aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 23542 x

Khotbah
Sabtu, 31 Januari 2015
Matius 8: 18-22
MENGIKUTI SANG ANAK MANUSIA

Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Yesus Kristus,

Bertolak ke seberang adalah pernyataan yang memperlihatkan adanya perbedaan mendasar antara di sini dan di sana. Bertolak ke seberang menjadi perintah yang tidak dapat ditawar dalam perjumpaan dengan Yesus. Bertolak ke seberang (ayat 18) dapat memberi pengertian yang beragam sebagai peristiwa yang penting. Bukankah ketika lingkungan dimana kita berada sedang dirasuki oleh berbagai kejahatan maka kita perlu berada diseberang artinya tidak menjadi bagian dari kejahatan. Ketika lingkungan pelayanan diwarnai dengan keinginan untuk menonjolkan diri maka sudah waktunya kita harus berada di seberang.


Pada bagian bacaan ini bertolak ke seberang bahkan diperintahkan sendiri oleh Yesus, agar terjadi perbedaan antara disini dan disana. Namun pokok utama yang dikemukakan adalah sebagai berikut:

1. Bertolak ke seberang artinya menyadari bahwa mengikut Yesus akan berujung penolakan. Penerimaan sebagai sebuah kenyamanan menjadi begitu penting sehingga bertolak ke seberang menunjukkan adanya garis pembatas. Mengikut Yesus bukanlah sebuah negosiasi yang disepakati hasilnya tetapi sebuah keputusan mendasar sebagai tanggapan atas perintah-Nya.


Bertolak ke seberang sebagai sebuah dorongan spiritual memungkinkan setiap pengikut Yesus berjumpa dengan-Nya melalui kisah yang tidak selalu menyenangkan. Erosi spiritual yang terjadi dewasa ini bahkan di lingkungan gereja adalah ketika garis antara yang mengikut Yesus dan mengikut kemauan diri menjadi demikian tipis. Yesus memberi pedoman penting tentang perlunya memahami bertolak ke seberang adalah keputusan yang mendasar di tengah tarikan untuk tetap tinggal.


Dewasa ini untuk mengaku sebagai pengikut Yesus tentu bukanlah hal sulit, tantangan baru muncul ketika pengakuan dilanjutkan dengan�bertolak ke seberang�. Menjadi pengikut Yesus tidaklah diam dengan argumentasi yang menonjolkan diri tetapi selalu menatap perubahan didepan yakni keterlibatan untuk terus membawa berita sukacita.



2. Bertolak ke seberang artinya juga memahami bahwa keterikatan dengan masa lalu dapat menjadi masalah. Terikat dengan masa lalu dapat terwujud dalam berbagai bentuk yang mengekang dan membatasi. Yesus tidak mengarahkan murid untuk menjauh dari ikatan-ikatan keluarga namun sekaligus Yesus mendorong agar ikatan keluarga tidak mengikat seseorang untuk berjumpa dengan Yesus.


Hadir sebagai murid Yesus yang terlepas dari ikatan yang membatasi persekutuan dengan Tuhan merupakan perwujudan dari bertolak ke seberang. Dengan lain perkataan hendak dikemukakan bahwa mengikut Yesus adalah mengikut-Nya dalam kemerdekaan sebuah keputusan.


Kadangkala sebuah pelayanan tidak bisa berkembang kualitasnya ketika para pelayan masih terikat dengan hal lain. Terikat pada amarah dimasa lalu, terikat pada dosa dan menganggap sepi karya-Nya. Semua keterikatan ini akan menghambat seseorang untuk `bertolak ke seberang�.



Maka melalui perikop ini kita semua bisa belajar untuk terus memahami bahwa kehidupan kita merupakan hasil dari Yesus yang `bertolak ke seberang� menjumpai kita. Maka sekarang Ia memberi perintah kepada kita untuk juga `bertolak ke seberang�.

Maju terus bersama Tuhan sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah tidak sia-sia. amin.


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518