Dibaca : 24659 x
KhotbahMinggu,9 Oktober 2016 Matius 7:15-23 ASLI TAPI PALSU
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus Kasihi,
Dewasa ini antara asli dan palsu, benar dan salah, murni dan cemar sungguh sulit dibedakan. Kebenaran telah dipinggirkan sedemikian rupa dan disingkirkan oleh kepalsuan sehingga yang palsu menjadi terkemuka dan kebenaran dipunggungi. Kehadiran kebenaran selalu dicurigai dan ditanggapi dengan penolakan sebab kebenaran kadang menyakitkan lalu siapa yang mau disakiti oleh kebenaran?
Di sisi lain kehidupan yang semakin militan diperlihatkan oleh kepalsuan ketika militansi kepalsuan berorientasi pada keuntungan pihak tertentu yakni pelaku kejahatan. Kebenaran yang tidak bersifat militan akan menjad kebenaran yang penuh penyesuaian agar kepalsuan dapat bersinar terang.
Maka apa yang dicanangkan oleh Yesus dalam khotbah di bukit hendak melawan berbagai bentuk kepalsuan yang dihidupkan oleh nabi-nabi palsu. Nabi sebagai sebuah penyebutan yang tertuju pada seorang yang memiliki legitimasi menyuarakan pesan dari Allah kini menafsirkan pesan Allah dalam pespektif keuntungan dirinya. Suara kenabian yang seharusnya memiliki sifat kritis kini ditumpulkan oleh agenda terselubung yang parahnya diberi label ayat-ayat kitab suci.
Yesus melawan semua itu dengan menunjukkan bahwa setiap kepalsuan akan terbongkar seperti dikemukakan Yesus di ayat 16 dan 17. Hal ini sekaligus menyatakan bahwa betapa berbahayanya ajaran sesat yang dikemukakan oleh nabi palsu. Mereka menanamkan doktrin yang menguasai pola pikir umat dan mempesona umat dengan segala ungkapan yang manis-manis agar umat semakin percaya dan menuruti kehendak mereka (baca di 2 Kor. 11:13). Para nabi palsu ini juga memakai nama Tuhan untuk menyampaikan pengajaran mereka sehingga umat terperangkap dengan ajaran menyesatkan. Lalu bagaimana kita mengetahui bahwa itu palsu atau tidak? Maka peringatan ini ditujukan kepada semua pihak agar berhati-hati dengan ajaran yang disampaikan sekalipun dengan memakai ayat-ayat Alkitab.
Peringatan pertama kepada para pengajar, pengkhotbah, pendeta dan semua yang mereka yang terlibat dalam pemberitaan Firman Tuhan. Berhati-hatilah. Selidikilah dirimu sendiri sendiri, apakah motivasi yang terkandung dalam pelayanan kita? apakah ajaran yang kita sampaikan bermuara pada kebahagiaan dalam oleh kebenaran sebagaimana dikemukakan Tuhan Yesus dalam khotbah di bukit. Apakah kita cukup peka untuk memohon ampun atas kesalahan kita selaku pemberita dan bukan pelaku Firman Tuhan? Bukankah pemberitaan Firman Tuhan diposisikan dalam relasi transaksional. Ada hukum dagang yang berlaku yakni `supply and demand. `supply terwujud berdasarkan `demand. Kalau pelayanan hanya bersifat verbal dan bukan actual maka pernyataan Yesus segera terwujud yakni: `..enyahlah dari pada-Ku
Para pelayan yang dipercayakan memberitakan Firman Tuhan agar sungguh-sungguh mempersiapkan diri dalam pelayanan dan merawat pelayanan itu dengan baik. Caranya dengan selalu memberi diri memahamai apa yang menjadi kehendak-Nya dan bukan kehendak para pelayan. Pdt. Eka Darmaputera (alm) kemukakan demikian: ada 2 indikator apakah pelayanan itu disukai Allah yakni, apakah nama kita atau nama Tuhan yang dipermuliakan dan apakah pelayanan berdampak pada banyak orang? Kalau para pelayan meyakini hal itu maka percayalah bahwa pelayananmu diberkati Tuhan.
Peringatan kedua ditujukan kepada para pendengar. Murid Tuhan perlu memiliki militansi yang kuat dan kokoh dalam hal ajaran benar. Dengan menjadi murid Tuhan yang mengalami pertumbuhan dalam pengetahuan maka ajaran nabi palsu tidak pernah berhasil mengelabui. Para murid perlu terus membangun kerinduan untuk dituntun oleh Firman Tuhan yang kadangkala tidak selaras dengan keinginan kita. Para murid perlu kritis dan tidak begitu saja menelan semua yang manis padahal beracun sianida. Kebenaran kadang pahit tetapi menyembuhkan sebab didasarkan pada kerinduan menjadi saluran berkat bagi banyak orang.
Sahabat-sahabat terkasih,
Maka sebagai suami-istri Kristiani, kita perlu mewaspadai berbagai ajaran sesat yang disampaikan dalam spirit nabi palsu. Berbagai ajaran sesat itu menampilkan wajah rupawan tetapi mematikan dan berujung pada kehancuran. Jika suami-istri sedang diperhadapkan dengan sukacita dan kegembiraan, waspadalah agar tidak melupakan Tuhan dan bersyukur kepada-Nya. Jika dihadapkan dengan pergumulan dan tantangan jangan melulu hanya berdoa agar tidak mendapat masalah tetapi mari berdoa agar Tuhan kuatkan untuk mengatasi berbagai masalah. Kita tidak minta hujan berhenti tetapi minta Tuhan memberi dorongan yang kuat agar tetap melangkah menembus hujan dan tiba di tujuan. Militansi ini penting agar kita semua tidak terjebak dalam permainan iblis yang Nampak rupawan namun mematikan. Mematikan militansi kita dalam mengikut Yesus.
Kita bukan murid Yesus dengan kualitas bubur, tetapi dari waktu ke waktu semakin bertumbuh dalam kedewasaan untuk bisa membedakan manakah yang benar yang dikehendaki oleh Allah.
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerilah lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|