aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 23628 x

Khotbah
Minggu, 30 Oktober 2016
Keluaran 33: 7-13
HIDUP MEMANG TIDAK MUDAH NAMUN HARUS DIJALANI

HIDUP MEMANG TIDAK MUDAH NAMUN HARUS DIJALANI
Ama Deum et serva mandata

Cintailah Allah dan taatilah peritah-perintah-Nya adalah sebuah pernyataan yang kokoh tentang hubungan yang hidup. Mencintai Allah tidak berarti lalu diam di tempat tanpa gerak apapun. Mencintai Allah tidak dapat direduksi dengan pemahaman bahwa berdiam diri merupakan satu-satunya jalan untuk mengatasi kesulitan. Mencintai artinya bergerak dalam gerakan yang bersifat maju, berputar tetapi tidak berputar-putar. Artinya dalam mencintai selalu ada upaya untuk berbincang, bercakap-cakap dan berkomunikasi.

Kekuatan yang dimiliki oleh Musa dalam memimpin bangsa Israel terletak pada komunikasi dan ketaatan terhadap isi komunikasi tersebut. Musa menempatkan hubungannya dengan Allah sebagai prioritas penting. Musa memahami bahwa hanya dalam hubungan komunikasi tersebut terletak kekuatan untuk terus melangkah menuntun umat yang dipercayakan Allah kepadanya.

Di sisi lain Musa menyadari bahwa umat yang keras hati merupakan persoalan internal yang harus diatasi. Di luar sana padang gurun telah menanti dengan berbagai persoalan yang ada dapat menjadi hambatan bagi umat. Jadi perjalanan ini juga memberi pengajaran tentang pentingnya bergantung kepada Allah yang berdaulat. Padang gurun dengan setiap spesifikasi masalah adalah kenyataan yang tidak terhindarkan dalam perjalanan menuju tanah perjanjian. Namun sekaligus di padang gurun juga umat sedang mengalami `pengasingan, `pembentukan `persalinan untuk hadirnya suatu umat dengan ketaatan yang jauh lebih baik.

Sahabat-sahabat terkasih,

Alur kisah yang ditampilkan dalam narasi ini adalah:

1. Ketaatan kepada Allah bukanlah pilihan (option) tetapi sebuah kebutuhan dalam menjalani kehidupan (ayat 7). Pertemuan Musa dengan Allah di Tabernacle sekaligus menegaskan bahwa umat perlu menyadari siapa diri mereka dan siapakah Allah yang membebaskan mereka. Ketaatan kepada Allah hanya dimungkinkan ketika umat mengenal diri mereka sendiri sebagai umat yang berdosa dan memerlukan pertolongan Tuhan dalam perjalanan hidup. Pastor Tim Keller mengemukakan bahwa janganlah taat kepada Allah agar mendapat sesuatu tetapi taat kepada-Nya untuk mendapatkan-Nya. Dan umat memulainya dengan melepas semua perhiasan mereka yang didaptkan di Mesir (ayat 6). Perhiasan dapat mengalihkan mereka dari perjalanan mereka seperti dalam kasus lembu emas.

Apa yang terjadi dalam kehidupan umat sekaligus menantang gereja pada masa kini dalam panggilan dan pengutusan. Semangat reformasi yang terus bergema di sepanjang jaman menjadi penanda bahwa ketaatan keada Allah memang perlu terus diperjuangkan, khususnya dalam menjalani kehidupan ini. Kita perlu taat kepada Allah dalam menjalani kehidupan bukan karena mendapatkan sesuatu tetapi dalam kedekatan dengan-Nya terjalin kekuatan untuk terus melangkah.

Kita bisa saja memilih untuk diam dan tidak `move on� namun dalam pemahaman bahwa taat kepada Allah yang terus berkarya maka kitapun melangkah bersama-Nya (band. Yoh.15:7). Ketaatan itulah yang akan membuka `percakapan� dengan-Nya dalam kedekatan yang mempesona sebab bukankah dalam ketaatan itu terletak pesona Ilahi yang luar biasa?
Marilah kita taat kepada-Nya dalam balutan kasih karunia dari-Nya sehingga terwujud sebuah relasi yang akrab. Keakraban dengan Allah yang dimulai dengan Ia mengenal siapa kita dan juga menyediakan ruang perjumpaan yang didasarkan pada kasih karunia (ayat 12)

2. Tiang awan adalah tegaknya penyertaan Allah (ayat 10). Penyertaan Allah yang berlangsung dalam tindakan membimbing dan mendampingi ditanggapi umat dengan sujud menyembah. Dalam peristiwa ini nampak bahwa umat adalah umat dan Allah adalah Allah pencipta.

Umat memahami bahwa percakapan Allah dengan Musa adalah percakapan Musa dengan mereka. Artinya sebagai penghubung antara Allah dan umat, Musa berperan penting dalam menjaga kewibawaan Ilahi dengan adanya jarak antara tabernakel dan kemah umat Israel waktu itu. Allah dalam kekudusan-Nya tidak terjumpai oleh manusia namun dalam keberdosaan manusia Allah menjumpai. Inilah berta Injil bahwa jurang pemisah antara Allah dan manusia kini telah diatas oleh inisiatif Allah.

Allah bertindak dalam hubungan yang istimewa dengan manusia sebab Ia adalah Allah yang mau mendekat kepada manusia. Dalam kedekatan seperti itulah pemazmur berkata dengan kekuatan imannya bahwa sekalipun aku berjalan di lembah kekelaman aku tidak takut bahaya (Maz. 23). Kekelaman hidup ini tidak dapat diatasi hanya dengan bersandar pada kekuatan sendiri namun pada kekuatan Allah yang bersahabat. Kehadiran-Nya bukanlah sekedar menyesuaikan diri dengan standar moralitas kita (Yahya Wijaya 2008:43) namun lebih dari itu mendorong kita untuk menemukan pertumbuhan yang terarah kepada-Nya dalam kematangan yang bijaksana (band. Kol.1:9).

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,

Maka kita dapat bersyukur bahwa ketaatan kita kepada-Nya adalah ketaatan yang didasarkan pada kasih karunia-Nya. Ia mengasihi dengan kasih yang bersahabat dan tidak mentolerir pengkhianatan. Kita hidup dijaman yang terbuka dengan bebrbagai turbulensi. Turbulensi ekonomi, keluarga dan berbagai hal dapat saja menggoyahkan kita. Namun melalui berita hari ini kita diundang memasuki hubungan yang taat dengan-Nya dan sekaligus mengakui kasih karunia-Nya serta meyakini bahwa sekalipun kita berada di bawah bayang-bayang maut, pemeliharaan-Nya menjadi kekuatan sejati untuk tetap `move on.

Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518