aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 23695 x

Khotbah
Minggu, 25 Januari 2015
Kidung Agung 2: 1-7
MENJAWAB RINDU DAN CINTA KASIH-NYA




Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,


Cinta adalah kata mujarab yang dapat menghadirkan perubahan besar pada seseorang karena merasakan sentuhannya yang mempesona dan agung. Cinta selalu hadir dalam balutan kelembutan yang berisi ketegangan oleh karena hasrat menggebu yang dimiliki manusia. Cinta tidak hadir dengan terencana bahkan bisa mengejutkan karena panah asmara. Dalam pemahaman yang demikian maka cinta yang digambarkan dalam Kidunng Agung bukanlah cinta sesaat sebagaimana dikemukakan oleh Hollywood. Cinta versi Hollywood selalu mempesona dengan alunan lagu yang menghanyutkan gaya Erick Clapton atau juga Adele (penyanyi Inggris dengan theme song untuk film James Bond).


Cinta yang hadir dengan pesona seni yang tinggi, dewasa ini mengalami erosi ketika dibungkus dengan pemahaman barang. Cinta sebagai benda bukan lagi cinta yang mempesona sehingga menimbulkan `kegilaan� dalam arti estetis tetapi cinta dalam `kegilaan� yang menghasilkan bencana melalui perdagangan.



Apa yang kita baca dari kitab suci kidung agung ini hendak menunjukkan bahwa cinta yang agung selalu diwarnai dengan penghargaan yang tinggi kepada laki-laki dan perempuan yang muncul dalam dialog. Laki-laki dan perempuan yang dikuasai oleh cinta suci senantiasa menampilkan rasa hormat terhadap cinta itu sendiri dan dengan demikian menghormati pasangan. Cinta dalam dialog yang indah sebagaimna diperlihatkan dalam nyanyian ini menunjukan bahwa:



1. Cinta yang kudus adalah cinta dialogis.

Cinta yang kudus tidak muncul dari penguasaan terhadap pasangan tetapi hadir dalam bentuk ungkapan yang hadir dengan pikiran yang jernih dan bersih. Ayat 1 dan 2 menunjukkan bahwa sepasang kekasih yang saling memuji adalah sepasang kekasih dengan tingkat kematangan, sebab pujian dalam dialog ini bukanlah hamburan kata-kata tanpa makna. Cinta yang suci menghadirkan kemauan untuk membuka diri dan menanggapi kepentingan kekasih sehingga terhindar dari sikap egoistis apalagi permisif.



Cinta dalam dialog yang indah seperti inilah yang perlu terjaga dalam relasi umat dengan-Nya yang adalah cinta itu sendiri (band. 1 Yoh. 4:8). Allah adalah kasih dank arena seluruh hubungan yang dibangun dengan Alah harus dalam relasi cinta yang dialogis. Cinta dialogis adalah cinta yang membatasi gerak posesif tetapi meberi ruang pada keterbukaan. Jika kita mengasihi-Nya dengan penuh cinta kadangkala mengejutkan sebab Ia mencintai kita dengan cara yang mengejutkan. Ia tidak memakai cinta-Nya mengintimidasi kita sebaliknya Ia membangun dialog dengan kita sehingga seluruh cinta kita menjadi bersih, jernih dan terbukan untuk mengalami pembaruan. Komitmen inilah yang akan menolong kita memahami bahwa sekali kita menyintai-Nya akan terbuka ruang percakapan yang penuh dengan ungkapan yang menyehatkan cinta kita.



2. Ayat 4-6 menunjukkan bahwa sepasang kekasih yang menyintai adalah mereka yang hadir di ruang privat maupun ruang publik dengan panji-panji cinta.
Menjaga relasi yang demikian indah dengan panji-panji cinta menunjukkan bahwa kehadiran sepasang kekasih dengan cinta tidak berat sebelah. Di publik kelihatan menyintai tetapi di rumah penuh kekerasan (domestic violence) atau sebaliknya. Namun yang terjadi dalam relasi dengan panji cinta adalah relasi yang diliputi dengan apreasiasi dan tidak memakai kata-kata `ancaman� melainkan muncul permohonan (request) dan bukan tuntutan (demand).



Cinta memiliki kesadaran yang matang untuk tidak mempermalukan pasangan namun selalu hadir dalam semangat yang menyehatkan. Cinta tidak muncul dengan semangat yang merusak sebaliknya hadir dengan semangat menyembuhkan dan menumbuhkan.



Allah mengasihi kita dengan cinta yang demikian yakni cinta yang hadir di ruang privat maupun ruang publik. Allah mengajak kita untuk memasuki sebuah relasi yang dewasa dalam semangat penghargaan kepada pasangan.



Maka seluruh kehadiran kita sebagai warga gereja selalu diliputi oleh `sense of wonder� rasa takjub yang menimbulkan `WOW�.

Maju terus bersama CINTA sebab dalam persekutuan dengan CINTA jerih lelahmu tidak sia-sia. Amin




Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518