aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 23604 x

Khotbah
Minggu, 11 Januari 2015
Kejadian 1:1-13
TERPUJILAH ALLAH PENCIPTA



Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,


Narasi tentang kisah penciptaan merupakan syair agung yang menggema dalam kehidupan manusia untuk menyadari bahwa manusia adalah insan (mudah lupa dan karena itu perlu diingatkan). Kisah penciptaan lalu menjadi syair pembelajaran bagi manusia untuk terus menerus berada dalam hidup yang terarah kepada Allah. kedahsyatan kisah penciptaan dengan sekaligus mendemonstrasikan tindakan Allah yang penuh kuasa dalam penataan alam semesta. Manusia diundang memasuki relasi yang kudus dengan-Nya dalam kerangka meneruskan pemeliharaan alam. Manusia didaulat memasuki hubungan yang enerjik dan kreatif bersama Allah dalam kerangka menjaga karya penciptaan Allah yang luar biasa. Sekaligus manusia diundang memasuki ruang kesadaran diri tentang hakikatnya yang tidak sebanding dengan Allah.




Penciptaan yang Allah lakukan berdampak pada tujuan yang lebih luas bahwa Ia dipermuliakan dengan titik tolak kesadaran manusia sendiri. Memuji Allah lalu menjadi tindakan yang kreatif dan tidak hadir di ruang liturgis semata tetapi mempesona dalam perjumpaan dengan sesama di ruang publik. Pernyataan bahwa dalam setiap penciptaan di akhiri dengan kata `baik� bukanlah `baik� yang bersifat statis tetapi `baik� yang dinamis sebab yang baik itu perlu menghasilkan yang baik juga.




Melalui pemahaman yang demikian maka kisah penciptaan menjadi penting untuk dipahami sebagai ruang dan waktu dimana tindakan Allah menjelma menjadi kebaikan yang bersifat permanen bagi manusia. Penciptaan adalah bikti kasih Allah yang hendak melibatkan manusia untuk turut berperan dalam karya kebaikan-Nya. Sebuah kebaikan yang tidak berdiri statis sebagai sebuah monument tetapi kebaikan yang menjelma dalam dinamika kehidupan.





Sahabat-sahabat yang terkasih,
 

Melalui pemahaman demikian maka paling sedikit dua hal penting akan kita perhatikan yakni:


1. Penciptaan sebagai undangan Allah. Melalui karya penciptaan ini kita diundang memasuki sebuah relasi yang indah dan mempesona yakni sebagai mahluk yang mengalami kebaikan karya Allah. Allah adalah Allah yang tidak terbelenggu dalam waktu sehingga sebelum segala tercipta pada dasarnya Ia sudah ada ("Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama- lamanya Engkaulah Allah" (Mazm 90:2). Sementara kita sebagai manusia berada dalam ruang dan waktu yang terbatas sehingga menimbulkan rasa takjub betapa Ia yang tidak terbatas mengundang dan mengajak kita yang terbatas untuk memelihar karya ciptaan-Nya. Bahkan terang itu dinyatakan dalam hati kita supaya dalam terang itu kita memiliki pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus (2 Kor. 4:6). Ini memperlihatkan bahwa hanya dalam terang pengetahuan yang didapati dari keterbukaan menerima pelajaran maka kita bisa tiba pada kesimpulan bahwa Allah kita luar biasa.




Maka perhatian gereja terhadap alam bukan sekedar menanam dan memelihara tetapi sekaligus adalah belajar dari alam untuk mendapat pengetahuan tentang kemuliaan-Nya. Dalam kerangka itulah gereja tidak terseret dalam tindakan yang berujung pada pengabaian karya Allah. Sebaliknya setiap karya Allah yang kita lihat selalu menyampaikan pesan yang `baik�. Dan pesan yang baik ini harus diteruskan oleh kita yang terhisab dalam persekutuan umat-Nya untuk memberitakan perbuatan-Nya yang besar (1 Petrus 2:9).




2. Penciptaan sebagai ketertiban. Penciptaan bukanlah sebuah tindakan tanpa rencana (design). Penciptaan adalah sebuah mahakarya yang dibangun Allah dalam kuasa yang menertibkan. Seluruh rangkaian penciptaan itu menunjukkan bahwa Ia sungguh-sungguh menata kehidupan dan semua karya penciptaan merupakan sarana untuk memperlihatkan bahwa Ia adalah Allah yang tertib. Mengenal Allah yang tertib adalah mengenal Allah yang berkuasa sebab hanya dalam keteraturan tindakan Allah maka hidup menjadi berarti. Ia bertindak secara progresif dan menempatkan karya pencipataan sebagai sebuah bentuk ketertiban.




Maka sebagai umat Allah apakah kita juga mau menghadirkan perilaku hidup yang tertata dan bertindak dalam ketertiban? Hidup menjadi berarti ketika kita memahami bahwa ada kuasa yang menuntung kehidupan kita sehingga tidak terjebak pada kuasa lain yang bersifat merusak. Allah yang bertindak penuh kuasa sekaligus memberi jaminan kepada kita agar terus mengingat kuasa-Nya dan mengandalkan kuasa-Nya seperti yang Ia perlihatkan dalam karya penciptaan. Kuasa itulah yang membuat hidup kita semakin bermutu semakin tertib dan semakin berarti.




Sahabat-sahabat terkasih,



Dengan pemahaman yang demikian semakin jelaslah kepada kita selaku warga gereja untuk menyatakan `terpujilah Allah pencipta�, sebab didalam karya ciptaan itulah kita dilibatkan untuk meneruskan kebaikan-Nya dan sekaligus menghayati kehidupan kita yang dilingkupi oleh kuasa-Nya. Alur kehidupan kita bisa saja nampak kusut dan tidak berarti namun sejatinya dalam kesediaan untuk mengalami kuasa-Nya hidup kita yang kusut akan terurai dan kuasa-Nya memelihara kita.


Maju terus bersama Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin



Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518