Dibaca : 26236 x
KhotbahMinggu, 11 Desember 2016 Mazmur 33:1-22 KEBAHAGIAAN - PROPERTI ATAU EMOSI
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Bahagia adalah kata yang sangat diharapkan dan diinginkan oleh manusia dalam menjalani kehidupan. Kebahagiaan menjadi kata yang sakti sehingga seluruh upaya manusia diarahkan untuk mendapatkannya. Kebahagiaan bagaikan amunisi yang menggerakkan semua potensi manusia untuk bisa merumuskannya dalam alur kalimat yang meresap dalam diri. Bahagia bisa menjadi mantra ajaib yang mampu menyihir akal sehat dan merendahkan diri di bawah bayang-bayang keserakahan yang tanpa batas.
Para filsuf merumuskan kebahagiaan dari berbagai sudut pandang bahkan menyatakannya secara logika. Aristoteles misalnya menganggap bahwa kebahagiaan adalah hasil dari pendidikan moral yakni bahagia kalau berbuat baik dan merasa malu kalau berbuat buruk. Artinya seluruh bentuk kebahagiaan berpusat pada diri manusia dan manusia yang dapat mencapai kebahagiaan.
Sahabat-sahabat terkasih,
Dalam bacaan ini pemazmur mengundang segenap umat memasuki suasana yang bahagia. Umt bersukacita dalam pemahaman menghayati pengalaman hidup bersama Allah. Umat yang bersukacita ini menjadi umat yang dengan jelas dapat menguraikan tindakan Tuhan dalam kehidupannya. Kebahagiaan dalam pandangan iman Kristen adalah percaya kepada Yesus Kristus yang sudah bangkit (bacalah Yoh. 20:29). Percaya terhadap karya Allah yang kemudian mempengaruhi sikap orang percaya terhadap kehidupan.
Sikap itulah yang dikemukakan oleh pemazmur sebagai perwujudan kebahagiaan yakni:
1. Menghayati firman Tuhan sebagai dorongan untuk mengucap syukur (ayat 4). Firman Tuhan yang mengatur kehidupan manusia sehingga baik pikiran dan perbuatannya selalu didasari oleh percaya pada Allah yang menata segala sesuatu dengan baik. Didalam firman-Nya terkandung kuasa yang memberi pemahaman bahwa manusia bisa memberi tanggapan secara benar atas seluruh karya Allah dan menghargai setiap tindakan Tuhan yang membebaskan. Sehingga bersorak-sorai, memuji Tuhan, bersyukur , bernyanyi (ayat 1-3) bertumpu pada penghayatan yang kuat terhadap firman Tuhan.
Menghayati Firman Tuhan dengan sungguh-sunguh akan mendorong setiap orang tiba pada pengakuan bahwa oleh Yesus Kristus dan karya keselamatan-Nya maka setiap manusia dapat memasuki makna kebahagiaan yang abadi. Kebahagiaan yang tidak terkontaminasi oleh berbagai aliran filsafat, kebahagiaan yang murni karena dasarnya adalah karya Allah yang menuntun dan mengarahkan manusia untuk selalu memberi tanggapan terhadap-Nya melalui perbuatan, perilaku yang baik.
Saat ini orang berburu kebahagiaan yang selalu tiba pada kekecewaan, sebab kebahagiaan bukanlah soal barang atau property, kebahagiaan bukan soal rasa atau emosi, tetapi soal pengakuan dan penghayatan terhadap pengakuan tersebut bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang bangkit. Di minggu advent ke-3 ini, kita semua diundang memasuki kebahagiaan yang mendasar dan hakiki bahwa kita percaya kepada karya keselamatan-Nya sehingga pengharapan tidak pernah pupus.
2. Keterpilihan (ayat 12) sebagai orang percaya bukan karena didasarkan pada kualifikasi manusia tetapi lebih kepada kualitas keterpilihan tersebut. Artinya kita diplih bukan karena memenuhi semua unsur agar layak dipilih tetapi kita terpilih bertolak dari kasih karunia-Nya yang luar biasa. Ia yang sudah memilih kita kemudian menjaga umat pilihan-Nya. Kalau Tuhan sudah memilih kita, janganlah kita menjadi sombong. Itu bukan hasil usaha kita tapi karena kasih karunia (Ef. 2:8). God has a plan, yaitu supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap (Yoh.15:16) dan melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya (Ef. 2:10).
Maka ketika Allah memilih umat-Nya, Ia memilih untuk menjaga mereka dari rencana dan rancangan bangsa-bangsa (ayat 10) tetapi memberlakukan rencana dan rancangan-Nya turun temurun (ayat 11). Inilah pilihan Allah dan pilihan-Nya membawa pemahaman bahwa setiap orang percaya harus hadir dengan sikap dan tanggung jawab menjaga nilai keterpilihan tersebut. Tuhan memandang (ayat 12-13) dari surga, Ia memandang setiap umat-Nya agar umat-Nya berkarya dalam pandangan-Nya dan membawa kebajikan. Harapan terhadap kemampuan manusia sungguh terbatas dan mengecewakan tetapi harapan terhadap karya Allah sungguh menghadirkan kelepasan (ayat 19).
Inilah bahagia yang sesungguhnya yakni mengakui keterpilihan sebagai karya Allah untuk meneruskan karya-Nya bagi sesama. Sukacita besar terjadi ketika manusia mengakui kedaulatan-Nya dan berkarya dalam kebahagiaan. Selamat berbahagia, selamat bersukacita. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|