Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi, Kisah tentang Nuh
merupakan kisah yang terkenal berkaitan dengan bahtera yang dibuat Nuh
dan banjir yang menenggelamkan bumi. Kisah heroik tentang pribadi yang
hidup dalam ketaatan kepada Allah (ayat 9) di tengah-tengah mayoritas
umat yang tidak taat. Ketidaktaatan selalu berkaitan dengan kerusakan,
sebab tidak taat menjadi benih dari tumbuhnya pohon kerusakan.
Kisah Nuh yang kita baca saat ini merupakan sebuah penekanan pada
pentingnya hidup dalam kebenaran. Kualitas kebenaran sebagaimana
dikemukakan oleh Firman Tuhan memperlihatkan betapa besar pengaruhnya
dalam hubungan dengan Allah yang benar. Maka ketika dikemukakan bahwa
Nuh itu hidup bergaul dengan Allah (he walked with God) hendak
dikemukakan bahwa kebenaran hanya dimungkinkan ketika langkah manusia
berusaha memenuhi kualitas langkah Allah. Manusia bisa saja gagal dalam
menyesuaikan langkahnya dengan langkah Allah, namun ketika Allah menjadi
manusia, Ia memungkinkan terjadinya langkah bersama-sama. Langkah-Nya
memungkinkan manusia melangkah dengan hati yang berkobar-kobar (ingat
perjalanan ke Emaus). Langkah-Nya memungkinkan langkah manusia dihantar
dalam keteraturan dan ketertiban dalam terang Firman-Nya (Maz. 119:105).
Semua ini menunjukkan bahwa langkah seorang yang menjunjung kebenaran
dapat dipastikan berhadap-hadapan dengan mayoritas langka kejahatan,
langkah yang rusak, langkah kekerasan (ayat 11-12).
Sahabat-sahabat yang terkasih,
Melalui pembelajaran ini kepada kita disampaikan bahwa jangan pernah
kita melangkah dengan sikap menyerah dan mengabaikan ketaatan kepada
Allah. Ketika berbagai skenario jahat dibangun dan direalisasikan oleh
mereka yang hidup dalam kebencian, iri hati dan kedengkian dan serakah
maka harus ada unsur yang membedakan dan selaras dengan kebenaran dalam
diri murid Tuhan.
Ketika pertimbangan pantas atau tidak, tidak
lagi dipersoalkan namun hanya soal bisa atau tidak bisa. Keputusan etis
tidak lagi mendapat tempat dan karena itu moralitas buruk disembunyikan
dalam senyum kemunafikan yang berbela rasa terhadap berbagai jenis
kejahatan. Inilah tantangan bagi setiap anak Tuhan, untuk tetap
menghidupkan panggilan dan pengutusannya dalam ketaatan kepada Allah.
Di samping itu narasi ini juga hendak menunjukkan bahwa ketaatan kepada
Allah dalam kebenaran merupakan dorongan untuk bertindak. Bahtera ini
tidak terjadi dalam satu hari, bahtera ini tidak dibangun dalam satu
malam. Ketaatan kepada Allah dan kebenaran-Nya memberi ruang konsistensi
kepada Nuh di tengah dunia yang mengagungkan ketidaksetiaan. Kehendak
Allah diwujudkan dalam konsistensi untuk terus berkarya sesuai
kehendak-Nya dalam rangkaian keselamatan keluarga. Inilah kualitas yang
harus diperlihatkan oleh murid dan pengikut Tuhan.
Bahtera dan gofir
lalu hadir dalam karya dan bukan istilah saja. Artinya selaku umat
Tuhan, kualitasnya harus nampak dalam karya dan bukan istilah. Artinya
manusia yang percaa kepada Yesus adalah manusia yang konsisten percaya
dan tidak berubah-ubah mengikuti selera pasar.
Sahabat-sahabat yang terkasih,
Inilah kualitas selaku umat Tuhan yang ada dalam dunia namun tidak sama
dengan dunia. Kualitas dunia adalah kualitas yang menyakitkan sebab
dibangun dengan mengabaikan keputusan-keputusan etis. Boleh atau tidak
sudah tidak lagi relevan, hanya bisa atau tidak yang menjadi pilihan.
Karena itu selaku umat Tuhan kepada kita dikemukakan bahwa, sekalipun
kita sendiri / minoritas janganlah tawar hati untuk selalu hadir dalam
ketaatan dan kebenaran di tengah mayoritas. Saya tidak bicara soal agama
tetapi soal sendiri dalam kebenaran dan mayoritas dalam kejahatan. Lalu
yang kejahatan ini memiliki kuasa lalu dengan kuasa itu menentukan
nasib seseorang lalu penentuan itu tidak lagi dengan keputusan etis
boleh atau tidak namun bisa atau tidak. Lalu ujungnya adalah pembunuhan
sistematis yang diberlakukan dengan kemasan maut.
Hindari
kejahatan, hindari ketidaktaatan, selalu melihat keluarga sebelum
menjalankan pekerjaan sebab seringkali di tengah keluarga Allah
berbicara kepada kita. Amin
Selamat Hari Minggu, selamat melayani bagi semua sahabat.