aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 23980 x

Khotbah
Minggu, 4 Januari 2015
Yakobus 3:1-18
LOW PROFILE HIGH QUALITY

LOW PROFILE HIGH QUALITY
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,

Salah satu masalah besar pada saat ini adalah penggunaan lidah yang tidak lagi sejajar dengan perilaku. Pembusukan nilai kehidupan yang terjadi awalnya dari lidah yang diracuni dengan akal jahat dan penuh tipu muslihat. Lidah tidak lagi terpakai sebagai karya Allah yang menyatakan kabajikan tetapi di selimuti dengan iri hati, dengki dan kejahatan. Nah, yang paling pokok adalah mereka yang harus berbicara dengan banyak orang di ruang publik dalam bingkai pendidikan. Apa jadinya kalau seorang guru tidak lagi menjadi teladan ketika kata dan perbuatan bagaikan siang-malam. Apa jadinya sebuah pendidikan ketika para pendidik tidak lagi memahami kehadirannya yang harus membawa pengaruh positif?

Surat Yakobus dengan pesan pastoralnya hendak mengarahkan umat agar supaya memahami bahwa sebagai umat Allah mereka memiliki tanggungjawab besar yakni menyampaikan damai sejahtera (Amsal 15:4 Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.) Tanggungjawab besar itu diwujudkan melalui penguasaan diri yang terwujud pada pengendalian lidah. Tingkat kematangan seseorang sangat terlihat dari bagaimana ia mengemukakan pendapat, ide dan gagasan. Lidah bagi seorang yang hidupnya dekat dengan Tuhan akan menjadi lidah yang `sehat dan menggemakan sukacita. Beda dengan manusia yang tidak `sehat hidupnya akan muncul dari perkataan yang diwarnai dengan kesombongan, menghakimi dan ungkapa-ungkapan lain yang merusak persekutuan.

Maka setiap orang yang memahami bahwa dirinya adalah ciptaan Allah yang baik, akan baik juga bicaranya. Bebricara dengan tingkat kesehatan spiritual memang diperlukan sehingga tidak terjadi `verbal abuse. Hidup yang diwarnai dengan kematangan dalam berbicara akan menunjukkan kualitas seseorang. Firman Tuhan hari ini menyatakan bahwa hikmat yang dimiliki seseorang memungkinkannya untuk peramah, murni, pendamai (ayat 17) maka mereka yang tidak berhikmat akan hadir dengan sikap yang arogan dan merasa diri paling besar dan paling penting.

Sahabt-sahabat yang terkasih dalam Yesus,

Marilah kita hidup dengan menjaga relasi yang baik dan sehat dengan Tuhan agar setiap kata yang diucapkan dapat dipertanggungjawabkan. Agar setiap kata yang diucapkan adalah bentuk hikmat yang berarti memiliki kematangan dalam hidup kerohanian. Inilah manusia yang seringkali merendahkan hati tetai kualitasnya ok.

Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518