Dibaca : 25465 x
KhotbahMinggu, 20 Nopember 2016 Filipi 1:1-11 TINDAKAN NYATA DAN BENAR
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Surat kepada jemaat di Filipi merupakan surat yang bernada sukacita dari Paulus. Semangat sukacita ini menjadi penting sebab sukacita telah menjadi komoditas pada saat ini. Sukacita menjadi penting sebab dalam segala pergumulan diperlukan sukacita untuk bisa mengalami `recovery. Artinya sukacita menjadi berita sukacita yang menggemakan kasih Allah kepada manusia. Maka Paulus menyatakan bahwa dirinya bersukacita karena sekalipun berada dalam penjara Roma, namun Paulus mampu untuk menyampaikan sukacita yang dimilikinya. Sukacita tersebut berbasis pada pondasi utama yakni pengenalan akan Kristus. Sebagai hamba, Paulus mengutarakan dengan jelas dan transparan bahwa tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan. Pengakuan inilah yang memberi penjelasan bahwa semangat pelayanan Paulus dibangun berdasarkan hubungannya yang akrab dan dekat dengan Tuhan dan sekaligus dalam relasi yang hangat dengan Timotius. Melalui persekutuan mereka yang akrab maka Paulus dapat bertahan sekalipun mendekam dalam penjara. Itulah sebabnya Paulus memberi penekanan perlunya mengalami sukacita dalam segala hal (Fil. 4:4). Sukacita Paulus bukanlah sukacita emosional yang ditebarkan karena memperoleh sesuatu (ini namanya sukacita sebagai komditas) namun karena ia MENDENGAR keadaan jemaat di Filipi yang tetap bersekutu dalam Berita Injil (ayat 5).
Maka pengajaran pertama yang didapatkan melalui ayat 1-2 ialah sebagai hamba Yesus Kristus, ia menyapa jemaat dengan hangat. Sebagai hamba yang merdeka dan penuh dengan sukacita sekalipun menderita, tidak mengurangi sapaan hangatnya pada jemaat. Berita ini penting sebab pendekatan kepada warga jemaat adalah pendekatan sebagai hamba Tuhan dan bukan sebagai tuan. Pendekatan ini penting sebab dalam relasi hamba dengan Yesus Kristus relasi yang sama juga terjadi dengan umat. Gereja, khususnya para pelayan firman dan sakramen bukanlah tuan atas umat melainkan hamba yang mengalami sukacita bersama umat. Sukacita disini adalah sukacita kolektif dalam pemahaman bahwa sukacita tersebut bukanlah komoditas yang dilandasi pendekatan transaksional.
Dewasa ini sukacita menjadi barang mewah sebab manusia sedang mengalami penderitaan yang akut sebab tercerabut dari lahan berita Injil. Warga gereja perlu menjaga diri untuk tidak terseret dalam model sukacita yang berpusat pada menghalalkan segala cara. Warga gereja perlu menjaga dan merawat sukacita kolektif yang melibatkan dirinya berdasarkan relasi yang terjaga dengan sesama. Sahabat-sahabat terkasih Di sisi lain Paulus mendorong agar jemaat di Filipi memiliki pengetahuan yang benar dan pengertian yang baik. Pengetahuan yang benar dan pengertian yang baik akan memberi makna pada setiap pilihan (ayat 9-10). Ini berarti sebuah pilihan yang didasarkan pada sikap hati-hati. Kata memilih (dokimazein) artinya mencoba, menyelidiki sehingga setiap pilihan dilakukan dengan arif berdasarkan pengetahuan dan pengertian.
Melalui ungkapan syukur Paulus kepada Allah, Paulus sedang mengajar umat di Filipi untuk juga melakukan hal yang sama yakni bersyukur. Mengucap syukur dalam kehidupan yang suci yang dihasilkan dari pilihan yang tepat berdasarkan pada pengetahuan dan pengertian (band. Kol. 1:9). Pernyataan ini dengan tegas memberi pemahaman bahwa sukacita dalam pengetahuan dan pengertian adalah sukacita yang berujung pengucapan syukur kepada Allah. Sukacita yang tidak didasarkan pada kehebatan diri sendiri tetapi didasarkan pada pengakuan bahwa Allah bertindak menjaga dan memelihara umat. Sehingga penderitaan yang dialami oleh Paulus adalah peristiwa yang tidak dapat mereduksi makna sukacita sebaliknya semakin meneguhkan Paulus untuk menatap dengan keyakinan menerima kemuliaan dari Yesus Kristus. Maka kita diundang memasuki sebuah ruang berpengetahuan dan pengertian untuk melengkapi setiap warga jemaat saat ini. Pengetahuan dan pengertian yang berpusat pada Firman Tuhan akan memberi perspektif yang terang tentang masa depan yakni masa depan.
Maju terus bersama TuhanYesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya sukacita kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|