Dibaca : 23722 x
KhotbahJumat, 29 Januari 2016 1 Raja-raja 3: 1-9 MEMILIKI HIKMAT BESAR MANFAATNYA
.gif) Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Kadangkala kita mendengar pernyataan bahwa banyak orang bisa menjadi pemimpin tetapi hanya sedikit pemimpin yang memiliki hikmat. Dalam konteks bacaan kita saat ini nampak bahwa Salomo menunjukkan keinginannya untuk memiliki hikmat untuk melengkapi dirinya. Memiliki hikmat merupakan hal penting sebab dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan banyak orang diperlukan pertimbangan yang matang. Maka pernyataan Salomo bahwa ia memerlukan hati yang faham dalam membuat keputusan berhubungan dengan umat Tuhan merupakan hal yang baik bagi Tuhan (ayat 9-10)
Awal dari jawaban Salomo kepada Tuhan adalah sebuah pengakuan yang bahwa kedudukannya sebagai raja tidak terlepas keterlibatan Tuhan sejak ayahnya Daud (ayat 6). Dengan pengakuan inilah Salomo menunjukkan kerendahan hatinya di hadapan Tuhan yang mengasihi ayahnya Daud dan sekarang dialami juga oleh Salomo (ayat 7). Salomo mengakui bahwa ia belum berpengalaman serta menunjukkan kesediaan untuk diarahkan oleh Tuhan.
Di sisi lain Salomo juga mengakui bahwa kini ia hadir untuk banyak orang yakni umat Allah. Kesediaan Salomo memahami jabatannya sebagai raja yang bermanfaat bagi banyak orang merupakan hal penting. Jadi Salomo mengakui kedaulatan Tuhan dan sekaligus ia hadir agar berguna bagi banyak orang. Inilah yang disebut dengan hikmat yakni mengakui Tuhan dan kesadaran untuk berarti bagi sesama. Selaku umat Tuhan saat ini kita dapat belajar dari kerendahan hati Salomo yang mengakui keterlibatan Tuhan. Ketika kita mengakui keterlibatan Tuhan dalam kehidupan kita maka sungguh besar pengaruhnya secara pribadi. Kita menundukkan diri dihadapan-Nya sambil bersyukur bahwa seluruh kehidupan kita dituntun oleh-Nya. Mengakui keterlibatan Tuhan sekaligus memberi arah yang jelas memasuki masa depan yakni kesediaan untuk mendengar nasihat dan menerima didikan (Amsal 19:20). Siapapun kita dengan kedudukan kita masing-masing memerlukan pengakuan yang sangat mendasar ini, bahwa hanya dalam keterlibatan-Nya maka tugas yang Ia percayakan menjadi berarti. Di samping itu kita perlu memahami bahwa kita hadir untuk membawa kebajikan bagi sesama. Kehadiran kita yang berarti bagi sesama sekaligus menjadi petunjuk bahwa kita bersedia untuk dididik oleh hikmat.
Hikmat tidak mendidik seseorang untuk berpikir bagi diri sendiri tetapi hikmat mendidik seseorang untuk memahami bahwa ia hadir untuk berguna bagi sesama. Inilah sifat dari seorang yang mendapat tugas sebagai pemimpin di semua lingkungan yakni hadir dan membawa kebajikan bagi sesama. Sekali lagi banyak orang bisa menjadi pemimpin tapi hanya sedikit pemimpin yang berhikmat. Memiliki hikmat sungguh besar manfaatnya dalam setiap penugasan kita selaku orang percaya. Tuhan menugaskan kita untuk terus hadir menjadi saluran berkat bagi sesama yang dalam kapasitas sebagai pemimpin, kita mengakui keterlibatan-Nya secara aktif dan utuh. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|