Dibaca : 27913 x
Catatan RefleksiKamis, 14 April 2016 2 Korintus 8: 8-9 KASIH MEMPERKAYA SESAMA
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Rasul Paulus dalam bacaan kita hari ini hendak mendorong jemaat di Korintus untuk terlibat dalam misi membantu jemaat di Yerusalem. Membantu sesama dapat dilakukan oleh siapa saja yang tidak mengenal Yesus tetapi membantu sesama dalam pengenalan akan Yesus memperlihatkan perbedaan yang sangat tajam. Sebab membantu sesama dengan akan memunculkan rasa antusias untuk memberi yang terbaik. Contoh gerak membantu sesama telah diperlihatkan oleh warga jemaat GPIB ketika bencana banjir datang. Contoh itu diperlihatkan bahkan oleh para pemuda yang dengan antusias mengunjungi, membagi dan terlibat dalam pendampingan. Semua ini hanya bisa digerakkan karena kasih yang menggelora dalam hidup seseorang.
Maka Paulus tidak memberi perintah kepada jemaat di Korintus, ia hanya menyebutkan adanya perhatian besar dari jemaat Makedonia (ayat 8). Inilah keteladanan membantu bukan karena kelebihan tetapi memberi dalam kasih. Jemaat di Korintus diharapkan mampu mewujudkan kepeduliaan mereka sebab terdapat ikatan kuat antara di lingkungan jemaat Tuhan yakni Kasih Tuhan sehingga kerelaan umat tidak didasari dengan rasa kasihan tetapi mengasihi. Bantuan itu tidak menyebabkan jemaat di Yerusalem bergantung kepada jemaat yang memberi bantuan, tetapi semua jemaat bergantung kepada Kristus yang telah menyatakan kasih-Nya.
Bangunan persekutuan yang didasari dengan kasih akan menggerakkan semua jemaat untuk saling bahu membahu. Persekutuan yang berdasarkan kasih Kristus akan menjadi pembeda sehingga setiap orang dapat terus bersyukur.
Dunia di sekitar kita memerlukan semangat kasih yang demikian sebab dalam lunglainya dunia mengulurkn tangan kepada setiap anak Tuhan agar dapat mewujudkan perhatian bagi mereka yang bergumul. Perhatian setiap anak Tuhan adalah gambaran Tuhan yang berpaling kepada mereka yang mengalami bencana. Maka seluruh perujudan kasih bukanlah arena untuk menonjolkan diri atau bahkan menyombongkan diri namun dalam kerendahan hati selalu tertunduk di hadapan Tuhan dengan hati yang penuh syukur.
Pemuda /I gereja yang menghayati kasih Tuhan seperti ini akan meluap dengan gagasan dan ide yang baik bagi setiap orang. Menjadi berkat di lingkungan jemaat sendiri maupun di tengah lingkungan jemaat lain bahkan di setiap lingkungan. Perbedaan agama dan status social bukanlah hambatan untuk terus mengasihi supaya kehadiran pemuda/i gereja senantiasa membawa sukacita dan menunjukkan kekayaan di dalam Yesus Kristus, yakni kekayaan dalam segala kebajikan.
Semua ini dilakukan karena cinta kasih Tuhan yang sudah dialami oleh setiap pemuda/i. Lirik sebuah lagu yang mungkin pernah kita dengar demikian "di setiap langkahku dan setiap doaku juga langkah imanku Tuhan bersamaku` memberi pesan kuat bahwa semua tindakan kasih yang diberlakukan menjadi berarti sebab Tuhan bersama dan bekerjasama (bacalah Roma 8:28). Maka mengasihi sesame dalam kekuatan kasih-Nya selalu berujung kebajikan bagi sesame dan kemuliaan bagi nama Tuhan.
Kata Bijak:
Love like there`s no tomorrow and if tomorrow comes.
LOVE AGAIN. (Max Lucado)

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Catatan Refleksi:Selasa 7 April 2026 RUANG RINDU (Letto)Jumat, 16 Agustus 2024 MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKASelasa, 21 Februari 2023 SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHASabtu, 24 Desember 2022 DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTASabtu, 04 Juni 2022 GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKESJumat, 31 Desember 2021 PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUNRabu, 07 Juli 2021 KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA Rabu, 22 April 2020 NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPANRabu, 13 Nopember 2019 HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIANSelasa, 29 Oktober 2019 TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)Arsip Catatan Refleksi..
Last Searches:
Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2) |