Dibaca : 24766 x
KhotbahMinggu, 8 Februari 2015 Lukas 7: 11-17 ALLAH PEDULI

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Kepeduliaan Allah kepada manusia diwujudkan melalui kehidupan-Nya yang membawa KEHIDUPAN. Ia (Allah) tidak berdiam diri dalam keagungan-Nya namun menyapa manusia dalam kepapan mereka. Sebuah perhatian yang memberi kehidupan merupakan gagasan yang bersumber dari eksistensi Allah yang Hidup. Itu sebab Ia menentang bahkan menghina segala bentuk berhala yang tidak hidup (mati) seperti dinyatakan dalam perintah-Nya kepada umat (band. Lukas 20:38)
Ketika Allah menunjukkan kepeduliaan-Nya itu berarti Ia menghadirkan Hidup dalam arti yang sesunguhnya sehingga antara yang kuantitas dan kualitas bergerak secara terpadu. Allah membingkai kehidupan manusia dalam karya keselamatan yang berpuncak pada Yesus kristus yang hidup dan Ia memperlihatkan tindakan kehidupan itu di berbagai tempat. Bukan hanya Kapernaum tetapi juga di Nain, bukan hanya di tempat tertentu tetapi di semua area yang Ia datangi,
Kota Nain adalah bukti otentik karya Allah yang menghidupkan, ketika seorang pemuda diusung dalam kapasitas sebagai jenazah. Ketika seorang yang menjadi tumpuan harapan seorang janda terbaring kaku sebagai jenazah yang diusung keluar dari kota Nain. Di dekat pintu gerbang kota Nain tampilah karya-Nya yang mengusung kehidupan dan bukan mengusung kematian. Ia hadir membawa kehidupan memasuki Nain sementara dari dalam kota Nain diusung kematian yang disertai dukacita mendalam bagi sang janda. Maka dari narasi ini hendak dikemukakan bahwa:
1. Ketika Allah peduli pada manusia maka tergeraklah Ia oleh belas kasihan (ayat 13). Kepeduliaan Allah kepada manusia bukan disebabkan oleh kehebatan manusia tetapi didasari oleh belas kasihan-Nya. Belas kasihan itulah yang kemudian hadir dalam pernyataan `jangan menangis�. Belas kasihan Tuhan selalu mengakhiri tanda tanya dan digantikan dengan jawaban berupa tindakan.
Umat Tuhan yang menghayati kepeduliaan Allah merupakan umat yang senantiasa menghayati belas kasihan-Nya. Umat yang mengakui kedaulatan Allah dalam kehidupan di dunia dan di surge (ingat doa: datanglah kerajaan-Mu jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga). Umat yang menghayati belas kasihan Allah adalah umat yang dengan kerendahan hati mengakui bahwa tanpa sentuhan-Nya yang hidup maka umat terkapar tanpa arti dan daya. Keluarga yang menghayati bahwa Allah peduli akan mengakui belas kasihan-Nya membuat suami-istri mampu menghadapi setiap persoalan. Gereja yang mengusung kepedulian Allah kepada dunia pertama-tama patut menghayati kepeduliaan Allah bagi dirinya. Pengakuan ini penting sehingga kepeduliaan Allah berdasarkan kasih-Nya bukan kepeduliaan semu tetapi nyata dan membawa pengharapan. `Jangan menangis� adalah perintah untuk memahami bahwa hanya Yesus yang sanggup memberi penghiburan dikala pergumulan mendera karena Ia peduli dalam belas kasih-Nya.
2. Allah yang peduli adalah Allah yang menyerahkan kehidupan dan bukan kematian bagi sang ibu (ayat 15). Kepaduliaan Allah bagi manusia adalah kepeduliaan yang membangun kepedulian manusia. Bukankah pemuda yang hidup akan hadir dalam perspektif baru bahwa hidupnya adalah hidup berdasarkan kasih karunia Allah sehingga ia patut meneruskan hal itu kepada ibunya. Ketika Yesus menyerahkan pemuda yang sudah bangkit itu kepada ibunya memperlihatkan bahwa Yesus menyerahkan kehidupan dan bukan kematian. Yesus membawa kehidupan dan bukan keputusasaan. Yesus menunjukkan kuasa-Nya atas kematian dan bukan kuasa kematian dominan. Semua ini menunjukkan bahwa Yesus yang menyerahkan sang anak muda kepada ibunya adalah Yesus yang memberi penugasan sama kepada si anak muda.
Bukankah ini berita yang penting bahwa Yesus menyerahkan kehidupan bagi kita sehingga kita meneruskan karya kehidupan. Yesus menyatakan penugasan kepada sang pemuda untuk melihat kehidupan dari perspektif yang baru. Inilah yang diwujudkan oleh umat masa kini ketik dunia menyerahkan kematian, kita menyerahkan kehidupan. Karya kehidupan yang kita wujudkan saat ini berdasar pada keyakinan bahwa kita sendiri sudah mengalami hidup dalam perspektif yang baru yakni hidup yang meneruskan karya kehidupan.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Seluruh kehadiran kita sebagai manusia yang baru adalah kehadiran yang membawa kehidupan sambil terus bertanya kepada diri sendiri sudahkan kahidupan yang kita sampaikan atau kematian? Semua kehadiran kita sebagai orang percaya selalu berada dalam bingkai kehidupan yang sudah dinyatakan oleh Yesus. Waspadalah terhadap berbagai usaha yang hendak mematikan pelayanan kita di rumah, lingkungan jemaat maupun di kantor. Waspada agar kita tidak terseret dengan perilaku yang mendatangkan kematian bagi sesama. Kita tidak perlu takut dengan orang jahat, tetapi kita perlu takut dengan orang yang berpura-pura baik kepada kita. maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|