Dibaca : 29080 x
Catatan RefleksiRabu, 23 Nopember 2016 Filipi 3:17-21 KETELADANAN PAULUS
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus Kasihi
Dalam surat Filipi pada bagian bacaan saat ini dikemukakan oleh Paulus suatu ajakan untuk mengikuti keteladanan Paulus dan mereka yang telah meneladani Paulus (ayat 17). Ajakan Paulus ini tentu memiliki dasar yang kuat dan kokoh, sebab ia berani menunjuk kepada diri sendiri untuk menjadi teladan. Pertanyaannya ialah apakah Paulus sudah sempurna untuk diteladani. Pada ayat 12 "...... atau telah sempurna", menunjukkan bahwa Paulus mengakui bahwa dirinya tidak sempura. Lalu hal apakah yang hendak diteladani dari Paulus?
Pernyataan Paulus didasarkan pada kenyataan yang penting yaitu bahwa ia telah ditangkap oleh Yesus (ayat 13). Hal ini memperlihatkan iman Paulus kepada Yesus yang demikian kuat. Yesus menangkap Paulus atau Paulus ditangkap oleh Yesus mengindikasikan bahwa diri Paulus yang tidak sempurna namun mengalami perubahan dalam perjumpaan dan imannya kepada Yesus. Pengakuan iman Paulus sebagaimana dinyatakan pada ayat 20-21 menunjukkan bahwa Paulus tidaklah sama dengan mereka yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
Mereka ini hanya kelihatannya melayani tetapi mereka tidak percaya pada salib Kristus. Artinya pelayanan mereka hanya berorientasi pada kesenangan diri sendiri sehingga merendahkan salib Kristus. Pelayanan mereka hanya tertuju pada perut yakni kesenangan diri sendiri dan selalu merasa tidak cukup untuk bersyukur. Aib mereka adalah kemuliaan mereka, meunjukkan bahwa antara pelayanan mereka dan hidup mereka tidak pararel. Bicaranya tentang Tuhan tetapi perilakunya hantu, bicaranya tentang kasih tetapi hidup dalam kebencian dan kecemburuan yang bermuara pada hilangnya rasa syukur.
Sahabat-sahabat terkasih,
Jika demiakian keadaannya apakah yang patut diteladani dari Paulus? Paulus menunjukkan bahwa:
1. Hidupnya untuk Yesus Kristus. Paulus tidak sempurna namun dalam ketidaksempurnaan itu Paulus tetap meyakini bahwa Yesus sudah menangkapnya. Maka hidup Paulus adalah hidup untuk-Nya sehingga sekalipun berada dalam penjara, Paulus tetap percaya kepada-Nya bahkan menyatakan bahwa segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Fil.4:13). Mempercayakan diri pada Yesus dalam segala keadaan merupakan keteladanan Paulus yang menempatkan Yesus sebagai teladan hidupnya.
Maka sebagai murid Yesus dewasa ini keteladanan Paulus merupakan sebuah ajakan untuk tetap percaya kepada Yesus dalam keadaan apapun. Memahami bahwa diri kita sempurna dan karena itu dalam kerendahan hati mengakui karya Allah kepada kita. Menjadi murid Yesus adalah mempercayakan diri kepada-Nya.
2. Paulus menjadi "trendsetter". Mereka yang meneladaniku (ayat 17b) menunjukkan bahwa Paulus dalam hidupnya menghasilkan karya yang bermakna bagi sesama. Paulus hadir dan menjadi berkat bagi sesama sehingga mereka yang melihat Paulus dan dapat merasakan karya Tuhan melalui Paulus. Kesaksian Paulus memengaruhi banyak orang untuk juga menjadi teladan bagi sesama. Hal ini menunjukkan bahwa Paulus menjadi seorang yang membentuk kecenderungan yang artinya mampu memberi pengaruh positif bagi orang lain.
Maka sebagai murid Yesus saat ini kita diundang untuk membawa pengaruh yang baik bagi sesama. Menghadirkan pengaruh positif artinya memahami bahwa diri sendiri dipengaruhi oleh kuasa salib Kristus sehingga tidak menjadi seteru salib Kristus. Membawa pengaruh positif itulah keteladanan yang memungkinkan orang lain mengalami kekuatan dalam menjalani kehidupan.
sahabat-sahabat terkasih
Dewasa ini kita hidup dengan atmosfir pengaruh negatif yang demikian kuat melalu berbagai aspek. Moralitas yang buruk, kerohanian yang tidak mengalami pertumbuhan, kehidupan yang penuh dengan pikiran yang jahat, senang melihat orang lain menderita dsb. Semua hal buruk itu hendaknya tidak mengalihkan pandangan kita dari salib Kritus agar kita semua tetap menjadi berkat bagi sesama. Menjadi "trendsetter" yang positif bagi sesama. Pergumulan dan tantangan memang kita jumpai namun dalam keyakinan kepada-Nya kita dapat berkata "segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi keuatan kepadaku".
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya keteladanan kita tidak pernah sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Catatan Refleksi:Selasa 7 April 2026 RUANG RINDU (Letto)Jumat, 16 Agustus 2024 MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKASelasa, 21 Februari 2023 SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHASabtu, 24 Desember 2022 DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTASabtu, 04 Juni 2022 GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKESJumat, 31 Desember 2021 PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUNRabu, 07 Juli 2021 KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA Rabu, 22 April 2020 NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPANRabu, 13 Nopember 2019 HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIANSelasa, 29 Oktober 2019 TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)Arsip Catatan Refleksi..
Last Searches:
Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2) |