Dibaca : 27849 x
Catatan RefleksiSelasa, 12 April 2016 Amsal 2: 6-22 HIKMAT ADALAH TULANG PUNGGUNG KEHIDUPAN
 Sahabat-sahabat pemuda yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Tulang punggung penting bagi tubuh. Tulang punggung akan menopang tubuh agar dapat berdiri tegak. Tanpa tulang punggung niscaya tubuh tidak bisa berdiri dan kehidupan menjadi tidak efektif. Dalam hal rohani hikmat adalah tulang punggung juga, sebab dengan hikmatlah maka seseorang dapat tegak berdiri di tengah kenyataan yang paling sulit sekalipun. Hikmat adalah bentuk kearifan yang bersumber dari "takut akan Tuhan` (Amsal 9:10). Dalam konteks ini maka takut akan Tuhan akan menghadirkan kehati-hatian dan kewaspadaan. Takut akan Tuhan membuka lebar jalan pengetahuan yang berujung pada keberhasilan sebab hikmat menjadi bagian dari kehidupan.
Firman Tuhan hari ini memberi penegasan bahwa Tuhan menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur dan menjadi perisai bagi mereka yang tidak bercela (ayat 7). Hal ini berarti setiap orang yang hidup dalam hikmat akan melakukan kebajikan, tidak merancang hal jahat bagi sesama, tidak mencemarkan diri (ayat 16). Mereka yang hidup dalam penguasaan hikmat berarti mereka ada dalam penguasaan Allah. Inilah bedanya dengan mereka yang fasik. Mereka merancang kejahatan dan bersukacita melakukan kejahatan (ayat 14).
Mereka yang fasik dengan cara hidup demikian adalah mereka yang hidup dalam kegagalan. Mereka tidak mampu mengurai persoalan menjadi jalan keluar sebaliknya terjerat dengan kejahatan sendiri. Buktinya sudah banyak orang muda yang terjerat kasus korupsi dan ditangkap KPK. Generasi muda yang terjerat oleh narkoba dapat dipastikan akan melakukan kejahatan di rumah sendiri dengan mencuri dan menjual barang-barang di rumah. Rumah menjadi tidak aman dan ujungnya adalah hilangna damai sejahtera. Berbeda dengan mereka yang hidup dalam hikmat karena mereka dituntun Tuhan untuk selalu berhati-hati dalam melangkah dan bertindak.
Melalui nats ini hendak dikemukakan bahwa hidup dengan hikmat akan menjadi tulang punggung keberhasilan. Keberhasilan sebagai orang muda yang didapatkan dari sikap hati-hati dan menjaga pergaulan. Keberhasilan sebagai generasi muda yang tidak mudah dipengaruhi oleh nasihat jahat yang berujung maut (ayat 22). Maka sebagai generasi muda gereja hendaklah hikmat sebagai hasil dari hidup takut akan Tuhan senantiasa mengendalikan kehidupan generasi muda. Hal ini penting agar segala kejahatan jaman ini dapat dihindari dan semua pengaruh kejahatan dapat diatasi.
Di dalam dunia ini hanya ada 2 pilihan, hidup takut akan Tuhan atau hidup tidak takut Tuhan. Jika hidup dalam takut akan Tuhan maka kehidupan akan diisi dengan hal-hal baik yang berujung pada keberhasilan. Sementara jika hidup tidak takut Tuhan dapat dipastikan hidupnya adalah kegagalan yang berujung pada kebinasaan. Maka baiklah kita bersyukur sebab dalam kehidupan yang dilandasi dengan hikmat maka pertolongan Tuhan akan menjadi nyata dalam keadaan apapun.
Pertolongan Tuhanlah yang memungkinkan setiap orang muda mengisi ruang aktifitasnya dengan kebajikan dan menjadi berkat. Itulah tandanya bahwa mereka hidup dan hidup untuk kemuliaan nama Tuhan. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Catatan Refleksi:Selasa 7 April 2026 RUANG RINDU (Letto)Jumat, 16 Agustus 2024 MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKASelasa, 21 Februari 2023 SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHASabtu, 24 Desember 2022 DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTASabtu, 04 Juni 2022 GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKESJumat, 31 Desember 2021 PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUNRabu, 07 Juli 2021 KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA Rabu, 22 April 2020 NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPANRabu, 13 Nopember 2019 HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIANSelasa, 29 Oktober 2019 TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)Arsip Catatan Refleksi..
Last Searches:
Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2) |