat maka dalam kesulitan sekalipun kita tetap setia kepada Tuhan Yesus.


Maka kesetiaan adalah kata penting dalam perjalanan mengikuti Yesus, karena tanpa kesetiaan maka kita akan mengalami penurunan kualitas spiritual. Tanpa kesetiaan maka kita akan menjadi orang percaya yang tumpul dalam menjawab berbagai persoalan sehingga mengambil jalan pintas, lari dari kenyataan bahkan meninggalkan Tuhan Yesus.


Kini kita selaku umat Allah memerlukan dua hal yang mendasar tadi yakni FOKUS pada Tuhan Yesus dan SETIA mengikuti-Nya.


Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persektuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin.













Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Catatan Refleksi:

Selasa 7 April 2026
RUANG RINDU (Letto)

Jumat, 16 Agustus 2024
MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKA

Selasa, 21 Februari 2023
SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHA

Sabtu, 24 Desember 2022
DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTA

Sabtu, 04 Juni 2022
GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKES

Jumat, 31 Desember 2021
PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUN

Rabu, 07 Juli 2021
KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA

Rabu, 22 April 2020
NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPAN

Rabu, 13 Nopember 2019
HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIAN

Selasa, 29 Oktober 2019
TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)

Arsip Catatan Refleksi..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2)