Dibaca : 24130 x
KhotbahMinggu, 04 September 2016 1 Samuel 1:1-18 HANA DAN EKSISTENSI SEORANG PEREMPUAN

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Dalam pembacaan Alkitab hari ini kita jumpai seorang yang bernama Hana (rahmat) namun hidup di tengah pergumulan yang tidak biasa. Sebagai seorang perempuan yang tidak memiliki anak di lingkungan Israel saat itu merupakan aib bagi seorang perempuan. Anak tidak hanya penting untuk menunjukkan adanya rahmat Allah namun sekaligus sebagai symbol kelanjutan sebuah generasi. Pergumulan Hanna adalah pergumulan soal eksistensi sebagai perempuan, soal eksistensi orang beriman dan soal eksistensi keluarga.
Hanna adalah gambaran bagaimana reaksi seorang perempuan yang tidak menertawakan Allah seperti Sarai, yang tidak mengancam seperti Rahel terhadap Yakub. Hanna adalah gambaran ideal tentang seorang perempuan yang dalam deritanya mengambil sikap berdoa dengan sungguh-sungguh, bahkan kata-katapun tidaklagi terucap (ayat 12-13). Seorang perempuan yang menghadirkan diri sebagai pribadi yang kokoh dengan permohonannya kepada Allah adalah perempuan pemenang yang mengalahkan segala pergumulan. Hannah adalah figure yang tidak terpengaruh oleh sikap sebagian besar umat yang menjauh dari Allah. Hannah menjadi pribadi yang tetap hadir secara konsisten di hadapan Allah yang hidup.
Maka kita dapat belajar bahwa pergumulan dalam kehidupan bisa menjadi dialami oleh siapa saja namun yang membedakan adalah tanggapan terhadap pergumulan. Datang kepada Allah bukan saja sikap yang benar tetapi datang kepada Allah sekaligus adalah kesediaan untuk mematuhi-Nya. Rencana-Nya bagi manusia yang percaya adalah rencana damai sejahtera dan masa depan penuh harapan. Doa menunjukkan bahwa dalam menghadapi setiap persoalan dalam kehidupan menjadi unsur pembeda dari manusia yang sudah berdosa dan bangga dengan dosanya (hofni dan pinehas).
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Di sisi lain masalah keluarga dialami oleh Hanna kontras dengan keluarga Eli yang tidak hidup dalam ketaatan pada Allah. Keluarga yang senantiasa taat pada Allah adalah keluarga yang mengakui dan memiliki sikap tegas untuk bertahan dalam ketaatan tersebut. Dunia di sekitar keluarga bisa saja menghadirkan pengaruh yang jahat, namun benteng keluarga yang taat pada Allah senantiasa kokoh menghadapinya.
Eksistensi sebagai keluarga yang taat kepada Allah senantiasa dipengaruhi oleh sejauh mana anggota keluarga itu mengandalkan Tuhan. Sejauh mana seorang ayah dan seorang ibu menghadirkan kualitasnya sebagai pribadi yang matang dan dewasa. Dengan mencurahkan isi hati kepada Allah seorang ayah dan ibu menjadi contoh menjadi teladan (band. Ayat 15) bagi anak-anak mereka.
Keistimewaan Hanna bukan hanya karena ia meminta hal besar tetapi keberanian untuk menjawab hal besar yang dilakukan Allah. Eksistensi keluarga Kristen bukan saja karena hidup bergantung kepada Allah tetapi menjawab tindakan Allah dengan memberi yang terbaik. Memberi yang terbaik dalam hubungan dengan Allah menjadi unsur pembeda dari banyak orang yang bisanya hanya meminta. Minta ini minta itu pada Allah tetapi tidak menghargai Allah dalam kehidupan.
Sebagai keluarga Allah yang juga bertemu dengan banyak persoalan marilah kia selalu menghayati bahwa rahmat-Nya tidak berkurang. Ketika orang percaya memohon belas kasihan Tuhan maka dapat dipastikan Ia akan bertindak membebaskan. Memohon rahmat Tuhan tidak berarti kita berdoa saja dan berharap segala sesuatu selesai tetapi dengan berdoa kitapun berkarya mengatasi setiap masalah bersama Tuhan. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|