aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 21996 x

Catatan Refleksi
Senin, 01 Juni 2015
Lukas 7: 38-48
VALET, GEREJA DAN KITA

Jika kita hendak parkir di mall, dan malas mencari tempat parkir sendiri, kita bisa menggunakan jasa valet parking. Valet sebenarnya menunjuk pada orang yang memarkirkan. Berakar dari bahasa Latin Vassus, diturunkan ke bahasa Prancis dan Inggris "Valet" berarti asisten atau pelayan laki-laki. Seorang valet adalah seorang yang siap melayani (tuannya).



Gereja bukan Mall yang dibangun dengan sistem pendingin dan berlantai marmer. Gereja bukan Mall yang hadir dengan semangat mengeksploitasi semangat kekurangan pribadi. Maka bergereja artinya tidak hadir dengan orientasi kepada diri sendiri tetapi memberi makna dalam komunitas dengan tetap menjaga diri untuk menghadirkan semangat "company". "Company" yang berasal dari bahasa Latin "cum panis" artinya memecah roti bersama (Wijaya, 2010:102). Ini hal menarik bahwa sejatinya etika bisnis yang berlaku di dunia bisnis memiliki akar yang kuat dalam ritus utama komunitas Kristen yakni Perjamuan Kudus. Maka Stackhouse maupun Stevens dengan berani mengaitkan korporasi bisnis modern dengan gereja awal. Semua gagasan tersebut lalu mengerucut pada moralitas Injil dimana bergereja dapat terwujud juga di dunia bisnis.

Rasul Paulus memakai istilah "hidup oleh Roh" sebagai lawan dari "hidup oleh daging" untuk menjelaskan bahwa moralitas Injil harus lebih berpengaruh sehingga seseorang dapat tiba pada pernyataan bahwa dirinya tidak sedang mengeksploitasi semangat "hidup oleh daging". D. Goleman (2002:21) mengemukakan bahwa muaranya adalah "people feel a mutual comfort level". Artinya dalam semangat sebagai seorang valet, setiap warga gereja berperan menghadirkan moralitas Injil dimanapun ia berada, yakni moralitas yang membawa manfaat bagi umum (people), moralitas yang bersedia dilupakan dan moralitas yang menyemaikan "a mutual comfort level". Moralitas yang didasari pada pemahaman teologi Yesus yang menghormati perempuan (band. Luk 7: 38-48).




Gereja sebagai mempelai perempuan menemukan martabatnya sebagai perempuan yang mengusung moralitas Injil. Jadi baiklah kita menjaga martabat kita dengan kesediaan untuk berguna bagi banyak orang. Non bene flat flammam qui continent ore farinam. (Abad Pertengahan). Orang yang tidak meniup api dengan baik adalah yang mengunyah tepung di mulutnya.



Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Catatan Refleksi:

Selasa 7 April 2026
RUANG RINDU (Letto)

Jumat, 16 Agustus 2024
MERDEKA HARUSNYA BERUJUNG MEREKA

Selasa, 21 Februari 2023
SUAMI-ISTRI ANTARA BUKIT ZAITUN HINGGA MARANATHA

Sabtu, 24 Desember 2022
DAMAI YANG DIRAYAKAN SEMESTA

Sabtu, 04 Juni 2022
GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKES

Jumat, 31 Desember 2021
PIKIRAN ARIF DIAKHIR TAHUN

Rabu, 07 Juli 2021
KELUARGA, HARGANAS DAN PIALA EROPA

Rabu, 22 April 2020
NYANYIAN MUSA NYANYIAN KEHIDUPAN

Rabu, 13 Nopember 2019
HIDUP SEBAGAI TANDA KESAKSIAN

Selasa, 29 Oktober 2019
TOLSTOY DAN GPIB TENTANG CINTA (Renungan HUT GPIB Ke-71 31Okt 1948 - 31 Okt 2019)

Arsip Catatan Refleksi..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Kategori Utama: Artikel (52), Catatan Refleksi (85), Download Materi (2), Khotbah (316), Photo Keluarga (44), xx (2)