aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 24000 x

Khotbah
Minggu, 24 April 2016
1 Petrus 1: 3-12
MENERIMA MAHKOTA KEMENANGAN

MENERIMA MAHKOTA KEMENANGAN


Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,



Hidup ke-Kristen-an bukanlah hidup sekedar hidup namun hidup yang memiliki makna karena keselamatan oleh Yesus Kristus. Pernah dikemukakan oleh Karl Barth seorang Teolog abad 20 yang terkenal ketika menjawab pertanyaan seorang peserta seminar di Amerika. Hal terbenasr apakah yang terlintas dibenak anda Mr. Barth? Inilah jawaban yang diberikan setelah hening sejenak. Barth menjawab mantap `Jesus loves me�. Yesus mengasihiku adalah sebuah peristiwa yang luar biasa. Yesus yang mengasihi adalah Yesus yang menerima kutuk dosa di kayu salib, agar setiap orang berdosa diperdamaikan dengan Allah. Sebuah tindakan yang memberi makna pengharapan yang kokoh. Yesus mengasihi setiap orang percaya menjadi berita yang harus diteruskan kepada banyak orang yang mengalami kekeringan dan kehampaan tentang makna hidupnya.

Sejalan dengan Ef 2:4-5 - "(4) Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasihNya yang besar, yang dilimpahkanNya kepada kita, (5) telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita - oleh kasih karunia kamu diselamatkan -".

Yesus yang mengasihi berarti Yesus yang menghidupkan manusia melalui kematian dan kebangkitanNya. Manusia yang hidup didalam karya Yesus menjadi manusia baru dengan status sebagai manusia baru yang mengalami kekayaan rahmat Allah. Rasul Petrus mengemukakan hal ini sebagai upaya untuk meneguhkan umat percaya yang sedang mengalami berbagai pencobaan (ayat 6). Kekayaan rahmat Allah sangat menentukan sikap orang percaya dalam menghadapi persoalan dan pergumulan. Sikap terhadap setiap permasalahan sangat ditentukan oleh kematangan seseorang dalam memahami bahwa hidupnya sangat berarti pasca kematian dan kebangkitan Yesus.

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,

Melalui bagian bacaan ini dikemukakan oleh Petrus bahwa memuji Allah merupakan akumulasi dari gejolak kegembiraan karena memahami bahwa Yesus mengasihi dirinya (ayat 3). Kegembiraan yang tidak dibangun di atas kekuatan diri sendiri namun merupakan kesimpulan dari pengertian yang terbentuk melalui sebuah proses pengalaman hidup. Di sini hendak dikemukakan bahwa HIDUP BARU dimasa kini berdampak pada harta yang tidak ternilai dimasa depan yakni KESELAMATAN. Kesadaran bahwa kita dikasihi oleh Yesus bertolak dari pengenalan akan Dia yang sampai-sampai Paulus katakana `semua yang dimilikinya tidak berarti setelah ia berjumpa dengan Yesus� (Filipi 3: 7-9)



3:7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.



3:8

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,



3:9

dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.



Maka ketika memuji Allah, pujian itu sungguh bertolak dari pemahaman dan pengenalan kita yang tepat tentang Yesus. Ia mati dan bangkit bagi kita. Kita tidak melihatnya secara langsung namun kita percaya, kita beriman kepada-Nya. Inilah yang membuat pujian kita kepada Allah tidak sekedar mengikuti trend yang ada namun sungguh menyadari keterlibatan-Nya yang kuat.

Jadi pujilah Dia dalam pengenalan yang benar maka puji-pujian kepada-Nya sangat bermutu.

Sahabat-sahabat terkasih, di sisi lain dapat dikemukakan juga apakah yang menjadi tujuan hidup kita? Pertanyaan ini akan dengan mudah terjawab dengan berbagai argumentasi. Apakah tujuan hidup manusia, adalah pertanyaan yang berlangsung sepanjang jaman dan terus mengemuka sebagai pertanyaan yang misteri. Hal ini berkaitan dengan kemampuan manusia mengenal diri sendiri dan kemauannya. Manusia yang tidak pernah puas akan selalu bertanya untuk apakah tujuan hidup ini.

Namun didalam Yesus tujuan hidup itu menemukan jawaban yang pasti dan kokoh bahwa tujuan hidup manusia adalah keselamatan. Keselamatan yang tidak hanya menekankan aspek masa depan namun sekaligus masa kini. Di dalam keselamatan itu terkandung kasih Allah yang besar. Keselamatan menjadi kata kunci dalam menghadapi setiap peristiwa yang dijumpai. Keselamatan yang bahkan diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi (ayat 9). Ini menunjukkan bahwa tujuan hidup manusia yag paling utama dan final adalah keselamatan. Keselamatan yang menjadi isi pemberitaan Injil.

Mengapa begitu penting, keselamatan ini? Bukankah setiap saat kita mau selamat? Siapakah diantara kita yang dengan sukarela mau celaka? Tetapi untuk keselamatan setiap orang rindu dan mau untuk menerimanya. Bukankah dunia sudah menawarkan keselamatan? Ya, tetapi keselamatan dunia tidak utuh, keselamatan di dalam Yesuslah yang merupakan keselamatan yang utuh. Yesus tidak hanya menjanjikan keselamatan nanti tetapi di sini sekarang ini, seperti dikemukakan dalam Matius 10: 30-31.

10:30 Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.

10:31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.



Maka seluruh pemahaman kita tentang keselamatan harus disesuaikan dengan pemahaman keselamatan yang dikemukakan Injil yakni: keselamatan itu tidak menghilang ketika persoalan menghadang. Keselamatan itu adalah kabar baik bagi setiap orang yang mempertanyakan tujuan hidupnya. Dan keselamatan adalah suatu karya Allah yang utuh dan menyeluruh. Maka keselamatan inilah yang mendorong kita selalu tiba pada penyataan yang kuat dan tegas seperti dikemukakan Dr. Karl Barth, hal terbesar yang kupahami dalam hidup ini adalah YESUS MENGASIHIKU. Amin






Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518