Dibaca : 25712 x
KhotbahRabu, 16 Nopember 2016 Yehezkiel 36:1-21 HATI-KU AKAN BAIK KEMBALI
 YEHEZKIEL 36:1-21
Pemulihan yang dilakukan oleh Allah terhadap umat adalah pemulihan yang berkaitan erat dengan nilai kemanusiaan. Artinya sekalipun umat telah mengalami penghukuman namun tidak tertutup ruang untuk memperbarui mereka dalam perspektif hubungan perjanjian. Hubungn erat antara Allah dan umat dipahami sebagai hubungan yang hidup dan penuh dengan dinamika untuk mempertegas nilai- yang disandang umat sebagai umat Allah.
Dalam konteks demikian maka pembaruan Allah terhadap umat diperlihatkan dengan mengaskan betapa berdosanya umat terhadap-Nya (ayat 17-18). Kehadiran umat yang disebut sebagai umat Allah menggambarkan keterlibatan Allah dalam kehidupan mereka. Maka setiap bentuk pengingkaran terhadap keterlibatan-Nya mendatangkan bencana bagi umat. Sukacita atas penghinaan terhadap umat menunjukkan bahwa penghinaan itu juga mengena kepada Allah (ayat 3-5). Keberdosaan umat terhadap Allah memang menempatkan umat di tubir kehancuran yang meremukkan arogansi mereka sebagai umat.
Allah adalah Allah yang tidak pernah kompromi dengan dosa tetapi kasih setia pembaruan-Nya bagaikan amunisi yang tidak pernah habis. Kasih Allah yang memperbarui tidak bertolak dari kemapanan manusia dalam memahami dirinya melainkan bertolak dari insiatif Allah yang membendung segala bentuk kecongkakan yang didemontrasikan manusia. Israel maupun Edom adalah mereka yang arogan dan bertindak destruktif sebalikya kasih setia Tuhan selalu mengandung pembaruan dan pemulihan yang bersifat konstruktif.
Dari pasal 36 ini kita dapat belajar untuk memperhatikan dua hal mendasar yakni:
1. Sebagai umat Allah, Israel telah mempermalukan Allah. identitas umat sebagai umat Allah memang penting sebab dipikul umat dalam hubungan dengan-Nya. Ia menghendaki agar umat perlu selalu mempertimbangkan gerak kehidupan mereka. Gerak kehidupan yang selalu diwaspadai atau hati-hati akan menolong umat memahami bahwa kasih setia-Nya bukanlah bernilai murah atau murahan. Kasih setia-Nya dibangun dengan hati yang meluap dengan harapan bahwa umat akan menyadari dan memahami keadaan mereka dihadapan-Nya.
Dalam konteks masa kini sebagai warga gereja kita perlu menjaga gerak kehidupan yang berorientasi pada kemuliaan-Nya. Maka hubungan yang terjalin selalu didasari dengan kerendahan hati memaknai tindakan dan karya-Nya. Tidak dengan begitu saja Ia mengasihi namun dalam tindakan yang memulihkan maka umat memasuki fase baru sebagai manusia merdeka sebagaimana dialami oleh nenek moyang mereka yang dibebaskan dari Mesir.
Kesetiaan-Nya terhadap kita tidak lekang oleh jaman dan karena itu perlu dihayati dengan sungguh-sungguh. Sekali lagi jagalah gerak kehidupan kita untuk selalu menghayati bahwa sumber kehidupan adalah Allah sehingga tidak ada tempat bagi kita untuk merawat arogansi.
2. Hati-Nya adalah sumber pembaruan dan pemulihan. Allah bertindak untuk memulihkan umat-Nya sebab Allah adalah Allah yang tidak reaktif. Ia memberlakukan umat-Nya bagaikan anak yang terkasih. Ia menegur umat-Nya sebagai Bapa yang penyayang. Ia menghukum umat-Nya dalam tuntunan Roh yang membebaskan. Maka tindakan Allah sekali lagi bukan karena kualitas umat tetapi karena Ia menghendaki umat mengalami kehidupan dalam gerak kehidupan mereka.
Allah menyatakan kasih-Nya dari hati yang memperbarui dan memulihkan sehingga tindakan-Nya adalah arena demonstrasi di hadapan manusia. Allah menyatakan kasih-Nya sebab identitas-Nya adalah kasih yang juga tidak bersifat reaktif.
Maknanya bagi setiap anggota keluarga ialah menjadi pengikut Yesus haruslah menghadirkan kesaksian yang bermutu. Suatu kesaksian yang tidak berporos pada diri sendiri tetapi pada Allah. Maka setiap anggota keluarga perlu menjaga dan merawat pemahaman bahwa keluarga kita menjadi berarti oleh karena hbungan cinta kasih. Di samping itu keluarga juga memahami dan merawat pemahaman bahwa Allah adalah Allah dengan hati yang mengasihi (1 Yoh. 5:7)
Mengasihi adalah memulihkan. Mengasihi selalu berhubungan dengan pembaruan hati. Maka ketika Allah mengasihi, kasih-Nya terpancar dari hati yang penuh belas kasih. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|