Dibaca : 25778 x
KhotbahMinggu, 23 Nopember 2014 Roma 8:18-25 PENGHARAPAN ANAK-ANAK ALLAH
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Mencoba untuk memahami penderitaan di tengah arus kuat kepuasan material seperti membicarakan sesuatu yang tidak masuk akal. Pemikiran yang kuat dewasa ini telah menjadi virus bagi banyak orang bahwa penderitaan adalah keadaan yang harus dihindari sebab penderitaan adalah akumulasi kegagalan manusia mengatasi keterbatasannya sehingga mengalami kesakitan.
Penderitaan tidak lagi dilihat sebagai sebuah proses pembaruan dan pertumbuhan tetapi ancaman keburukan. Menjadi manusia menderita harus ditolak sebab setiap bentuk penderitaan adalah tantangan terhadap kewarasan berdasar argumentasi paling mutakhir.
Maka itu penolakan terhadap Yesus terjadi sebab Ia memperkenalkan model hidup baru yang mencengangkan ketika berkata `berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat� (Mat.5:11). Ini ajaran yang dalam perspektif dunia tidak tepat, merugikan dan karena itu harus dituntut secara hukum positif. Inilah ajaran Yesus yang sungguh tidak masuk akal dan hanya menyisakan penderitaan.
Namun inilah ajaran yang langsung dikemukakan oleh Yesus, dan teologi yang terkandung kuat di dalamnya adalah satu kata PENGHARAPAN. Pengharapan bukanlah sebuah keputusasaan rohani. Pengharapan bukanlah sebuah sikap menyerah kepada keadaan. Pengharapan adalah roh yang tetap bernyala dan memberi tenaga untuk terus berhadapan dengan kenyataan. Pengharapan yang tidak hadir dengan pandangan jangka pendek tetapi visoner dan melampaui apa yang dihadapi.
Sahabat-sahabat terkasih,
Sebab itu Paulus berani menyatakan bahwa penderitaan sekarang ini tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan dinyatakan.
Penderitaan seperti apakah itu? Pederitaan sebagai akibat dari keputusan mengikuti penderitaan Yesus. Kalau sudah begini, apakah Kristen isinya menderita melulu. Tentu tidak sebab penderitaan dala kebajikan merupakan tindakan mulia sebab menderita seperti ini tidak terpengaruh oleh status, ekonomi maupun jabatan. Penderitaan ini adalah penderitaan yang muncul sebagai akibat dari keputusan mengikuti Yesus. Maka pengharapan yang muncul adalah kekuatan untuk memikul salib di jalan yang sempit. Maka pengharapan yang keluar adalah sebuah kesaksian tentang jalan hidup terjal namun tetap mengalami kekuatannya (band. Roma 5: 1-5). Pengharapan yang terus berkembang di tengah gelapnya malam pergumulan dan derunya angina persoalan. Pengaharapan yang tidak muncul instan tetapi hasil dari sebuah pergulatan iman bersama-Nya.
Maka bagi kita saat ini penderitaan merupakan:
1. benturan keras terhadap sikap permisif. Paulus hendak mengemukakan bahwa akibat dari keputusan mengikuti Yesus adalah penderitaan sebab kebajikan tidak selalu dapat diterima dengan lapang dada. Roh Kudus yang menuntun adalah Roh kebenaran maka di tengah dunia yang mengagungkan segala cara untuk mencapai hasil, kebenaran selalu dilihat sebagai ancaman. Namun Roh kebenaran akan terus menata kehidupan anak-anak Allah untuk selalu setia pada pilihan mendasar tersebut dengan meyakini bahwa pengharapan dimasa kini tidak sia-sia.
2. kesediaan untuk terus menata keselamatan (ayat 25). Keselamatan adalah kasih karunia yang dianugerahkan sehingga tidak seorangpun dapat bermegah. Maka penderitaan bukanlah jalan menuju keselamatan tetapi api yang selalu memanaskan pengharapan. Pengharapan untuk terus memahami bahwa keselamatan dimasa depan muncul dengan tanda-tandanya dimasa kini. Keselamatan kemudian diuraikan dalam panggilan dan pengutusan dalam kesadaran bahwa kita lemah dan karena itu memerlukan campur tangan Allah (ayat 28).
Maka penderitaan bukankalah alasan untuk melarikan diri dari kenyataan apalagi mencintai penderitaan sebagai peningkatan mutu kerohanian. Menderita yang dikemukakan Paulus adalah menderita sebagai akibat dari prioritas hidup mengikuti Yesus. Paulus tidak mengagumi penderitaan sebagai alasan keselamatan tetapi keselamatan yang sudah diterimanya tidaklah dapat diputuskan oleh penderitaan (ayat 33). Kasih karunia Allah yang melampaui segala akal akan menolong kita menghadapi penderitaan sebagai akibat keputusan YESUS MENJADI PRIORITAS UTAMA dalam kehidupan. Inilah pengharapan kita.
Maju terus bersama Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya pengharapan kita tidak sia-sia. amin.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|