Dibaca : 23988 x
KhotbahSabtu, 30 Januari 2016 Yakobus 1: 12-18 HATI-HATI DENGAN HATI

Ayat 14: Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
Berbahagia karena pencobaan tidaklah sama dengan mencintai pencobaan sebab pada dasarnya siapakah yang mau mengalami pencobaan? Namun Yakobus memberi wejangan atau nasihat agar tetap bertahan ketika pencobaan itu datang. Pencobaan yang menghadang dalam bentuk kejahatan sungguh tidak berasal dari Allah. Pencobaan yang menjelma dalam tindakan yang merusak seseorang dan merendahkan kemanusiaan adalah kejahatan dan ini tidak berasal dari Allah. Maka ketika umat Tuhan berjumpa dengan pencobaan ia harus memperhatikan hal ini.
1. Percaya pada janji Allah. Hati yang percaya pada janji Tuhan adalah hati yang selalu rindu untuk memahaminya. Hati yang meluap dengan syukur karena janji Tuhan yang tidak pernah diabaikan memberi pengharapan yang kuat (Roma 8:18 - "Sebab aku yakin bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita"). Inilah keyakinan Paulus yang harus menjadi keyakinan kita juga supaya setiap pencobaan yang datang menerpa tidak membuat kita putus asa. Percaya pada janji Tuhan, ketika sebagai suami-istri kita sedang mengalami pencobaan tentu akan berujung kemenangan. Percaya pada janji Tuhan, ketika usaha atau bisnis kita sedang mengalami kesulitan tentu akan membuat kita terhindar dari kejahatan. Karena itu sebagai umat Tuhan pada masa kini, jangan pernah abaikan Firman Tuhan, bacalah Alkitab, renungkan, bersaat teduh, semua itu akan menolong kita menjaga hati dari berbagai kejahatan.
2. Pencobaan karena keinginan hati. Pencobaan memang tidak terduga asalnya dan lebih celaka ketika pencobaan itu dari dalam diri sendiri. Hati yang penuh dengan keinginan jika tidak terkendali akan menghadirkan pencobaan (ayat 14). Hati yang merangkai keinginan jahat dan terwujud dalam tindakan akan berujung maut (ayat 15). Benci, iri hati terhadap orang lain, dendam adalah pencobaan yang berasal dari hati yang kemudian muncul dalam perselisihan, pertikaian bahkan konflik. Karena itu kita perlu berhati-hati, agar tidak masuk dan terseret serta dipikat oleh keinginan hati. Jika kita hidup dengan hati yang bersih, jujur, bening maka kehidupan kita akan menjadi semakin baik.
Maka selaku keluarga Kristen saat ini, kita perlu waspada terhadap keinginan hati supaya tidak jatuh dalam pencobaan. Sebaliknya jika pencobaan menghantam kehidupan kita jangan cepat mempersalahkan Tuhan (ayat 17) tetapi justru semakin percaya pada janji-Nya. Selamat berakhir pecan, jaga hati jaga kesehatan, tetaplah satu sebagai keluarga.
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya hati kita tetap bersih, hidup kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|