Dibaca : 25496 x
Catatan RefleksiSelasa, 02 Februari 2016 Matius 9: 22 KETIKA IA MENATAP PENUH KASIH
 Sahabat-sahabat yang terkasih,
Ketika Yairus datang menjumpai Yesus, ia datang dengan pengharapan agar Yesus dapat menyembuhkan anaknya. Ketika perempuan yang sakit pendarahan ini datang ia berharap mendapat kesembuhan setelah 12 tahun menderita sakita. Injil Markus 5:26 bahkan menyatakan bahwa perempuan ini telah berusaha kesana-sini dan hartanya sudah banyak terjual namun tidak mengalami kesembuhan.
2 orang dengan 2 masalah yang berbeda kini dihdapi oleh Yesus dengan 2 pernyataan penting yakni "anakmu tidak mati" dan "imanmu telah menyelamatkan engkau". Dengan pernyataan ini jelas sekali bagi kita bahwa Yesus memberi perhatian yang besar bagi setiap mereka yang mau datang kepada-Nya. Perjumpaan dengan Yesus adalah perjumpaan yang membawa perubahan besar dalam kehidupan mereka.
Bagi perempuan yang sakit pendarahan, perjumpaan dengan Yesus telah membebaskan ia dari belenggu 12 tahun. Selama itu juga ia telah mengalami pengucilan oleh masyarakat sebab menderita sakit pendarahan adalah kenajisan dan harus dikucilkan (Imamat 15:25, Bil. 5:2). Maka pandangan Yesus kepada perempuan ini memperlhatkan kasih-Nya yang luar biasa dalam sapaan "anak-Ku (my daughter).
Pergumulan dan tantangan adalah peristiwa yang bisa menimpa siapa saja, dari latar belakang yang berbeda bahkan kaya atau miskin. Namun dalam kasih yang besar Ia selalu berpaling ketika kita sedang mengalami keletihan karena pergumulan. Maka gelapnya setiap pergumulan yang dialami bukanlah penghalang bagi Yesus untuk berpaling kepada kita sebab itu tidak ada alasan bagi kita untuk berpaling dari-Nya.
Penyembuhan yang terjadi dan berlangsung saat itu juga. Yesus menyatakan bahwa iman yang sederhana dan tidak luar biasa dari perempuan yang sederhana dan terhimpit masalah kesehatan telah mendapat anugerah yang luar biasa. Iman-mu telah menyembuhkan engkau maka pergilah dengan selamat (Lukas 7:50).
Inilah pelajaran penting bagi setiap pemuda/i bahwa perempuan yang mengalami kesembuhan telah mengalami karya Tuhan secara luar biasa. Keadaan sembuh yang berawal dari Yesus yang berpaling. Inilah yang disebut dengan keteguhan hati. Baik Yairus maupun perempuan punya keteguhan hati. Mereka mengalami kemurahan Allah sebab Allah adalah Allah yang murah hati.
Pemulihan yang dialami bukan hanya soal penyakit tetapi perempuan itu dipulihkan martabatnya sebab tidak aka nada lagi kenajisan. Pemulihan inilah yang diutamakan oleh Yesus, sebab dalam pemulihan tersebut perempuan yang sakit mendapatkan kehidupan yang baru. Ketika kita mengalami pemulihan oleh-Nya hal itu menadi tanda terjadinya perubahan hidup secara menyeluruh. Sehingga mengucap syukur dalam segala menjadi sangat relevan, sebab tidak satu penyakitpun, tidak satu pergumulanpun yang dapat memisahkan kita dari-Nya. Ia pasti berpaling dengan undangan di Matius 11:28 "marilah kepada-Ku kamu yang letih lesu dan berbeban berat, Aku memberi kelegaan kepadamu".

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Catatan Refleksi:Selasa 7 April 2026 RUANG RINDU (Letto)Jumat, 16 Agustus 2024 MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKASelasa, 21 Februari 2023 SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHASabtu, 24 Desember 2022 DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTASabtu, 04 Juni 2022 GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKESJumat, 31 Desember 2021 PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUNRabu, 07 Juli 2021 KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA Rabu, 22 April 2020 NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPANRabu, 13 Nopember 2019 HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIANSelasa, 29 Oktober 2019 TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)Arsip Catatan Refleksi..
Last Searches:
Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2) |