aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 24052 x

Khotbah
Minggu, 31 Mei 2015
1 Yohanes 4: 1-6
MEWASPADAI PENYESATAN



Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,



Gereja sebagai Tubuh Kristus sebagaimana dikemukakan oleh Paulus (1 Kor. 12:14) adalah umat yang beragam serta berinteraksi dan bergumul di dalam dunia, maka kehadiran gereja bagaimanapun juga tidak terlepas dari upaya penyesatan.

Yesus di Lukas 17:1 bahkan mengemukakan bahwa tidak mungkin tidak ada penyesatan tetapi celakalah orang yang mengadakannya (offences-skandalon: orang yang dengan sengaja meletakkan kayu agar orang lain tersandung).

Artinya penyesatan merupakan sebuah kenyataan yang tidak bisa dihindari oleh gereja, sebab gereja hidup di dunia. Kenapa hal ini penting dikemukakan agar supaya sejak awal dipahami oleh umat bahwa mengikut Yesus memang harus menghadapi keadaan seperti ini. Pertanyaan mendasar ialah `siapa menyesatkan siapa?� dan apakah tandanya sebuah penyesatan serta bagaimana menghadapinya?.



Di samping itu gereja berhadapan dengan bentuk penyesatan yang terus mengalami evolusi dan tampil memikat dalam ungkapan yang bersifat persuasive. Penyesatan selalu bertolak dari inisiatif seseorang yang bertujuan tertentu untuk merusak orang lain sebab `zona nyamannya� terganggu oleh pihak lain. Penyesatan bisa dilakukan dengan memutar balik fakta agar orang lain nampak buruk sementara diri sendiri dipuji setinggi langit jasanya. Ahli propaganda jaman Hiteler mengemukakan bahwa: Jika kita menyampaikan kebohongan dengan cara yang meyakinkan, dan mengulangnya terus-menerus, maka masyarakat akhirnya akan bisa dibuat mempercayainya seakan itu adalah Kebenaran. Musuh terbesar dari Kebohongan adalah Kebenaran. Kebenaran pula musuh terbesar dari kepentingan yang sedang berkuasa." -Joseph Goebbels, Reich Minister of Propaganda & National Enlightment, Nazi German. Kemampuan piranti teknologi menjadi kendaraan yang super cepat untuk menghantar berbagai informasi yang bisa mencerdaskan tetapi bisa juga menyesatkan. Penguasaan informasi merupakan alat penetrasi bagi mereka yang lemah dan tidak berdaya.



Sahabat-sahabat terkasih,
Dalam bagian yang kita baca saat ini, penyesatan hadir dalam bentuk `pengajaran� yang memakai nama Tuhan supaya dipercaya. Pengajaran yang kemudian perlu ditelaah dan dipahami dengan kritis (bukan kritik) yang sekalipun sangat halus perbedaannya namun tetap saja beda. Pengajaran dari para nabi palsu ini harus diuji seperti kata Paulus kepada jemaat di Tesalonika (1Tes 5:21 - "Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik".)


Mengapa menguji (to test, to prove, to examine) semua `ajaran� menjadi penting?
Menjadi penting sebab jika tidak diuji maka semua ajaran itu akan menjadi kebenaran yang menuntun pada kehancuran. Penting sebab kebenaran menghadapi kenyataan yang terus membangun system penyesatan secara terstruktur. Maka menguji berarti umat perlu dilengkapi dengan tolok ukur yang baik. Bagaimana mau menguji kebenaran sementara diri sendiri tidak mengukur diri apakah pantas? Secara mendalam Yohanes memperlihatkan bagaimana menguji bentuk penyesatan.

  1. Yesus Kristus datang sebagai Manusia (ayat 2), melalui pernyataan ini Yohanes mau mengemukakan bahwa Yesus yang datang sebagai manusia adalah Yesus yang menderita (band. Matius 17:22). Yesus sebagai Manusia adalah Yesus yang mengosongkan diri-Nya dan menyerap semua dosa manusia. Ia yang tidak berdosa menjadi berdosa oleh karena dosa manusia. Yesus sebagai Manusia adalah Yesus yang menjumpai manusia dalam kemanusiaan manusia yang tidak berpengharapan. Yesus sebagai manusia sekaligus adalah Yesus yang empati terhadap manusia yang bermasalah dengan nilai-nilai kemanusiaan. Maka hal pertama dan utama untuk menguji roh adalah keberanian untuk menarik diri dari tarikan yang mempesona guna menonjolkan diri. Kemauan untuk tidak memperlihatkan bahwa diri sendiri sudah berjasa dalam melakukan banyak hal. Inilah hal pertama yang harus diperhatikan oleh gereja pada masa kini yang juga berhadapan dengan berbagai bentuk penyesatan. Membangun opini melalui sosial-media tentang keadilan dan kebenaran sementara diri sendiri pernah melakukan tindakan kriminal adalah bentuk penyesatan yang menyeramkan. Maka selaku warga gereja kita semua perlu waspada, dari buahnyalah pohon itu dikenal (Lukas 6: 44).

  2. Berbicara secara duniawi (ayat 5). Dunia - cosmos, sebagai sebuah system yang bergerak sesuai dengan mekanisme. Namun dalam konteks ini lebih ditekankan pada kata `world affairs� - urusan dunia. Maka mereka menyesatkan dengan argumentasi yang berbasis pada urusan-urusan dunia. Asumsi sebagai pintu masuk pemahaman yang obyektif dinafikan, sebab asumsi lalu menjadi dasar utama. Selaku umat Tuhan kitapun perlu mewaspadai hal ini karena bicara mengenai urusan dunia selalu bicara tentang riasan, bicara tentang gincu tetapi tidak menyentuh hal yang fundamental. Dalam kehidupan selaku umat Tuhan maka kehadiran warga jemaat selalu memerlukan kewaspadaan di tengah arus keduniawian yang mempersona dan menggoda. Ciri khas keduniawian yang hanya mengeksploitasi kepentingan diri sendiri merupakan hal yang harus diwaspadai.


Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,

Dalam kehidupan kita selaku umat Tuhan saat ini, kita perlu terus menjaga kemauan untuk terus menerus belajar tentang firman Tuhan. Mengakui bahwa hanya oleh karena anugerah Tuhan kita hidup dan bermakna bagi banyak orang. Pengakuan yang akan menghantar kita pada kepekaan untuk memahami bahwa setiap bentuk penyesatan mampu kita kenal dari perilaku setiap hari. Waspadalah terhadap penyesatan dan lebih utama lagi waspada agar diri sendiri tidak menjadi aktor penyesatan. Amin



Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518