Dibaca : 23774 x
KhotbahMinggu, 14 Desember 2014 Yesaya 45:1-8 ALLAH MENGHERANKAN

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Berada di pembuangan Babel dengan segala derita dan pergumulan yang dialami oleh Israel merupakan kejadian dengan tanda tanya besar. Kenapa hal ini bisa dialami oleh umat Allah? bagaimana mungkin Allah membiarkan umat mengalami tekanan yang luar biasa di negeri asing? Keadaan ini lalu menjadi semakin sulit dimengerti ketika Koresh raja Persia yang diutus oleh Allah melakukan pembebasan. Koresh yang diinformasikan tidak mengenal Allah, justru yang terpilih dan bukan umat pilihan Allah yakni Israel. Hal ini sungguh mengherankan bukan saja bagi Israel sebaliknya juga bagi Koresh yang akhirnya menyetujui pemulangan umat Allah.
Perbedaan antara umat Allah dan umat lainnya telah menempatkan Israel pada posisi yang `over confidence� bahwa umat lain adalah umat yang tidak layak dan tidak pantas untuk mengalami karya Allah. pemikiran yang demikian mengalami perombakan total dalam perspektif Yesaya 45, sebab justru yang bukan umat Allah terpilih menjadi alat damai sejahtera. Memberi batasan yang tegas antara yang diberkati dan tidak diberkati telah menempatkan umat sebagai umat yang introvert, yang tertutup dan picik.
Firman Tuhan hari ini hendak menyatakan bahwa Allah berkarya dalam karya yang bersifat universal (band. Kej. 22:18 .... Semua bangsa di bumi akan mendapat berkat). Ia memang memakai keturunan Abraham namun keturunan Abraham ini menjadi berkat bagi semua bangsa.
Koresh sendiri adalah raja yang tidak mengenal Allah, namun akhirnya tiba pada pengakuan seperti di 2 Tawarikh 36:23, bahwa ia hendak membangun rumah ibadah di Yerusalem. Maka umat yang berada dalam pembuangan adalah umat yang harus memahami bahwa identitas mereka sebagai umat Allah tidak menjadi pembatas bagi karya Allah. Allah bisa memakai siapa saja untuk mewujudkan pikiran dan perasaan-Nya bagi dunia yakni pikiran dan perasaan damai sejahtera bagi dunia.
Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Yesus,
Diminggu Adven ke-3 ini bagi kita semua hendak diingatkan oleh Firman yang telah menjadi manusia di dalam Yesus Kristus bahwa:
1. Bagaimana cara kerja Allah bukan urusan kita, tetapi menanggapi karya Allah itulah pokok perhatian kita.
Ayat 1-3, kenapa Allah memilih Koresh dan bukan Nebukadnezar adalah hal yang terlalu jauh untuk kita teliti, namun bagaimana kita menanggapi karya Allah melalui Koresh itulah yang membuat kita bersyukur. Tindakan-Nya adalah tindakan yang membebaskan, menyertai dan mematahkan belenggu. Allah adalah Allah yang memberi ruang luas bagi umat untuk memahami keberadaan mereka sehingga selalu tiba pada ucapan syukur.
Mengendapkan makna karya Allah dalam kehidupan merupakan hal penting, bukan soal nama yang menjadi perhatian Allah tetapi soal memberi diri menghadirkan kebebasan itulah hal yang utama. Maka kehadiran kitapun berada di sekitar pemahaman tadi bahwa apakah kita mau menjadi alat Allah menyatakan pembebasan atau justru menekan sesama. Bukan soal Koresh tetapi soal nama kita sebab Ia mau memanggil kita dengan nama kita untuk mengalami pembebasan didalam Yesus.
2. Menjadi saksi karya Allah lebih utama dari usaha meneliti karya Allah (ayat 6-8).
Memberi kesaksian tentang karya Allah berarti menghargai setiap bentuk tindakan-Nya yang berdaulat dan bermuara pada damai sejahtera (ayat 8). Maka menjadi saksi karya Allah terwujud dalam kehidupan yang menghargai hidup itu sendiri sehingga tidak ada tempat untuk memberi kesaksian palsu. Memberi kesaksian hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memang menghormati karya Allah.
Mereka yang hanya mencoba menelaah karya Allah akan jatuh pada kegagalan menjadi saksi Allah dalam karya. Mereka yang hanya mengakui kedaulatan Allah dan tidak memberi kesaksian bagi sesame tentang karya Allah adalah mereka yang introvert, berwawasan sempit dan picik. Jadilah saksi yang mensejahterakan sesame dan bukan menyusahkan sesama. Jadilah saksi yang berwawasan luas tentang karya Allah sehingga tidak berpuas diri adalah secuil karya dan menganggap sudah hebat.
Sahabat-sahabat yang terkasih,
Dengan pemahaman yang demikian barulah kita bisa tiba pada pengakuan bahwa memang Allah kita adalah Allah yang mengherankan. Ia tidak silau dengan identitas kita dan tidak terpesona dengan kesombongan kita. Maka dalam keteduhan hati dan keheningan diri, bening ..... kita hanya bisa berkata lirih ...sungguh Engkau terlalu ajaib bagiku dan ajarlah aku selalu menghormati keajaiban karya-Mu
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|