aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 21796 x

Catatan Refleksi
Kamis, 10 Desember 2015
Lukas 2: 8-14
KETIKA IDENTITAS GEMBALA=IDENTITAS KITA

KETIKA IDENTITAS GEMBALA=IDENTITAS KITA
Pendahuluan



Setiap kali kita merayakan Natal setiap kali pula tokoh yang satu ini selalu hadir. Di samping orang majus maka para gembala selalu hadir sebagai tokoh yang tidak terpisahkan. Romantisme tentang para gembala semakin meningkat sebagai kelompok yang dikunjungi oleh para malaikat sebagaimana dikemukakan oleh Lukas. Para gembala berada di padang Efrata menunaikan tugas mereka menjaga kawanan domba ketika kunjungan mendadak para malaikat mendominasi malam yang dingin dan gelap. Mereka pasti terkejut sebab kemuliaan Tuhan meliputi mereka (Luk.2:9) mereka terkejut sebab suasana normal menjadi tidak normal.



Golongan para gembala adalah golongan yang diperhadapkan dengan peristiwa besar. Mereka adalah orang-orang yang "jauh" dari mulia, sekelompok manusia yang menjalankan fungsi sebagai gembala dan "jauh" dari gemerlap ritual Bait Allah. Sekalipun kawanan domba harus tetap "clean and perfect" namun mereka sendiri jauh dari "clean and perfect".



Di sisi lain para gembala adalah kelompok yang rawan mengalami gangguan rohani sebab mereka menjaga domba-domba yang akan dikorbankan sebagai penebusan yang tidak akan mereka alami. Lukas dengan indah memberi gambaran bahwa mereka diundang memasuki "ruang penyembuhan"yakni kandang domba yang tidak asing mereka bagi mereka. Penyakit rohani mereka kini berada di lorong pemulihan yang dikerjakan oleh Allah. Mereka tidak memiliki kemungkinan menjumpai Allah di Bait-Nya namun Ia keluar menjumpai mereka di padang (band. Luk. 23:45)



I. Natal adalah kisah "yang jauh menjadi dekat"



Dewasa ini dalam alur kegiatan dengan intensitas yang tinggi manusia semakin jauh tenggelam. Identitas manusia yang semakin jauh tenggelam dapat saja menjadi identitas kita. Identitas sebagai manusia yang sibuk telah menempatkan kita dalam keringnya relasi sebab semua energi telah terkuras. Relasi di tengah keluarga menjadi relasi basa basi sebab tidak lagi dijiwai dengan "kedekatan". Relasi sosial kita berada semangat "jauh" sebab ditandai dengan unsur transaksi bukan korelasi.



Bukankah kita seperti para gembala yang "jauh" dari hubungan dengan Allah dan sesama? Bukankah seperti para gembala kita merasa nyaman dalam sikap eksklusif? Maka peristiwa Natal adalah peristiwa kita yang jauh diingatkan bahwa Ia mendekat kepada kita. Ia tidak mendekat di ruang yang asing bagi kita tetapi di ruang kita sendiri, di rumah kita sendiri, di keluarga kita sendiri. Proklamasi Natal adalah berita sukacita bagi kita yang jauh, sebab Allah berinisiatif mendekat kepada kita dengan kasih-Nya.



II. Natal adalah kisah undangan memasuki lorong penyembuhan



Inilah tandanya bagimu ...(ayat 12), adalah sebuah tanda bahwa kita diundang memasuki ruang penyembuhan. Undangan untuk merayakan peristiwa sukacita sebab adanya penyembuhan Ilahi. Peristiwa Natal adalah undangan turut memberitakan peristiwa sukacita kepada sesama karena kita telah mengalami sukacita tersebut.



Identitas gembala adalah identitas kita untuk mengalami pembaruan bahwa tugas dan tangungjawab kita penting namun yang terpenting adalah apakah dalam tugas dan tanggungjawab itu ada damai sejahtera.

You are what you do, dapat menjadi slogan yang menyesatkan sebab dalam slogan itu dinyatakan bahwa apa yang kita lakukan menjadi identitas kita. Idenitas sebagai orang percaya tidak ditentukan oleh apa yang kita lakukan tetapi apakah yang Allah lakukan kepada kita. Maka apa yang Allah lakukan selalu mendapat perhatian kita yakni kita diundang memasuki lorong penyembuhan.



Kesimpulan



Seluruh keberadaan kita dewasa ini dikelilingi oleh semangat untuk menjauhkan kita dari-Nya. Kebencian, keserakahan, semua hadir untuk menjauhkan kita dari Dia. Natal adalah berita besar Ia mendekat kepada kita untuk menuntun kita mengalami penyembuhan total. Kita mengalami kekuatan, pendampingan, pertolongan sehingga melalui kehadiran kita setiap orangmengalami hal yang sama.



Kita bisa saja mengalami pergumulan tetapi damai sejahtera tetap ada sebab Ia ada.


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Catatan Refleksi:

Selasa 7 April 2026
RUANG RINDU (Letto)

Jumat, 16 Agustus 2024
MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKA

Selasa, 21 Februari 2023
SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHA

Sabtu, 24 Desember 2022
DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTA

Sabtu, 04 Juni 2022
GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKES

Jumat, 31 Desember 2021
PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUN

Rabu, 07 Juli 2021
KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA

Rabu, 22 April 2020
NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPAN

Rabu, 13 Nopember 2019
HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIAN

Selasa, 29 Oktober 2019
TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)

Arsip Catatan Refleksi..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2)