Dibaca : 26426 x
KhotbahMinggu, 4 Desember 2016 Yesaya 52:1-6 KOBARKANLAH BERITA DAMAI

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Berada di tengah keterpurukan akibat pembuangan di Babel, Israel berada dalam suasana yang tidak menyenangkan. Tertawan, tertindas, terikat, terjajah adalah kenyataan yang dialami oleh umat dan merendahkan martabat mereka. Keberadaan sebagai umat Allah kini terpuruk dan terhina telah menghanyutkan mereka dalam kekelaman tanpa harapan. Suasana yang tidak berpengaharapan menempatkan umat pada keputusasaan. Sungguh keadaan yang ironis dan mengenaskan.
Namun hal utama dibalik kenyataan pahit ini adalah `...nama-Ku terus dihujat sepanjang hari� (ayat 5). Reputasi-Nya selama ini direndahkan dan diabaikan sehingga tidak lagi mendapat tempat yang istimewa. Karya Allah yang menghidupkan umat direndahkan oleh Babel dan reputasi-Nya dihujat sedemikian rupa sehingga menusuk hati dan menyakitkan.
Sahabat-sahabat terkasih,
Di tengah keadaan yang demikian sang nabi menyampaikan kabar baik kepada umat di pembuangan. Bangunlah, bangunlah (LAI: terjagalah) di ayat 1. Bangunlah, bangunlah adalah sebuah perintah untuk menegaskan bahwa bangunlah atau terjagalah untuk mengalami kepastian pembebasan. Bangunlah dan terjagalah merupakan dorongan yang dilakukan oleh Allah seperti seseorang yang dengan penuh kasih berlutut dan mengangkat dagu seseorang yang terkulai lemah.
Maka melalui bagian pertama ini hendak dikemukakan bahwa umat harus bangun dan memandang keselamatan yang Allah lakukan. Umat tidak boleh `tertidur pulas� dalam keputusasaan dan berpikiran keliru bahwa keselamatan tidak pernah terjadi. Sebab jika Allah membebaskan umat dari Mesir, Allah yang sama adalah Allah yang juga akan membebaskan dari Babel.
Ayat 1-2 Sang Nabi menyampaikan dukungan dan dorongan agar umat tidak hanya tertunduk tetapi mengangkat muka memandang Tuhan. Yerusalem sebagai kota Kudus karena kehadiran Allah dan menjadi lambang kebersamaan Allah dan umat, kini mengalami perlindungan-Nya (band. Yes.51:17). Umat yang selama ini terhina dan tertindas kini mengalami pertolongan-Nya untuk kembali mengalami pembebasan.
Kepada umat dikemukakan bahwa Allah tidak pernah berhenti berkarya dan senantiasa memperhatikan umat-Nya. Allah melakukan pembebasan sebab reputasi-Nya tidak bisa direndahkan oleh umat lain yang tidak bersunat. Allah bertindak membebaskan adalah pokok pikiran utama yang harus tertancap dalam sanubari umat. Debu penghinaan yang selama ini dialami umat akan dikebaskan dari umat sehingga kewibawaan-Nya muncul.
Dalam konteks kekinian dapat dikemukakan bahwa segala kenyataan yang pahit akan mengalami perubahan. Suasana penindasan yang selama ini dialami oleh umat kini mengalami pembebasan oleh karya-Nya. Nada pengharapan kembali disuarakan agar umat tetap memiliki keyakinan bahwa Allah mereka adalah Allah yang hidup dan terus berkarya.
Inilah berita sukacita yang kembali dikumandangkan bagi kita di Minggu Advent ke-2 bahwa Allah terus berkarya. Janganlah terpuruk dalam permasalahan tetapi senantiasalah memandang Tuhan. Memasuki kenyataan yang pahit dewasa ini maka berita sukacita adalah jawaban yang diperlukan. Yesus sendiri menegaskan hal itu bahwa Ia hadir dan menjumpai setiap orang yang tertunduk dan terpuruk bahwa Ia tetap menyertai umat-Nya. Jangan pernah terbersit dipikiran kita bahwa Ia berdiam diri sebab Ia mengasihi umat dengan kasih yang kekal.
Sahabat-sahabat terkasih,
Allah tidak membiarkan nama-Nya direndahkan dan ketika pembebasan berlaku, nama-Nya kembali dimuliakan. Reputasi-Nya selama ini tidak dapat diabaikan begitu saja tetapi perlu terus mendapat tempat utama dalam kehidupan umat.
Ayat 3-5 menunjukkan bahwa karya keselamatan adalah anugerah yang bertumpu pada kasih karunia-Nya. Karya keselamatan adalah anugerah yang tidak terlepas dari hakikat-Nya sebagai Pencipta yang terus berkarya.
Maka umat yang mengalami anugerah-Nya adalah umat yang perlu terus mengingat bahwa keselamatan tidak terjadi kekuatan umat. Keselamatn dan pembebasan yang dialami oleh umat akan terus bergema sebagai karya tindakan Allah. pemberitaan tentang karya keselamatan yang dilakukan Allah senantiasa didasari oleh pemahaman bahwa `sesungguhnya orang yang membusungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya (Hab. 2:4)
Dalam konteks sekarang di minggu Advent ke-2 kita diajak mengakui kesalahan kita jika kita bermegah di hadapan Allah. kita tidak dapat meninggikan diri sendiri dihadapan-Nya sebab hal itu adalah sebuah kekejian. Sebagai umat Tuhan dewasa ini dengan kerendahan hati kita perlu terus belajar bahwa kita hidup oleh karena percaya kepada-Nya.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Marilah kita terjaga, bangun, sebab waktu keselamatan yang dijanjikan Allah tidak pernah diingkari. Bangun dan jangan hanya mengeluh sebab Ia segera bertindak dalam kuasa-Nya. Dengan begitu, sungguh, tak ada tempat bagi kesombongan, sebab setiap keangkuhan akan direndakan oleh-Nya. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|