aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 25442 x

Khotbah
Sabtu, 05 Nopember 2016
MENDENGAR UNTUK MELAKSANAKAN





Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,



Wahyu Yesus Kristus merupakan penyingkapan dari rencana dan karya Allah didalam Yesus Kristus yang ditujukan kepada orang percaya. Wahyu ini dikemukakan di tengah-tengah berkecamuknya aroma kebencian dan kekerasan yang dialami oleh umat. Maka setiap mereka yang mendengar nubuat ini dan menuruti apa yang terkandung didalamnya mereka akan mengalami kebahagiaan. Umat memang tidak melihat Yesus secara fisik tetapi ketika mereka percaya kepada-Nya maka mereka disebut berbahagia (lih. Yoh. 20:29, 1Petrus 1:8). Hal ini penting sebab sebagai umat yang sedang bergumul dengan berbagai kebencian baik terselubung maupun terang-terangan, umat memerlukan kekuatan yang akan menolong mereka menjalani masa pergumulan dan penganiayaan.



Biasanya mereka yang sedang berada dalam pergumulan akan merasa bahwa waktu demikian lambat dan panjang. Kapan masalah ini teratasi ada hubungannya dengan waktu yang harus dialami. Di tengah situasi ini Yohanes bersaksi bahwa `waktunya sudah dekat� (ayat 3). Waktunya sudah dekat untuk Allah bertindak menyatakan pembebasan. Waktunya sudah dekat untuk Allah menyatakan kehidupan sebab Ia adalah Allah bertindak dalam kehidupan. Sekalipun kematian dialami sebagaimana Yesus telah mati, namun Ia bangkit sebagai yang Sulung (lih. 1 Kor. 15:20).



Maka waktu yang dekat itu berkaitan dengan kebahagiaan dan kebahagiaan yang dialami bukanlah soal tidak ada masalah tetapi soal Allah menyatakan kuasa-Nya untuk membebaskan. Pembebasan dari semua tekanan yang dialami oleh umat merupakan tema yang dibungkus dengan keyakinan bahwa Yesus Kristus yang sudah bangkit adalah Yesus Kristus yang sudah mengalahkan maut.



Dari ayat 1-3 dengan jelas dikemukakan bahwa percaya kepada-Nya adalah percaya pada karya-Nya. Dan disinilah gereja harus memberi kesaksian, gereja harus senantiasa hidup dalam kesaksian bahwa sekalipun persoalan dialami oleh manusia tetapi mereka yang percaya pada-Nya akan tetatp mengalami kebahagiaan sebab Ia menyingkapkan apa yang terselubung. Misteri yang dibukakan sebab dalam relasi yang dekat adakah misteri yang tetap menjadi misteri?



Sahabat-sahabat yang terkasih,



Gereja hadir di tengah realitas yang menatang dan menolak gereja. Gereja tidak sekedar hadir dalam semangat romantisme semu tetapi berjuang dalam militansi penyertaan Allah melalui kasih karunia-Nya. Maka gereja yang selalu mendengar Firman-Nya dan menuruti Firman itu adalah gereja yang akan bersaksi terus sampai pada waktu-Nya Ia datang kembali.


Namun tantangan bagi gereja adalah kesediaan untuk terus mendengar Firman-Nya bukan sekedar baca Alkitab yang kadangkala masih minim. Gereja yang bersedia mendengar Firman-Nya adalah gereja yang terbuka terhadap FIRMAN dan tidak mengabaikan-Nya. Syarat utama untuk bersaksi adalah kemauan untuk terus belajar firman-Nya dan memberi kesaksian tentang Firman-Nya. Jika tidak gereja akan bersaksi tentang dirinya sendiri dan tidak tunduk terhadap perintah-Nya. Apakah perintah-Nya? Bersaksi, menjadi pribadi yang menghantar Yesus kepada sesama. Menjadi pribadi yang mempelihatkan Yesus bagi sesame. Itulah kesaksian dari gereja yang sesungguhnya.



Sahabat-sahabat terkasih,



7 jemaat dengan 7 masalah yang berbeda. 7 jemaat dengan 7 arahan-Nya yang berbeda jelas menunjukkan bahwa karya Allah sungguh amat kreatif. Seluruh kehadiran umat dengan masalahnya yang berbeda mendapat sapaan yang sama dengan isi yang sama yakni: Yesus Kristus yang telah menderita dan mati namun bangkit adalah Yesus yang telah membebaskan (lih. Ayat 5). Kuasa yang terkandung dalam kebangkitan itu jauh lebih besar dari segala kuasa yang berlaku di atas bumi. Kuasa yang didemonstrasikan melalui kebangkitan adalah kuasa yang bersifat konstruktif dan bukan destruktif.



Kuasa pembebasan yang konstruktif ini memberi jaminan kepada umat yang tengah berjuang berhadapan dengan kuasa destruktif. Sekalipun demikian umat akan pernyataan bahwa Dia adalah Alpha dan Omega menunjukkan bahwa otoritasnya tidak dapat diabaikan. Manusia tidak dapat menghadapi-Nya dengan setengah hati sebab kuasa-Nya sampai selama-lamanya (ayat 5). Itu berarti tidak ada kuasa apapun yang melebihi kuasa kehidupan yang dipancarkan melalui karya-Nya. Kuasa apapun tidak sederajat dengan kuasa kasih karunia yang bersumber dari-Nya.



Hal ini penting agar gereja menyadari bahwa gereja bersaksi tentang kuasa-Nya gereja berkarya dalam kuasa-Nya dan gereja percaya pada kuasa-Nya. Hal ini mendasar karena di tengah-tengah kuasa kebencian, kekerasan, ketidakadilan, gereja justru dituntut menyatakan kesaksian tentang kuasa-Nya yang menyembuhkan, merangkul, mengayomi dan mendewasakan. Kuasa-Nya sekaligus menekankan bahwa gereja yang berhadapan dengan setiap masalah kesaksian adalah gereja yang menghayati bahwa kuasa-Nya lebih besar dan lebih hebat dari setiap kuasa pergumulan. Gereja dilibatkan-Nya untuk terus menjadi sarana bagi pekerjaan mewujudkan damai sejahtera-Nya. Dalam konteks ini sekalipun mengalami banyak persoalan dan pergumulan gereja akan terus bersaksi tentang kuasa yang menyehatkan dan tidak ikut arus mewujudkan kuasa demonic.

Selamat hari ulang tahun GPIB, maju terus bersama Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah GPIB tidak sia-sia. amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518