Dibaca : 23374 x
KhotbahSabtu, 21 Mei 2016 1 KOR. 2:6-16 KETIGA YANG ESA

Umat yang Tuhan Yesus kasihi,
Ke-kristen-an adalah mengimani siapa Kristus yang bertolak dari kesadaran untuk menghayati karya dan peran diri dalam dunia. Memiliki pemahaman bahwa ke-Kristen-an merupakan hikmat yang membuka pemahaman baru tentang hidup dalam Yesus Kristus memang didasari pada keterbukaan menerima Roh Kudus.
Hal inilah yang dikemukakan Paulus sebagai bagian dari pemberitaannya kepada umat di Korintus. Paulus memberi penjelasan tentang betapa ke-Kristen-an memiliki nilai-nilai (value of life) yang berbeda dari nilai-nilai dunia ini. Jika nilai-nilai itu disebut sebagai hikmat maka hikmat dunia ini memang berbeda dari hikmat Tuhan. Pemberitaan tentang hikmat Tuhan memang penting sehingga memberi pengertian tentang kehidupan Kristen dengan perspektif yang berbeda.
Kepada mereka di Korintus diberitakan adanya perbedaan yang mendasar tentang keberadaan mereka dalam dunia. Kehadiran umat dengan kematangan mereka memang menjadi perhatian (concern) Paulus. Matang di sini bermakna sama dengan dewasa (bdk. 1Kor 14:20; Ef 4:13; Flp 3:15). Orang yang dewasa adalah orang yang tahu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Kita tahu bahwa anak kecil akan memasukkan apa saja ke dalam mulutnya, tanpa mau tahu apakah itu berbahaya atau tidak. Jadi orang yang matang yang dimaksudkan Paulus adalah orang yang tahu membedakan manakah hikmat yang dari Allah dan mana yang bukan. Kematangan umat atau dalam bahasa lain kedewasaan umat bertolak dari pengetahuan yang dimiliki yakni pengetahuan tentang hikmat Allah. Apakah yang membuat pengetahuan tentang hikmat Allah terbuka bagi mereka yang sudah matang? Jawab Paulus ialah Roh Kudus
1. Roh Kudus. Peranan Roh Kudus memungkinkan setiap orang percaya dapat menerima segala keputusan Allah (ayat 10). Roh itu memberi kesadaran bahwa kita menerima karunia-Nya yakni keselamatan oleh Yesus Kristus (bacalah 1Kor. 1:18). Inilah kematangan mereka yang menerima mengakui dan terbuka terhadap karya Allah dalam kuasa Roh Kudus. Umat yang dikendalikan dan dikuasai oleh Roh Kudus menjadi pembeda dari umat yang lain yang dikatakan Paulus sebagai mereka yang akan binasa (1 Kor. 1: 22-24). Tanda dan hikmat yang dicari oleh manusia yang memang selalu memerlukan bukti-bukti yang dapat diterima oleh akal. Hikmat semacam ini adalah hikmat yang berbahaya dan berjalan menuju perilaku hidup kebinasaan.
Bagi kita sebagai orang percaya dengan hikmat dari Allah melalui Roh Kudus memberi pemahaman yang baru tentang siapa Yesus Kristus. Hidup ke-Kristen-an kita tidak terbelenggu oleh berbagai nilai kehidupan (values of life) yang demikian hingar bingar dengan orientasi transaksional melainkan dalam kesadaran bahwa kehidupan kita memiliki kematangan atau kedewasaan yang kokoh dalam pengenalan akan Yesus.
2. Kesatuan dalam Kristus (ayat 12)
Ketika umat berada dalam pengkotak-kotakan dan memuji orang per orang maka R.Paulus memberi penguraian bahwa inilah roh dunia yang berperan. Roh dunia adalah roh yang memecah belah, roh penuh dengan iri dengki dan desain mencelakakan orang lain. Roh dunia semacam inilah yang akan berhadapan dengan Roh Hikmat yang bersumber dari Roh Kudus yang menyatukan.
Umat yang dewasa dalam hikmat Allah adalah umat yang mengusahakan persekutuan dalam ikatan sebagai orang percaya. Dalam keadaan demikian maka berkata-kata tentang Allah (ayat 13) adalah berkata-kata tentang kehidupan. Berkata-kata tentang persekutuan, berkata-kata tentang kebajikan.
Seluruh kehadiran umat sebagai orang percaya kini hadir dalam ikatan kasih yang semakin mendewasakan sehingga ketika berjumpa dengan persoalan/pergumulan maupun tantangan seseorang yang matang /dewasa dalam iman mengetahui bahwa dirinya tidak sendiri.
Demikianlah kehidupan yang dipenuhi oleh hikmat Allah yang berbeda dengan hikmat dunia. Hikmat yang mempesona setiap orang percaya untuk tiba pada keyakinan bahwa menjadi Kristen sejajar dengan hidup ke-Kristen-an. Artinya menjadi pengikut Yesus berarti hidup dengan nilai-nilai yang Tuhan kehendaki. Dan bagaimana kehendak Tuhan diketahui yakni melalui Roh Kudus sehingga terwujudlah karya yang memuliakan Allah. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|