Dibaca : 24118 x
KhotbahSabtu, 27 Juni 2015 Ibrani 2:1-4 TELITI MEMPERHATIKAN

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Baru-baru saja MA di Amerika menyetujui pernikahan sesama jenis, artinya secara terbuka ajaran tentang pernikahan sejenis sekarang sudah mendapat tempat paling tidak di Amerika.
Hari ini kita dihadapkan dengan kisah 301 tahun perjalanan umat yang membentuk persekutuan sebagai orang percaya, bernama GPIB jemaat "IMMANUEL" Depok. Melalui dua peristiwa besar ini kepada kita diperhadapankan dengan nasihat dari Surat Ibrani 2: 1- 4. Sebuah nasihat yang mengarahkan setiap orang percaya untuk menjadi umat yang tidak mudah terseret arus dunia.
Karena itu dikemukakan bahwa umat perlu dengan teliti memperhatikan apa yang `kita dengar". Apa yang kita dengar berkaitan erat dengan apa yang kita lakukan atau wujudkan. Jika kita mendengar tanda bahaya maka reaksi kita adalah sesuai dengan tanda bahaya. Jika kita mendengar bayi menangis ketika baru dilahirkan reaksi kita malah senang sebab artinya si bayi hidup.
Apa yang kita dengar juga selalu berkaitan dengan lingkungan dimana kita berada. Jika kita sedang berduka maka kabar gembira yang kita dengar tidak berpengaruh. Ini artinya kabar yang kita dengar haruslah kita cermati. Tidak mendengar suara angina dan menjawabnya dengan suara meriam.
Surat Ibrani memberi nasihat untuk berhati-hati dengan apa yang kamu dengar, sebab bisa saja yang kita dengar suara yang keras tetapi itulah tanda kasih. Suara yang kita dengar lemah lembut tetapi bisa berujung pada maut.
Mendengar berkaitan erat dengan percaya, mendengar memberi nilai pada percaya kita miliki. Percaya pada apakah? Percaya pada keselamatan besar di dalam Yesus Kristus sehingga kita tidak menyia-nyiakan apa yang telah kita percaya. Maka melalui nasihat surat Ibrani hendak dikemukakan hal penting berikut ini:
1. Syarat tidak terbawa arus adalah mendengar apa yang baik (ayat 1)
Mendengar yang baik artinya tidak memberi diri dikendalikan oleh apa yang tidak baik. Mendengar yang baik kadangkala membosankan dan melelahkan sebab yang baik tidak selalu sejajar dengan kehendak kita.
Jika kita mau mendengar yang baik maka hal itu merupakan kepekaan untuk tidak ikut arus yang membawa kepada kebinasaan. Peristiwa di Amerika menunjukkan bahwa umat Tuhan dihadapkan dengan pergumulan yang luar biasa karena hidup dengan lingkungan yang demikian. Jika kita mendegar yang baik maka kita akan selalu mengalami keterbukaan untuk mendengar yang baik untuk mengalami hidup.
2. Jangan sia-siakan keselamatan yang besar (ayat 3)
Keselamatan yang terjadi di dalam Yesus Kristus adalah peristiwa besar. Keselamatan yang tidak bertumpu pada kepiawaian manusia melakukan banyak hal tetapi kepada rencana Allah yang begitu besar dalam kehidupan manusia. Berita keselamatan itu berumur 301 tahun sebagai pertanda bahwa umat Tuhan di Immanuel Depok hanya mengandalkan Tuhan. Kata "keselamatan" (dalam Bahasa Yunani, soteria) disebut sebanyak tujuh kali. Kita ditentukan untuk keselamatan (Ibr. 1:14), dan kita jangan menyia-nyiakan keselamatan itu (Ibr. 2:3). Yesus memimpin kita kepada keselamatan itu dan Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepadaNya (Ibr. 2:10 & 5:9), serta keselamatan dariNya itu akan menghasilkan pekerjaan baik dan kasih (Ibr. 6:9). Selain itu, Kristus mengorbankan diriNya untuk menanggung dosa kita, tetapi Ia akan datang kembali, bukan untuk menanggung dosa kita lagi, melainkan untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia (Ibr. 9:28). Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang (Ibr. 10:1). Perjanjian Lama memberi bayangan dan menggambarkan keselamatan yang akan dinyatakan oleh Mesias. Perjanjian Baru menjelaskan bagaimana Yesus membawa keselamatan itu.
Maka keselamatan yang dianugerahkan oleh-Nya merupakan wujud kebaikan Tuhan yang selalu membawa sukacita dan memungkinkan kita semua tiba pada satu kesimpulan bahwa Ibr. 10:23 "Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia."
Maju terus bersama Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerihlelah kita tidak sia-sia. Amin.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|