Dibaca : 23210 x
KhotbahMinggu, 5 Juni 2016 Kisah Para Rasul 11: 19-30 DISURUH DAN DIUTUS

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Ke-kristen-an merupakan jawaban dan tanggapan atas seluruh karya Allah yang mempesona setiap orang percaya. Menjadi Kristen lalu tidak hadir sebagai persekutuan yang hanya berorientasi ke `dunia di seberanga sana� namun berhubungan langsung dengan ke-kini-an. Keunikan mereka yang disebut Kristen adalah poros kehidupan mereka pada Yesus. Ke-kristen-an dan Yesus adalah sebuah kemustahilan untuk diabaikan sehingga menghadirkan manusia-manusia dengan semangat tertentu.
Menjadi Kristen dan disebut sebagai orang Kristen (ayat 26) adalah 2 hal yang berbeda dalam perspektif mentransformasikan gaya hidup Yesus. Ketika seseorang menjadi Kristen maka sejalan dengan hal itu adalah panggilan dan pengutusan. Seseorang yang menjadi Kristen tidak terlepas dari sebuah gagasan yang ideal tentang masa kini dan masa depan. Maka menjadi Kristen adalah sebuah pintu masuk rohani yang bertujuan untuk memberi tanggapan atas seluruh karya Allah. Disebut sebagai orang Kristen adalah ungkapan yang hendak mengabaikan eksistensi seseorang sebagai reaksi atas pilihan seseorang. Maka disebut Kristen bukanlah ungkapan romantis pada masa itu namun merupakan upaya menihilkan hakikat seseorang.
Sahabat-sahabat yang terkasih,
Berdasarkan perikop bacaan hari ini, maka dapat dikemukakan bahwa menjadi Kristen memerlukan kepiwaian mengelola hati. Kenapa? Sebab ketika menjadi Kristen berkaitan dengan:
1. Penganiayaan (ayat 19-21). Maka bukankah ini hal aneh, sebab menjadi Kristen dengan serta merta bertemu aniaya. Apakah kelebihan dari Kristen sehingga sekalipun mengalami aniaya tetap beredar. Aniaya tentu bukan pilihan, Yesus adalah pilihan dan ketika hal itu terjadi yakni Yesus adalah pilihan, maka penderitaan bukan yang utama. Inilah panggilan dan pengutusan setiap orang percaya, bahwa ia hadir dengan pilihan yang tepat dan utama yakni Yesus dan menghadapi akibat dari pilihan tersebut.
Inilah makna bulan pelkes GPIB bahwa pilihan terhadap Yesus menjadi dorongan untuk kokoh menghadapi pergumulan. Menjadi pengikut Yesus selalu berorientasi menyatakan damai sejahtera, namun orientasi ini bukanlah penyesuaian dengan pergumulan sebab sebaliknya sebagai jawaban atas kasih karunia Allah.
2. Ajaran dan ajaran yang hidup (22-26). Menjadi Kisten adalah menjalani kehidupan dengan perspektif ajaran Yesus, sebuah ajaran yang bertumpu pada kasih yang mampu mentraformasikan seseorang keluar dari kepentingan diri sendiri. Jemaat yang mengutus Barnabas menunjukkan bahwa jemaat Yerusalem memiliki pemahaman untuk menghidupkan ajaran Yesus. Sebab yang diutus untuk mengajar umat di Antiokhia adalah seorang yang baik dan penuh Roh Kudus. Hal ini menegaskan bahwa kebaikan Barnabas adalah kebaikan yang bergerak keluar. Bergerak untuk menguatkan sesama dan bergerak dalam sukacita (ayat 23) karena pihak lain tetap setia kepada Yesus. Maka kehadirannya untuk mengajar berhubungan erat dengan perilakunya yang menjadi pengajaran yang hidup. Itulah akumulasi dari seseorang yang terbuka terhadap karya Allah.
Maka kehadiran GPIB dewasa ini dalam bulan Pelkes bukan untuk membawa sukacita kepada jemaat di pos-pos pelkes, tetapi sebagai bentuk mengkristalnya ajaran dalam kehidupan umat Tuhan saat ini. Pemahaman yang bertumpu pada ungkapan keluar memberitakan ajaran Tuhanlah yang mendapat respon positif (band. Ayat 29). Maka memberikan bantuan tidak lagi dalam semangat untung-rugi namun bertumpu pada keyakinan bahwa sebagai orang warga jemaat, kita terpanggil menerima dan meneruskan sukacita di kehidupan yang Allah anugerahkan.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Maka kita bersukacita selama bulan pelkes yang memberi pemahaman bahwa kita disebut orang Kristen dengan ajaran yang kuat dan kokoh. Kehidupan yang berpusat pada ajaran Yesus memungkinkan setiap bentuk pelayanan pelkes akan berjumpa dengan kegembiraan. Ya kegembiraan atas kasih karunia Allah yang sudah dialami dan sekaligus kegembiraan mendengar kemampuan jemaat pos pelkes menghidupkan ajaran Kristus. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|