Dibaca : 24075 x
KhotbahJumat, 29 Januari 2016 1 Raja-raja 4: 21-34 HIKMAT DAN KEKUASAAN
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Pada bacaan ini dipelihatkan wilayah kekuasaan Salomo yang besar dan semua upeti yang diberikan dalam jumlah yang juga besar. Upeti yang besar diberikan kepada Salomo menunjukkan bahwa wilayah yang besar berada dalam keadaan yang makmur. Kemakmuran itu terjadi di wilayah Dan (sebelah utara) sampai Bersyeba di wilayah selatan (ayat 25) memperlihatkan betapa besarnya pengaruh dari hikmat. Memiliki hikmat tidak bisa dianggap biasa sebab memiliki hikmat berarti memiliki rencana dan karya besar dank arena itu Salomo dikaruniai damai (ayat 24). Maka memiliki hikmat yakni kesediaan untuk dinasihati dan mewujudkannya dalam kebersamaan akan membawa dampak besar bagi sesama.
Allah memberi hikmat kepada Salomo serta akal yang luas (ayat 29) untuk menunjukkan bahwa kebesaran Salomo sangat bergantung kepada kebesaran Allah. Hikmat dan kekuasaan yang dimiliki oleh Salomo sekaligus menunjukkan bahwa Allah turut berkarya bersama Salomo. Salomo piawai dalam mengelola potensi yang luar biasa yang dianugerahkan Allah kepadanya seperti yang dijanjikan-Nya kepada Abraham (ayat 21 dan Kej. 15:18). Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa hikmat dan kekuasaan dapat berperan besar bagi kepentingan umat. Bukankah hal ini semakin jarang ditemui yakni bertemunya hikmat dan kekuasaan? Kekuasaan yang lebih dominan dipakai tanpa hikmat tidak akan menghasilkan manfaat yang besar. Seringkali kekuasaan diberlakukan dengan gegabah dan tanpa hikmat berujung pada derita bagi sebagian besar umat.
Firman Tuhan ini mengajar kita semua agar dalam kerendahan hati mau dilengapi dengan kebijaksanaan dari Allah. Hal ini penting agar kekuasaan tidak membuat kita tersungkur oleh kegagalan menjadi saluran berkat bagi orang lain. Firman Tuhan hari ini juga mau menasihati kita bahwa kita selaku seorang pemimpin tidak terlepas dari keterlibatan Allah. Maka seluruh keberadaan kita selaku umat-Nya selalu menampilkan keindahan dari hikmat dan membingkai semua potensi kita dalam semangat memuja Allah. Melalui pembacaan ini juga dikumandangkan tentang indahnya persekutuan yang terwujud oleh hikmat. Jika semua suku Israel berada dalam persekutuan yang indah di bawah kuasa Salomo maka hal yang sama juga terjadi dalam kehidupan kita selaku warga GPIB. Kehadiran kita tidak membuat kita membusungkan dada terhadap denominasi lain, kita bahkan semakin terdorong untuk memiliki kebersamaan yang bersifat oikumenis dengan denominasi lain. Inilah kebesaran yang kita miliki yakni dalam kerendahan hati mengakui kebesaran Allah agar kita takluk pada ketetapan dan keputusan-Nya. Nilai kebesaran kita tidak ditentukan oleh sikap tertutup sebaliknya membangun relasi dengan pihak lain yang berbeda. Di lingkungan kita yang beragam, kita juga didorong untuk terus bersikap arif agar melalui kehadiran kita maka orang lain juga diberkati (Amsal 3:18). Maka kebesaran anak Tuhan tidak ditentukan semata-mata oleh besarnya materi yang dimiliki, tetapi ditentukan juga oleh besarnya kesediaan hidup berdampingan dengan sesama. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|