aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 27700 x

Catatan Refleksi
Selasa, 12 April 2016
Lukas 11: 1-13
BERTOBATLAH

BERTOBATLAH

Umat yang Tuhan Yesus Kasihi,


Berdoa bagi setiap orang percaya merupakan tindakan yang bergerak dari kedalaman hati dalam hubungan dengan Tuhan. Doa yang dipanjatkan kepada Tuhan merupakan pengakuan terhadap karya dan tindakan Allah yang berwibawa dan berkuasa. Hal ini penting agar doa dimaknai hanya sebagai percakapan satu arah yang harus mendapat reaksi Allah sesuai kehendak manusia.


Bagi orang Yahudi berdoa berdoa bukanlah hal baru tetapi telah menjadi bagian hidup sehari-hari. Berdoa dilakukan berdasarkan teks yang sudah tertulis dan terus menerus diulangi secara harafiah. Bagi Yesus doa adalah ekspresi kedekatan hubungan dengan Allah karenanya diungkapan dengan titiok tolak meyakini kedaulatan Allah. Maka ketika seorang murid-Nya meminta agar Ia mengajar berdoa bertolak dari tindakan Yesus dalam menjaga hubungan-Nya dengan Bapa. Relasi yang hidup antara Allah dan manusia menghadirkan ruang pembaruan yang terisi oleh rasa syukur dan pengakuan terhadap karya Allah.


Umat yang Tuhan Yesus kasihi,


Dalam doa yang diajarkan oleh Yesus nampak beberapa hal penting yang muncul dalam doa tersebut yakni:


1. Doa adalah sebuah komunikasi dalam iman.


Sebuah komunikasi yang baik selalu didasari dengan "berbicara` dan kemauan untuk "mendengar`. Sebuah komunikasi selalu dibangun dengan kesadaran bahwa hubungan dua arah memberi banyak manfaat dan sekalgus pembelajaran.

Dalam konteks inilah doa yang diajarkan oleh Yesus bukanlah catatan doa yang dibacakan dengan intonasi berwibawa namun sebuah gambaran dan arahan untuk memulai sebuah komunikasi yang hidup. Yesus tidak mengajarkan murid-Nya untuk pandai berdoa saja tetapi juga pandai mewujudkan doa tersebut dalam tindakan nyata sebagaiman dikemukakan Yesus dalam kisah perumpamaan (ayat 5-8). Sikap yang tidak malu (ayat 8) menegaskan bahwa seorang pendoa seharusnya tidak perlu malu untuk menyampaikan kebutuhannya.

Di sinilah nampak komunikasi iman sebab adakah rasa malu bagi seorang anak untuk meminta kepada bapanya? Demikianlah kita semua dengan senang hati dapat menyampaikan permohonan kita kepada Allah.


2. Doa adalah sebuah pengkuan yang konsisten


Yesus mengajar bahwa dalam doa terdapat 3 unsur penting yakni minta, cari, ketuk (ayat 9). Dalam ketiga hal ini dikemukakan bahwa konsistensi untuk terus meminta, mencari dan mengetuk adalah pernyataan bahwa yang utama dan terutama adalah dating kepada Tuhan. Hal ini penting sebab kadang doa yang dipanjatkan tidak dengan segera terjawab. Namun secara konsisten memiliki hubungan dengan Allah bertolak dari jaminan Tuhan sendiri (ayat 13). Jaminan inilah yang menjadi dasar dari setiap doa agar tidak dipanjatkan dengan harapan hampa namun dalam keyakinan bahwa doa tersebut akan terjawab sesuai dengan kehendak-Nya.


Umat yang terkasih,


Maka bertobatlah dari pandangan yang keliru tentang doa yang seharusnya merupakan kemauan untuk terus menyatakan ketergantungan kepada-Nya. Bersikap sebagai anak dan bapa merupakan langkah awal yang penting untuk terus menggemakan kebaikan-Nya dalam pengalaman secara individual maupun kolektif. Kata "kami` menjelaskan kesediaan diri untuk terus terbuka dengan sesama dan terbentuk relasi dengan sesama.


Mari kita semua bertobat dari paham yang salah tentang doa yang seolah menjadi alat transaksi rohani. Doa adalah pernyataan yang sadar bahwa saudara dan saya akan menggemakan kasih-Nya dalam tindakan. Amin












Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Catatan Refleksi:

Selasa 7 April 2026
RUANG RINDU (Letto)

Jumat, 16 Agustus 2024
MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKA

Selasa, 21 Februari 2023
SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHA

Sabtu, 24 Desember 2022
DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTA

Sabtu, 04 Juni 2022
GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKES

Jumat, 31 Desember 2021
PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUN

Rabu, 07 Juli 2021
KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA

Rabu, 22 April 2020
NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPAN

Rabu, 13 Nopember 2019
HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIAN

Selasa, 29 Oktober 2019
TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)

Arsip Catatan Refleksi..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2)